• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Kecanduan Alkohol Berisiko Terkena Sindrom Mallory Weiss

Alasan Kecanduan Alkohol Berisiko Terkena Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Semua orang tahu jika mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol secara berlebihan dapat memberikan banyak dampak buruk pada tubuh. Beberapa orang mungkin mengalami kecanduan alkohol sehingga sulit untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah sindrom Mallory Weiss. Namun, bagaimana hubungan antara kedua gangguan ini dapat terjadi? Ketahui selengkapnya di bawah ini!

 

Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Sindrom Mallory Weiss

 

Sindrom Mallory Weiss adalah terjadinya robekan pada jaringan atau selaput lendir tempat titik temu antara kerongkongan dan lambung, yang disebut juga sambungan gastroesofagus. Robekan ini dapat menyebabkan perdarahan yang ringan hingga parah melalui saluran pencernaan. Segala hal yang dapat menyebabkan muntah hebat dapat menimbulkan robekan. Meski begitu, gangguan ini juga dapat disebabkan oleh kecanduan terhadap alkohol.

 

Namun, apa alasan dibalik terlalu banyak konsumsi alkohol terhadap robekan pada jaringan sambung gastroesofagus?

 

Faktanya, seseorang yang mengidap sindrom Mallory Weiss terjadi akibat muntah yang parah dan salah satunya karena konsumsi alkohol yang berlebihan. Seseorang yang kesulitan mengatasi kecanduan akibat alkohol ini dapat memicu terjadinya muntah yang berkepanjangan. Hal ini dapat terjadi karena penumpukan zat keton di dalam darah yang menyebabkan gangguan metabolisme dan juga masalah muntah yang parah.

 

Selain itu, seseorang yang memiliki masalah kecanduan alkohol juga berisiko mengidap sindrom Mallory Weiss. Seseorang dengan kelainan alkohol kronis dapat merusak lapisan mukosa lambung dan merangsang sekresi asam lambung sehingga dapat melemahkan dinding arteriol, bahkan naik ke sambungan gastroesofagus. Hal ini juga dapat terjadi pada seseorang dengan penyakit maag atau GERD.

 

Kelainan ini terjadi ketika muncul robekan pada bagian kerongkongan yang berbatasan dengan lambung. Jika mengalaminya, beberapa gejala yang dapat timbul adalah muntah dan buang air besar yang mengeluarkan darah. Memang, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya sekitar 10 hari tanpa memerlukan penanganan khusus. Namun jika perdarahan terjadi terus-menerus, maka kamu harus segera mendapatkan penanganan. 

 

Baca juga: Konsumsi Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

 

Gejala dan Komplikasi Sindrom Mallory Weiss

 

Sayangnya, sindrom ini tidak selalu menunjukkan gejala, terlebih apabila tingkatannya masih terbilang ringan. Jika sudah parah, gejala yang biasa muncul, seperti muntah disertai darah atau serpihan yang mirip dengan bubuk kopi, buang air besar berdarah atau berwarna gelap, nyeri pada ulu hati, pusing, lemas, sesak napas, wajah menjadi lebih pucat, bahkan pingsan. 

 

Baca juga: Enggak Minum Alkohol, Mungkinkah Terkena Perlemakan Hati?

 

Jika tidak segera diatasi, komplikasi yang terjadi sebagai akibat dari sindrom Mallory-Weiss yang tidak ditangani terbilang cukup serius. Perdarahan yang terjadi bisa membuat seseorang mengalami anemia, syok hipovolemik, hipoksia, hingga kematian. Namun, tindakan pengobatan yang dilakukan juga tidak lepas dari risiko dan efek samping. Jadi, pastikan kamu sudah bertanya terlebih dulu dengan dokter. 

 

Pengobatan dan Pencegahan Sindrom Mallory Weiss

 

Pada kebanyakan kasus, perdarahan yang disebabkan oleh sindrom Mallory Weiss dapat berhenti tanpa dilakukan pengobatan. Namun, jika masalah ini terus terjadi, pengobatan yang dapat dilakukan adalah menambal lesi yang terbentuk dengan panas atau bahan kimia (kauterisasi) atau arus listrik dengan frekuensi tinggi (elektrokoagulasi). Selain itu, konsumsi beberapa obat untuk mengurangi produksi asam lambung juga diperlukan.

 

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya sindrom Mallory-Weiss adalah berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Gantilah dengan perbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya robekan pada kerongkongan. Perbanyak istirahat dan kurangi begadang. Perbanyak konsumsi makanan sehat dan hindari makanan yang bisa memicu terjadinya luka pada saluran pencernaan bagian atas, seperti kerupuk, kacang, dan makanan dengan rasa pedas. Jangan lupa, biasakan berolahraga, ya!

 

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

 

Kamu juga bisa mendapatkan obat-obatan yang berguna untuk mengurangi produksi asam lambung setelah berdiskusi dengan dokter dari Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, semua obat yang kamu butuhkan untuk lebih sehat dapat dipesan dan langsung diantarkan ke depan rumah. Nikmati kemudahan dalam akses kesehatan hanya dengan penggunaan gadget di tangan!

 

 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.
Drugs. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.
Medscape. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.