• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 9 Tanda Batuk yang Berbahaya pada Anak

9 Tanda Batuk yang Berbahaya pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc,  Jakarta – Ibu, sebaiknya jangan sepelekan kondisi batuk yang dialami anak. Batuk menjadi salah satu penyakit yang cukup sering menyerang anak-anak. Meskipun batuk yang ringan dapat hilang dengan sendirinya, bukan berarti ibu boleh menganggap remeh kondisi batuk pada anak.


Baca juga: Batuk Parah pada Anak 3 Tahun, Waspada Croup


Bila anak batuk dan disertai oleh gejala lain, maka ada kemungkinan kondisi tersebut menjadi tanda dari suatu penyakit tertentu. Maka dari itu, ibu harus tahu beberapa tanda batuk yang berbahaya pada anak untuk mendapatkan penanganan dini. Untuk lebih lengkapnya, baca ulasan lebih lengkapnya di sini!


Ibu, Perhatikan Tanda Batuk Berbahaya pada Anak


Saat anak terserang batuk, hal ini bisa terjadi karena lapisan tenggorokan mengalami iritasi. Hal ini sering terjadi saat anak sedang sakit atau tubuhnya melawan penyakit yang menghasilkan banyak dahak. Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), batuk yang dialami oleh anak umumnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan benda asing yang berada pada saluran napas. 


Batuk dapat hilang dengan sendirinya jika rangsangan reseptor penyebab batuk juga menghilang. Namun, sebaiknya ibu juga perlu mengetahui beberapa tanda dari batuk yang berbahaya pada anak dengan melihat kondisinya. Nah, kondisi yang dapat menjadi tandanya, antara lain:


  • Kesulitan bernapas.
  • Tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
  • Warna bibir dan ujung kuku berubah menjadi pucat atau kebiruan.
  • Batuk disertai dengan muntah.
  • Mengeluarkan dahak atau air liur yang cukup banyak.
  • Anak terlihat kesakitan pada bagian dada atau bagian tubuh yang lain.
  • Mengalami batuk darah.
  • Demam hingga lebih dari 38 derajat Celsius.
  • Memiliki usia di bawah 4 bulan.


Kondisi tersebut merupakan beberapa tanda batuk yang cukup berbahaya pada anak-anak. Jika anak mengalami beberapa kondisi tersebut ketika batuk, periksakan kondisi kesehatan anak pada rumah sakit terdekat untuk mengetahui penyebab batuk pada anak.


Baca juga: Kenali 6 Jenis Batuk yang Dapat Terjadi pada Anak


Berikut ini penjelasan beberapa kategori batuk yang dapat berbahaya bagi anak:


Batuk yang Disertai Sesak Napas


Batuk yang terjadi terus-menerus atau batuk terlalu keras bisa membuat Si Kecil menjadi sesak napas. Ciri-ciri anak yang sesak napas saat membuat suara tertentu ketika menarik napas atau mengeluarkan suara yang keras ketika tidur. Anak yang kesulitan bernapas juga ditandai dengan meningkatnya jumlah gerakan napas.


Penyebab kondisi batuk seperti ini biasanya adalah karena virus yang menyebabkan radang pada kotak suara dan batang tenggorokan. Batuk yang sampai menyebabkan sesak napas bisa dialami Si Kecil pada usia sekitar enam bulan sampai tiga tahun yang biasanya terjadi ketika Si Kecil mengalami demam.


Hal ini dapat menjadi tanda batuk yang berbahaya pada anak sehingga pertolongan segera perlu dilakukan. Ibu bisa memberikan pertolongan pertama pada Si Kecil dengan cara mengajaknya menghirup uap air panas selama 15 hingga 20 menit. Cara ini dapat membantu menghangatkan dan membuka saluran napas Si Kecil, sehingga dia bisa bernapas kembali.


Batuk Kering yang Semakin Parah di Malam Hari


Ada juga kondisi batuk pada anak yang bisa semakin parah di malam hari atau saat suhu udara lebih dingin. Biasanya batuk seperti ini disebabkan oleh asma, yaitu kondisi kronis di mana saluran udara di paru-paru menyempit dan meradang, sehingga paru-paru menghasilkan lendir. Akibatnya, timbul rasa gatal yang menyebabkan Si Kecil batuk-batuk.


Batuk Berdahak Disertai Pilek


Tanda batuk yang berbahaya lainnya pada anak adalah terjadinya batuk berdahak. Cara ini dilakukan agar tubuh dapat mengeluarkan dahak dari paru-paru. Maka dari itu, batuk berdahak lebih membebani area dada. Umumnya batuk berdahak pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri.


Namun, bila batuk berdahak yang dialami Si Kecil juga disertai dengan gejala lain, seperti pilek, sakit tenggorokan, mata berair, serta nafsu makan menurun, maka ibu perlu berhati-hati. Gangguan batuk yang disertai pilek paling sering terjadi saat cuaca sedang dingin yang bisa berlangsung selama satu sampai dua minggu.


Baca juga: Masih Masa Pertumbuhan, Mengapa Anak Sering Flu dan Batuk?


Batuk Disertai Demam


Jangan sepelekan batuk yang disertai dengan demam. Pasalnya, batuk yang disertai demam selama beberapa hari bisa membuat suara anak menjadi serak dan ritme napasnya meningkat. Selain itu, masalah ini dapat menjadi ciri-ciri dari penyakit Bronkiolitis. Bronkiolitis merupakan infeksi yang terjadi pada bronkiolus atau saluran terkecil di paru-paru. Saat saluran ini membengkak dan penuh dengan lendir, Si Kecil akan kesulitan bernapas.


Maka dari itu, saat anak mengalami batuk disertai dengan demam, ibu harus berhati-hati dan segera memeriksakannya karena mungkin saja menjadi tanda dari batuk yang berbahaya pada anak. Masalah ini lebih sering terjadi saat memasuki musim hujan ketika udara sedang dingin. Dengan mengetahui risikonya, ibu bisa mencegahnya sebelum terjadi.


Pemeriksaan terkait batuk pada anak perlu dilakukan jika sudah dirasa tidak normal. Memang, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah memperbanyak istirahat dan membuat tubuh tetap terhidrasi. Apabila keadaannya tidak juga membaik setelah beberapa hari, ada baiknya segera memeriksakan diri pada dokter dari Halodoc.


Referensi:
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2021. Batuk: Lawan atau Kawan?
Web MD. Diakses pada 2021. Children’s Cough: Causes and Treatment.
Kids Health. Diakses pada 2021. Coughing.