• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Efek Samping dari Pengobatan Neuroblastoma?

Adakah Efek Samping dari Pengobatan Neuroblastoma?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Penyakit kanker tentunya menjadi salah satu penyakit yang cukup dihindari oleh banyak orang. Penyakit kanker umumnya terjadi akibat adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal sehingga menyebabkan sel kanker. Dilansir dari Yayasan Kanker Indonesia, penyakit kanker dapat dialami oleh berbagai organ tubuh dan menyebar pada bagian tubuh sehingga dapat sebabkan kematian.

Baca juga: Rentan Menyerang Anak-Anak, Ini yang Disebut Neuroblastoma

Tidak hanya pada orang dewasa, anak-anak rentan mengalami kondisi kanker pada sel saraf yang belum maksimal pertumbuhannya. Kanker yang rentan dialami oleh anak dikenal dengan neuroblastoma. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan oleh anak yang mengidap neuroblastoma. Sebaiknya orangtua ketahui efek samping yang dialami anak ketika melakukan pengobatan neuroblastoma.

Efek Samping Pengobatan Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah salah satu jenis kanker yang cukup langka dan banyak dialami oleh anak-anak. Penyakit kanker neuroblastoma berkembang pada neuroblast atau sel-sel saraf pada anak yang belum matang. Neuroblast atau sel saraf pada anak seharusnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, pada kasus neuroblastoma, neuroblast malah membentuk benjolan padat seperti tumor. Neuroblastoma pada anak umumnya terjadi pada kelenjar adrenal atau jaringan saraf tulang belakang. 

Tanda dari penyakit neuroblastoma berbeda dan disesuaikan dengan lokasi tubuh yang mengalami kondisi ini. Dilansir Mayo Clinic, umumnya neuroblastoma yang dialami pada bagian perut akan menyebabkan anak mengalami nyeri perut, konstipasi, perut membengkak, dan perubahan tekstur kulit pada area perut yang menjadi lebih tebal. Neuroblastoma yang dialami pada bagian dada sebabkan anak mengalami nyeri dada, sesak napas, dan perubahan pada bentuk mata.

Penyakit neuroblastoma yang tidak segera diatasi dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan pada anak, seperti penyebaran sel kanker pada organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, sumsum tulang, hati, kulit, serta tulang. Tidak hanya itu, kompresi sumsum tulang belakang juga dapat dialami ketika neuroblastoma tidak diatasi dengan tepat. Hal ini disebabkan tumor yang tumbuh dan menekan sumsum tulang belakang. 

Pemeriksaan yang dilakukan pada anak akan memastikan pengobatan yang perlu dijalankan oleh anak. Pengidap neuroblastoma dapat melakukan pengobatan dengan melakukan operasi untuk mengatasi neuroblastoma yang belum menyebar. Kemoterapi dapat diatasi ketika neuroblastoma sudah cukup besar dan mulai menyebar, dan radioterapi yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker.

Baca juga: Harus Tahu, Inilah 4 Stadium Neuroblastoma

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi neuroblastoma dapat sebabkan efek samping pada anak-anak, seperti:

1. Gangguan Kardiovaskular

Anak rentan mengalami kondisi gangguan kardiovaskular saat ia menjalani pengobatan kemoterapi. Pengobatan ini meningkatkan anak mengalami masalah jantung, termasuk melemahnya otot jantung.

2. Gangguan Pendengaran

Beberapa jenis obat yang digunakan dalam pengobatan neuroblastoma dapat tingkatkan risiko gangguan pendengaran pada anak. Tidak ada salahnya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran pada anak yang telah menjalankan pengobatan neuroblastoma.

3. Gangguan Ginjal

Transplantasi sumsum tulang belakang yang dilakukan untuk pengobatan neuroblastoma nyatanya meningkatkan risiko anak alami gangguan ginjal. Umumnya, dokter melakukan tes darah atau tes urine untuk memantau fungsi ginjal.

4. Perubahan Hormon

Anak yang sering melakukan terapi radiasi untuk pengobatan neuroblastoma akan dipantau pertumbuhan dan perkembangannya ketika anak-anak mengalami penundaan masa pubertas akibat terapi radiasi yang dijalankan.

Baca juga: Mengidap Neuroblastoma, Tubuh Akan Mengalami Ini

Itulah efek samping yang bisa dialami anak akibat pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi neuroblastoma. Tidak ada salahnya untuk mendampingi anak dengan neuroblastoma agar pengobatan yang dilakukan dapat membuat kondisi tubuh anak segera pulih.

Referensi:
Cancer. Diakses pada 2020. Neuroblastoma-Childhood: Follow-Up Care
Neuroblastoma Australia. Diakses pada 2020. Treatment and Side Effect
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Neuroblastoma
Yayasan Kanker Indonesia. Diakses pada 2020. Tentang Kanker