Ad Placeholder Image

5 Tanda-Tanda Awal Menopause yang Perlu Diketahui

9 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG 13 Agustus 2026

Gejala menopause mungkin berbeda pada setiap wanita, jadi sangat penting untuk mengetahuinya dan bagaimana mengatasinya.

5 Tanda-Tanda Awal Menopause yang Perlu Diketahui5 Tanda-Tanda Awal Menopause yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Menopause merupakan kondisi ketika seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Seorang wanita disebut memasuki masa menopause ketika tidak lagi mengalami siklus haid, dalam waktu kurang lebih 12 bulan secara berurutan.

Menopause biasanya terjadi pada wanita memasuki usia 40 sampai 50 tahun. Ketika masa ini terjadi, seorang wanita tidak lagi bisa mendapatkan kehamilan secara alami. Ini karena indung telur atau ovarium tidak lagi memproduksi dan melepas sel telur.

Sebelum memasuki masa menopause, biasanya akan muncul beberapa gejala atau ciri-ciri menopause yang umum terjadi.

Gejala Menopause yang Perlu Diketahui

Beberapa wanita tidak menunjukkan adanya gejala sebelum memasuki masa menopause

Meski begitu, banyak pula wanita yang merasakan adanya gejala menjelang akhir periode menstruasi dan menjelang masa menopause.

Sebenarnya, gejala atau ciri-ciri menopause sudah mulai terlihat ketika wanita sedang berada pada masa perimenopause.

Ini adalah masa transisi yang berlangsung selama beberapa tahun sebelum memasuki masa menopause. 

Ketika sedang berada pada fase ini, ovarium telah mulai mengalami penurunan produksi hormon estrogen.

Biasanya, fase perimenopause terjadi selama kurang lebih 4 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi lebih singkat atau justru lebih lama. 

Adapun gejala atau ciri-ciri menopause yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Haid tidak teratur

Menjelang masa menopause, seorang wanita bisa saja mengalami perubahan siklus haid. 

Ciri-ciri menopause yang satu ini bisa berupa menstruasi yang berubah atau menjadi tidak teratur.

Haid yang sebelumnya datang secara teratur bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat dengan durasi yang lebih pendek.

Volume darah yang keluar juga bisa lebih sedikit, lebih banyak, atau bahkan hanya berupa flek.

2. Gangguan pada saluran kencing

Ciri-ciri menopause selanjutnya adalah adanya gangguan pada saluran kemih, misalnya sulit menahan kencing atau inkontinensia urine, lebih sering buang air kecil, sampai anyang-anyangan atau nyeri ketika buang air kecil.

Gangguan ini muncul karena jaringan yang terdapat pada saluran kemih dan vagina menjadi lebih tipis dan tidak lagi elastis. 

Lalu, kadar estrogen yang mulai mengalami penurunan memasuki masa menopause, akan membuat wanita menjadi lebih berisiko mengalami infeksi, tak terkecuali infeksi saluran kemih. 

Jika mengalami anyang-anyangan atau nyeri ketika buang air kecil, kamu bisa coba 4 Cara Sederhana Ini untuk Mengatasi Anyang-Anyangan di Rumah untuk mengurangi rasa sakit tersebut.

3. Hot flashes

Sensasi panas atau hot flashes yang terasa pada leher dan wajah serta menjalar hingga tubuh, juga menjadi gejala menopause yang paling sering terjadi.

Beberapa wanita, bahkan mengalami gejala ini lebih dini saat siklus menstruasi masih terjadi. 

Terjadinya hot flashes biasanya secara mendadak dan tidak tahu apa penyebabnya.

Tak hanya sensasi rasa panas, kamu juga akan merasakan gejala lain seperti kemerahan, tubuh mengeluarkan keringat, hingga dada terasa berdebar.

4. Insomnia

Wanita yang memasuki masa menopause juga kerap mengalami insomnia atau sulit tidur.

Ini berkaitan dengan sensasi panas atau hot flashes, terutama pada malam hari yang memang menjadi gejala menopause lainnya. 

Kondisi ini terjadi karena penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen yang terus terjadi selama memasuki awal masa menopause.

Kesulitan tidur juga membuat tidur menjadi tidak berkualitas. Tak heran jika tubuh masih terasa lelah.

5. Vagina menjadi kering

Penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen juga dapat menyebabkan penurunan produksi pelumas vagina sekaligus menjadi tanda dari ciri-ciri menopause. 

Akibatnya, vagina akan menjadi kering, gatal, tidak nyaman, bahkan perih. Kondisi tersebut akan berujung pada rasa nyeri ketika sedang berhubungan intim.

Selain itu, wanita yang masuk pada masa menopause juga mengalami penurunan gairah seksual dan perubahan suasana hati. 

Beberapa gejala atau ciri-ciri menopause lainnya, yaitu berat badan naik, nyeri otot dan sendi, kolesterol meningkat, kulit terlihat kering, hingga perubahan pada bentuk payudara.

Gejala-gejala di atas merupakan gejala normal dari menopause, tetapi tidak menutup kemungkinan muncul gejala lain secara bersamaan. Nah, kamu bisa Hubungi Dokter Ini Jika Menopause Muncul dengan Gejala Lain.

Bagaimana Menghadapi Gejala Menopause yang Menganggu?

Beberapa gejala atau ciri-ciri menopause yang terjadi bisa bersifat sementara dan bisa berkurang dengan sendirinya.

Meski demikian, gejala yang muncul juga bisa cukup berat dan bisa mengganggu aktivitas. 

Apabila kamu merasakan gejala yang cukup mengganggu ketika memasuki masa menopause, beberapa cara berikut ini mungkin bisa membantu:

1. Mengurangi gejala hot flashes

Untuk mengurangi ciri-ciri menopause ini, kamu bisa membuat tubuh lebih sejuk dengan mengonsumsi air dingin atau memakai pakaian yang nyaman dan bisa menyerap keringat. 

Tak hanya itu, hindari konsumsi makanan pedas, minuman atau makanan panas, minuman beralkohol, dan tempat yang memicu peningkatan suhu tubuh. 

2. Meningkatkan kualitas tidur

Untuk meningkatkan kualitas tidur, kamu bisa melakukan olahraga ringan dan relaksasi, misalnya meditasi atau yoga.

Selain itu, kualitas tidur yang baik juga dapat meringankan gejala perubahan suasana hati atau mood swing.

3. Meringankan gejala yang terjadi pada saluran kemih

Kamu bisa melakukan senam kegel agar meringankan gejala tersebut, termasuk inkontinensia urine atau frekuensi berkemih meningkat.

4. Menghindari hubungan seksual yang sakit

Kamu bisa memakai pelumas untuk vagina dengan bahan dasar air supaya terhindar dari rasa sakit sehingga dapat meningkatkan rasa nyaman ketika melakukan hubungan seksual.

Jika gejala atau ciri-ciri menopause seperti gangguan pada saluran kencing, tidak kunjung membaik dan cenderung semakin parah, segera hubungi dokter spesialis kandungan di Halodoc

Rekomendasi Suplemen Terbaik untuk Wanita Menopause

Ini rekomendasi suplemen terbaik untuk wanita meopause yang bisa kamu konsumsi:

Berikut adalah penjelasan singkat beserta nama produk yang dikaitkan dengan manfaat utamanya bagi kesehatan dan kesuburan tubuh:

Hubungi Dokter Obgyn di Halodoc Jika Gejala Menopause Makin Menganggu

Jika gejala menopause yang terjadi semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi dengan dokter melalui layanan Halodoc untuk mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat.

Terlebih jika kamu merasa kamu mengalami menopause dini.

Nah, berikut adalah beberapa dokter berpengalaman yang dapat dihubungi, dan mereka telah menerima rating yang baik dari pasien sebelumnya terkait gangguan menstruasi:

  • dr. Lucia Leonie Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hasanuddin pada 2017. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Cahyawati Arisusilo Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 19 tahun, berhasil lulus dari Universitas Brawijaya Malang pada 2008 dan 2017. Ia kini praktik di Jember, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Effendy Gunawan Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 19 tahun, berhasil lulus dari Universitas Kristen Maranatha (2008) dan Universitas Sam Ratulangi (2018). Ia kini praktik di Tangerang Selatan dan Tangerang, Banten, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dengan menggunakan Halodoc, kamu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja karena dokter tersedia selama 24 jam. 

Tidak perlu khawatir, privasi kamu akan terjamin aman dengan menggunakan layanan Halodoc

Jangan khawatir jika dokter tidak tersedia atau sedang offline saat kamu berkonsultasi, kamu masih dapat membuat janji konsultasi di waktu lain melalui aplikasi Halodoc

Tunggu apalagi? Ayo, pakai Halodoc sekarang juga!

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang! 

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. What Are the Symptoms and Signs of Menopause?
WebMD. Diakses pada 2026. Menopause.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Should Know About Menopause.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Menopause.
National Institute on Aging. Diakses pada 2026. What Is Menopause?

FAQ

1. Bagaimana ciri-ciri wanita yang mau menopause?

Wanita yang mulai memasuki masa perimenopause biasanya mengalami perubahan akibat kadar hormon estrogen dan progesteron yang naik turun. Ciri yang paling sering terlihat adalah pola menstruasi berubah, misalnya siklus menjadi lebih pendek atau lebih panjang, darah haid lebih banyak atau lebih sedikit, atau beberapa kali tidak haid.

Gejala lainnya dapat meliputi:

  • Hot flashes atau rasa panas yang muncul tiba-tiba.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Sulit tidur.
  • Mood mudah berubah atau lebih mudah cemas.
  • Sulit berkonsentrasi (brain fog).
  • Vagina terasa kering.
  • Gairah seksual menurun.
  • Mudah lelah.
  • Sakit kepala atau nyeri sendi pada sebagian wanita.

2. Haid menjelang menopause seperti apa?

Menjelang menopause, haid biasanya menjadi tidak teratur. Jarak antarhaid dapat berubah-ubah, misalnya datang lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Lama dan jumlah darah menstruasi juga dapat berubah.

Sebagian wanita mengalami haid yang lebih sedikit dan singkat, tetapi sebagian lainnya justru mengalami perdarahan yang lebih banyak atau lebih lama. Sesekali melewatkan menstruasi juga dapat terjadi.

Namun, perdarahan yang sangat banyak, berlangsung lebih dari 7 hari, terjadi di antara periode menstruasi, atau muncul setelah 12 bulan tidak haid perlu diperiksakan ke dokter karena tidak selalu disebabkan oleh menopause.

3. Normalnya menopause di usia berapa?

Menopause secara alami umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun, dengan rata-rata sekitar 51 tahun. Seorang wanita dikatakan sudah menopause setelah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain.

Jika menopause terjadi sebelum usia 45 tahun, kondisi tersebut disebut early menopause. Sementara itu, menopause sebelum usia 40 tahun tergolong premature menopause dan sebaiknya mendapat evaluasi medis.