• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Dampak Kesehatan Akibat Albinisme?

Adakah Dampak Kesehatan Akibat Albinisme?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Albinisme menyebabkan pengidapnya terlihat “berbeda” dari orang kebanyakan. Kondisi ini terjadi karena ada kelainan yang terjadi pada produksi melamin. Kelainan itu menyebabkan seseorang kekurangan atau bahkan tidak memiliki pigmen melanin, yaitu pigmen yang berperan dalam menentukan warna kulit, rambut, serta iris mata. 

Hal itu yang menyebabkan pengidap albinisme bisa dikenali dari warna rambut dan kulit yang terlihat putih atau pucat. Selain menyebabkan penampilan yang berbeda, kondisi ini ternyata juga bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari masalah penglihatan, kanker kulit, hingga depresi akibat stres. Biar lebih jelas, simak pembahasan soal dampak kesehatan akibat albino bisa dibaca di bawah ini!

Baca juga: 3 Komplikasi yang Terjadi pada Pengidap Albino

Gangguan Kesehatan Akibat Albino

Kelainan ini bisa terjadi pada siapa saja dan dari etnis mana pun di dunia. Albinisme disebabkan oleh kelainan pigmen melanin dalam tubuh. Pigmen ini berperan dalam menentukan warna kulit, rambut, dan iris (selaput pelangi) mata. 

Selain itu, melanin juga berperan dalam perkembangan saraf optik yang memengaruhi fungsi penglihatan. Hal itu yang menyebabkan gangguan penglihatan lebih rentan terjadi pada pengidap albinisme. 

Ada beberapa tanda penurunan fungsi penglihatan yang bisa terjadi karena albinisme. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi penglihatan karena masalah pada retina, nistagmus, mata lebih sensitif pada cahaya, rabun dekat, mata juling, mata silinder, rabun jauh, hingga yang paling parah adalah kebutaan. Selain pada penglihatan, gangguan kesehatan yang lebih parah juga bisa terjadi, yaitu kanker kulit. 

Terlalu sering terkena paparan sinar matahari pada pengidap albinisme bisa berujung pada komplikasi yang benar-benar serius, yaitu kanker kulit. Kekurangan melanin menyebabkan tubuh tidak dapat “berdamai” dengan sinar matahari. Dalam kondisi normal, melanin juga memiliki peran dalam melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB yang ada pada sinar matahari.

Albinisme juga bisa meningkatkan risiko stres dan depresi pada pengidapnya. Hal itu terjadi karena penampilan pengidap penyakit ini yang berbeda dan tak jarang memicu gangguan pada kualitas hidupnya. Orang dengan albinisme juga seringnya memiliki perasaan rendah diri. Dalam beberapa kasus, orang dengan penyakit ini juga mungkin mengalami perundungan alias bullying dari orang sekitar. 

Baca juga: Albinisme Bisa Pengaruhi Kemampuan Melihat

Penyebab dan Pengobatan Albinisme 

Gangguan albinisme terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang bertugas membantu produksi melanin. Perubahan dan gangguan tersebut terjadi pada sel-sel melanosit yang terdapat di dalam mata dan kulit. Hal itu kemudian menyebabkan terganggunya produksi pigmen melanin, bisa kurang atau tidak diproduksi sama sekali.

Sayangnya, kelainan ini tidak bisa diobati. Meski begitu, albinisme tidak menghalangi pengidapnya untuk menjalani hidup secara normal. Albinisme juga tidak dapat dicegah, risikonya menjadi lebih tinggi pada  orang yang memiliki riwayat gangguan ini dalam keluarga. 

Maka dari itu, jika kamu memiliki riwayat keluarga mengidap kelainan ini, coba lakukan konsultasi dengan ahli genetika untuk melihat peluang kondisi ini diturunkan pada anak, cucu, atau keturunan selanjutnya. 

Baca juga: 3 Penyebab Anak Terlahir Albino

Cari tahu lebih lanjut seputar albinisme dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Sampaikan juga pertanyaan seputar masalah kesehatan dan keluhan yang dialami melalui Halodoc. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Albinism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Albinism.
Healthline. Diakses pada 2020. Albinism.
Web MD. Diakses pada 2020. What is Albinism?