• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Demam setelah Imunisasi DPT, Ini yang Harus Dilakukan

Anak Demam setelah Imunisasi DPT, Ini yang Harus Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Imunisasi DPT adalah salah satu rangkaian imunisasi yang wajib diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit seperti difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Umumnya mereka mendapatkan 5 dosis imunisasi DPT, yakni pada saat usianya 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15–18 bulan, dan  4–6 tahun. Saat anak dijadwalkan untuk mendapatkan imunisasi ini, maka orangtua harus waspada. Pasalnya imunisasi DPT bisa sebabkan efek samping, seperti demam

Saat demam, biasanya anak jadi rewel dan membuat orangtua agak panik. Selain itu, imunisasi DPT juga dapat sebabkan efek samping lain, seperti kelelahan, kehilangan selera makan, dan muncul tanda kemerahan atau pembengkakan di daerah di mana suntikan diberikan. 

Baca juga: Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Imunisasi?

Mengatasi Demam pada Anak Usai Imunisasi DPT

Meskipun demam dan kejang adalah efek samping yang jarang terjadi, tetapi orangtua harus terus memantau kondisi anak setelah mendapatkan vaksin ini. Untuk rasa sakit dan demam, kamu bisa tanyakan pada dokter melalui fitur chat di Halodoc. Kamu bisa tanyakan apakah perlu memberikan asetaminofen atau ibuprofen, dan dosis yang tepat untuk mereka. 

Sementara, pegal-pegal, kemerahan, dan pembengkakan pada area bekas suntik bisa diatasi dengan menggunakan kain hangat, lembap, atau bantalan khusus di tempat suntikan. Ini membantu mengurangi rasa sakit, karena efeknya dapat membuat anak kembali bisa menggerakkan tangannya.

Namun, anak perlu segera dilarikan ke rumah sakit jika muncul gejala berat usai imunisasi. Gejala tersebut bisa meliputi kejang, demam di atas 40,5 derajat Celcius, kesulitan bernapas, tanda-tanda reaksi alergi, syok atau pingsan, atau menangis tidak terkendali selama lebih dari 3 jam. Tindakan yang tepat oleh dokter akan mencegah komplikasi yang tidak diharapkan.

Baca juga: Alasan Anak Demam Setelah Imunisasi

Pertimbangan Sebelum Melakukan Imunisasi

Imunisasi DPT adalah imunisasi yang hanya bisa diberikan kepada anak di bawah usia 7 tahun. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, tidak semua anak cocok dengan vaksin ini dan beberapa anak bisa menerima dosis vaksin berbeda. 

Pada beberapa kasus, dokter dapat memutuskan untuk menunda imunisasi DPT anak untuk beberapa alasan. Anak-anak dengan penyakit ringan, seperti pilek, masih diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi. Namun, anak-anak yang sakit sedang atau parah harus menunggu sampai mereka pulih sebelum mendapatkan vaksin ini. 

Pastikan juga orangtua mendiskusikan hal dengan dokter jika anak memiliki salah satu dari gejala berikut ini setelah mendapatkan imunisasi DPT sebelumnya:

  • Muncul reaksi alergi yang serius;

  • Masalah otak atau sistem saraf, seperti koma atau kejang;

  • Sindrom Guillain-Barré;

  • Sakit parah atau bengkak pada seluruh lengan atau kaki;

  • Demam hingga 40,5 derajat Celcius atau lebih tinggi selama 2 hari pertama setelah suntikan;

  • Pingsan atau syok selama 2 hari pertama setelah mendapat suntikan;

  • Menangis tidak terkendali yang berlangsung lebih dari 3 jam selama 2 hari pertama setelah mendapat suntikan.

Pada kasus ini, dokter dapat memutuskan untuk hanya memberikan vaksin parsial atau tanpa vaksin. Atau juga bisa memberikannya atau tidak tergantung apakah manfaat vaksinasi anak lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi. 

Baca juga: 10 Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Vaksin

Itulah hal yang perlu kamu tahu seputar imunisasi DPT. Jika kamu membutuhkan informasi tambahan, jangan ragu untuk chat dokter spesialis anak di aplikasi Halodoc

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Your Child's Immunizations: Diphtheria, Tetanus & Pertussis Vaccine (DTaP).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. DTaP (Diphtheria, Tetanus, Pertussis) VIS.