• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Pantangan Makanan untuk Pengidap Myasthenia Gravis

3 Pantangan Makanan untuk Pengidap Myasthenia Gravis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Sering merasakan kelelahan yang terus-menerus setelah berolahraga? Hati-hati, bisa jadi kamu mengalami myasthenia gravis. Penyakit myasthenia gravis adalah gangguan kesehatan yang membuat otot pada tubuh mengalami pelemahan akibat gangguan pada saraf.

Myasthenia gravis umumnya disebabkan adanya penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika kekebalan tubuh seseorang alami gangguan sehingga imunitas menyerang saraf dan otot yang sehat pada tubuh. Akhirnya, hal ini membuat seseorang mengalami myasthenia gravis.

Baca juga: Sulit Mengunyah? Bisa Jadi Gejala dari Myasthenia Gravis

Pengidap Myasthenia Gravis Hindari Jenis Makanan Ini

Selain melemahnya kondisi otot dan rasa lelah terus-menerus, pengidap myasthenia gravis mengalami gejala lain, seperti gangguan pada penglihatan yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau buram. Selain itu, myasthenia gravis menyebabkan otot pada area wajah serta tenggorokan menjadi lemah. Jika kondisi ini terjadi, pengidap mengalami kesulitan berbicara, tersenyum, mengunyah makanan, dan kesulitan bernapas.

Baca juga: 6 Gejala yang Menjadi Indikasi Myasthenia Gravis

Melemahnya otot pada area tenggorokan juga bisa menyebabkan pengidap myasthenia gravis lebih mudah tersedak. Nah, ketahui jenis makanan yang sebaiknya dihindari dan menjadi pantangan bagi pengidap myasthenia gravis, di antaranya:

1. Makanan Keras

Meskipun tidak semuanya, umumnya pengidap myasthenia gravis alami pelemahan otot pada area tenggorokan. Jika kamu alami kondisi ini, hindari mengonsumsi makanan yang keras dan sulit dicerna. Dilansir dari Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia, melemahnya otot tenggorokan memungkinkan makanan yang keras sulit dicerna dan meningkatkan risiko tersedak pada pengidap myasthenia gravis. Jika jalan udara tertutup, hal ini dapat membahayakan pengidap myasthenia gravis karena dapat tingkatkan risiko kematian.

2. Makanan dan Minuman Mengandung Kafein

Gejala myasthenia gravis dapat diatasi dengan penggunaan beberapa jenis obat-obatan. Sayangnya beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi gejala myasthenia gravis bisa menyebabkan diare pada pengidapnya. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan cokelat agar diare yang dialami oleh pengidap myasthenia gravis tidak semakin parah.

3. Hindari Makanan dengan Kandungan Garam Tinggi

Myasthenia gravis umumnya menyebabkan gangguan pada penyimpanan cairan dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan pengidap myasthenia gravis harus menghindari kandungan sodium dan tingkatkan potasium dalam tubuh. Dilansir dari situs Conquer Myasthenia Gravis, cara yang bisa kamu lakukan adalah hindari mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi. Gunakan pengganti garam untuk menambahkan rasa pada makanan yang dikonsumsi.

Selain menghindari beberapa jenis makanan tersebut, ada pengobatan lain yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kondisi myasthenia gravis. Dilansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul akibat myasthenia gravis, dengan melakukan plasmaferesis, tindakan operasi, dan penggunaan beberapa jenis obat.

Baca juga: Olahraga untuk Pengidap Myasthenia Gravis

Nah, cara mencegah agar kondisi tidak memburuk, tidak ada salahnya untuk mengurangi aktivitas yang terlalu berat. Sebaiknya lakukan aktivitas atau kegiatan yang ringan dan tidak membuat kamu terlalu lelah. Jangan lupa untuk mengendalikan stres yang dimiliki. Nyatanya, mengatur tingkat stres di dalam tubuh mencegah myasthenia gravis menjadi lebih buruk.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Myasthenia Gravis
UK National Health Service. Diakses pada 2020. Myasthenia Gravis
Conquer Myasthenia Gravis. Diakses pada 2020. What Should You Eat?
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2020. Myasthenia Gravis Fact Sheet
Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia. Diakses pada 2020. Nutrisi dan Myasthenia Gravis