• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alergi Seafood Bisa Sebabkan Biduran, Ini Penjelasannya

Alergi Seafood Bisa Sebabkan Biduran, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Alergi makanan merupakan kondisi yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menganggap protein dalam makanan sebagai ancaman. Saat hal tersebut terjadi, tubuh meresponnya dengan melepaskan immunoglobulin E (IgE), guna menetralisir pemicu alergi (alergen) di dalam makanan tersebut.

Saat pengidap alergi mengonsumsi makanan yang sama di kemudian hari, maka IgE akan mengeluarkan senyawa histamin ke aliran darah yang memicu munculnya gejala alergi. Salah satu makanan yang sering memicu alergi adalah seafood, di mana biduran merupakan salah satu gejala yang tampak. Ini penjelasan mengenai kaitan keduanya.

Baca juga: Awas, 4 Hal Ini Picu Sesak Napas Setelah Makan

Biduran Menjadi Salah Satu Gejala Alergi Makanan 

Biduran merupakan reaksi kulit yang ditandai dengan bentol berwarna kemerahan, disertai dengan rasa gatal. Gejala alergi makanan yang satu ini biasanya muncul di seluruh bagian tubuh dengan ukuran yang berbeda-beda. Dalam kasus yang ringan, gejala yang muncul dapat hilang dengan sendirinya atau mereda setelah mengonsumsi obat-obatan.

Namun dalam kasus yang parah, biduran dapat menetap pada kulit selama berminggu-minggu. Kondisi inilah yang disebut dengan biduran kronis. Pada pengidap alergi seafood, biduran merupakan reaksi normal yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh merespon protein yang terkandung dalam seafood. Selain biduran, berikut ini beberapa gejala biduran lainnya:

  • Kulit gatal dan kering;
  • Sakit perut atau diare;
  • Mual dan muntah;
  • Hidung tersumbat;
  • Mengi dan sesak napas;
  • Sakit kepala;
  • Pingsan;
  • Pembengkakan di bibir, wajah, lidah, atau tenggorokan.

Pada kondisi tertentu, gejala alergi seafood bisa muncul dengan sangat parah, dan membahayakan nyawa pengidapnya. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah syok anafilaktik, yang merupakan kondisi gawat darurat medis dan harus segera mendapat penanganan di rumah sakit terdekat. Berikut ini sejumlah gejala alergi berat:

  • Pembengkakan pada tenggorokan;
  • Kesulitan menelan;
  • Penurunan tekanan darah;
  • Sakit kepala sampai hilang kesadaran.

Baca juga: Alergi Parah Bisa Sebabkan Keracunan Makanan, Benarkah?

Bagaimana Cara Mencegah Alergi Seafood?

Langkah mencegah muncul gejala alergi makanan laut yang paling efektif adalah dengan menghindari konsumsi makanan tersebut. Selain itu, jangan sembarangan saat ingin mengonsumsi makanan dengan melakukan sejumlah langkah berikut ini:

  • Membaca label kemasan. Sebelum membeli, lakukan langkah yang satu ini, ya. Produk makanan atau obat bisa saja terkontaminasi makanan laut saat proses produksi.
  • Cari tahu bahan makanan. Jika ingin memesan makanan di restoran, tidak ada salahnya untuk menanyakan bahan makanan yang dipesan. Pastikan juga peralatan masak tidak digunakan untuk memasak makanan laut.
  • Hindari tempat jualan makanan laut. Sebisa mungkin menghindari tempat pengolahan atau penyajian makanan laut, guna mencegah munculnya gejala alergi makanan tersebut. Gejala pada pengidap alergi seafood dapat dengan mudah muncul hanya berdekatan dengan menghirup uap masakan.

Baca juga: Jangan Percaya 4 Mitos Alergi Makanan Ini

Itulah sejumlah gejala alergi makanan laut dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut. Sebisa mungkin hindari pemicunya, ya. Pasalnya jika gejala parah dibiarkan, kehilangan nyawa adalah komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi. Jika kamu mengalami sejumlah gejala ringan, silakan diskusikan hal ini dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Shellfish Allergy.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Seafood Allergies: Fact vs. Fiction.
Healthline. Diakses pada 2020. Shellfish Allergies.
WebMD. Diakses pada 2020. Seafood Allergies Common for Adults.