6 Penyebab Kaki Bengkak yang Perlu Diketahui
Kaki bengkak dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Daftar Isi:
- Penyebab Kaki Bengkak yang Perlu Diketahui
- Kaki Bengkak Tapi Tidak Sakit: Apa Penyebabnya?
- Bagaimana Diagnosis Kaki Bengkak Dilakukan?
- Cara Mengatasi Kaki Bengkak
- Tips Mencegah Kaki Bengkak
- Kapan Harus ke Dokter?
Kaki bengkak atau edema ekstremitas bawah adalah kondisi yang terjadi ketika cairan menumpuk di jaringan tubuh bagian bawah, terutama pada tungkai dan pergelangan kaki. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah ringan hingga kondisi medis yang lebih serius.
Pembengkakan bisa terjadi pada satu atau kedua kaki, dan mungkin disertai dengan gejala lain seperti nyeri, kemerahan, atau kesulitan berjalan.
Penyebab Kaki Bengkak yang Perlu Diketahui
Berikut adalah beberapa penyebab umum kaki bengkak:
- Cedera Kaki: Keseleo atau patah tulang bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan.
- Terlalu Lama Berdiri atau Duduk: Gravitasi dapat menyebabkan penumpukan cairan di kaki.
- Kehamilan: Perubahan hormonal dan peningkatan volume darah selama kehamilan dapat menyebabkan kaki bengkak.
- Konsumsi Garam Berlebih: Natrium menyebabkan tubuh menahan air, yang dapat menyebabkan pembengkakan.
- Efek Samping Obat-obatan: Beberapa obat, seperti obat antihipertensi dan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dapat menyebabkan efek samping berupa kaki bengkak.
- Kelebihan Berat Badan: Obesitas dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah kaki, menyebabkan pembengkakan. Mau tahu obat untuk menurunkan berat badan? Ini pilihannya: Ini 5 Rekomendasi Obat Diet yang Ampuh dan Aman untuk Turunkan Berat Badan
Kaki Bengkak Tapi Tidak Sakit: Apa Penyebabnya?
Kaki bengkak yang tidak disertai rasa sakit bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda dari penyebab kaki bengkak pada umumnya. Berikut adalah beberapa penyebab potensial:
- Insufisiensi Vena Kronis: Kondisi ini terjadi ketika katup di pembuluh darah vena kaki melemah, menyebabkan darah menggenang di kaki.
- Limfedema: Gangguan pada sistem limfatik dapat menyebabkan penumpukan cairan limfatik di kaki.
- Hipotiroidisme: Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan akumulasi zat mukopolisakarida di jaringan (miksedema) yang menimbulkan pembengkakan tidak hanya di kaki, tetapi juga pada wajah dan tangan.
- Penyakit Ginjal: Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh.
- Penyakit Jantung: Gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan di kaki dan bagian tubuh lainnya.
Apa saja obat untuk mengatasi kaki bengkak? Baca di sini: Ini Rekomendasi Obat Kaki Bengkak yang Ampuh
Bagaimana Diagnosis Kaki Bengkak Dilakukan?
Untuk mendiagnosis penyebab kaki bengkak, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan. Dokter mungkin juga akan melakukan tes tambahan, seperti:
- Tes Darah: Untuk memeriksa fungsi ginjal, hati, dan tiroid.
- Urinalisis: Untuk memeriksa fungsi ginjal dan mendeteksi protein dalam urine.
- Elektrokardiogram (EKG): Untuk memeriksa fungsi jantung.
- USG Doppler: Untuk memeriksa aliran darah di pembuluh darah kaki.
Cara Mengatasi Kaki Bengkak
Pengobatan kaki bengkak tergantung pada penyebabnya. Beberapa langkah umum yang dapat membantu mengurangi pembengkakan meliputi:
- Meninggikan Kaki: Angkat kaki di atas jantung selama 30 menit beberapa kali sehari.
- Kurangi Konsumsi Garam: Batasi asupan natrium untuk mengurangi retensi cairan.
- Olahraga Teratur: Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah.
- Kenakan Stoking Kompresi: Stoking kompresi dapat membantu meningkatkan aliran darah balik ke jantung.
Kaki bengkak akibat asam urat, apa yang harus dilakukan? Baca di sini: Kata Dokter: Bolehkah Kompres Kaki Bengkak Akibat Asam Urat?
Tips Mencegah Kaki Bengkak
Berikut adalah beberapa tips untuk membantu mencegah kaki bengkak:
- Hindari Terlalu Lama Berdiri atau Duduk: Jika pekerjaanmu mengharuskan untuk berdiri atau duduk dalam waktu yang lama, cobalah untuk beristirahat sejenak dan bergerak setiap 30 menit.
- Jaga Berat Badan Ideal: Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan dapat membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah kaki.
- Konsumsi Makanan Sehat: Diet rendah garam dan kaya kalium dapat membantu mengurangi retensi cairan.
- Periksa Kaki Secara Teratur: Periksa kaki secara teratur untuk melihat adanya luka, lecet, atau perubahan warna kulit.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika kaki bengkak:
- Terjadi secara tiba-tiba dan tanpa penyebab yang jelas.
- Disertai dengan nyeri dada, sesak napas, atau pusing.
- Tidak membaik setelah melakukan perawatan di rumah.
- Terjadi pada satu kaki saja.
- Disertai dengan luka atau infeksi pada kaki.
Bila kaki bengkak tak kunjung membaik, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


