• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Terkena Campak, Bolehkah Tidur di Ruangan AC?

Anak Terkena Campak, Bolehkah Tidur di Ruangan AC?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Seperti yang sudah diketahui bersama, campak merupakan infeksi virus paramyxovirus yang rentan menyerang anak-anak. Virusnya sendiri dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan pengidap, atau terhirup lewat partikel air liur yang menyebar di udara. Sebelum vaksin campak diwajibkan untuk anak, penyakit ini menjadi penyebab 2,6 juta kematian anak setiap tahunnya. Salah satu langkah mengatasi campak pada anak adalah mengistirahatkan anak tidur di ruangan yang nyaman. Apakah ruangan ber-AC diperbolehkan? Simak penjelasannya di sini!

Baca juga: Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Tidur di Ruangan AC Mampu Mengatasi Campak pada Anak

Meskipun dapat menyerang orang dewasa, tetapi campak menjadi salah satu penyakit yang sangat umum dialami oleh anak-anak. Apalagi jika orang dewasa tersebut belum pernah mengalami campak sebelumnya. Dalam intensitas yang ringan, campak biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari. Lantas, apakah pengidap campak boleh tidur di ruangan AC? Hal ini tergantung masing-masing tubuh pengidap.

Salah satu langkah mengatasi campak pada anak adalah beristirahat di ruang yang nyaman. Hal ini bertujuan untuk membantu sistem kekebalan tubuh agar tetap dalam kondisi yang prima. Jika menurut mereka menggunakan AC menimbulkan rasa nyaman, boleh-boleh saja digunakan. Untuk mempercepat proses penyembuhannya, jangan lupa gunakan humidifier untuk mengurangi batuk dan nyeri tenggorokan.

Jika tidak memilikinya di rumah, ibu bisa menggunakan semangkuk air hangat yang telah dicampur satu sendok teh perasan air lemon, dan dua sendok madu. Letakkan saja di dekat Si Kecil, tetapi jangan sampai tersenggol. Langkah mengatasi campak pada anak tidak sampai di situ saja, ibu bisa melakukan beberapa langkah berikut ini guna mempercepat proses penyembuhannya:

  • Banyak minum air putih. Minuman 6–8 gelas per hari. Gunanya adalah untuk mencegah dehidrasi.
  • Berikan vitamin A. Gunanya adalah untuk mencegah komplikasi campak.
  • Bersihkan kotoran mata dengan kain bersih dan hangat secara teratur.
  • Jika ayah merokok, jangan lakukan hal tersebut depan anak.

Jika sejumlah komplikasi muncul, pemberian antibiotik diperlukan. Perlu diketahui jika infeksi campak disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak berguna pada untuk mengatasinya. Meskipun sejauh ini infeksi campak dapat hilang dengan sendirinya tanpa komplikasi, tetapi ibu disarankan untuk melakukan sejumlah langkah tersebut, guna mencegah terjadinya penularan virus pada anak lainnya.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Campak Diperiksakan ke Dokter?

Ibu, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Saat anak terinfeksi virus campak, gejala biasanya muncul sekitar 1–2 minggu setelah terinfeksi. Berikut ini beberapa gejala awal yang perlu diperhatikan:

  • Demam hingga 40 derajat Celsius;
  • Mata merah dan berair;
  • Pilek;
  • Bersin-bersin;
  • Batuk kering;
  • Sensitif terhadap cahaya;
  • Mudah lelah;
  • Penurunan nafsu makan.

Setelah gejala awal muncul selama 2–3 hari, gejala selanjutnya akan menyusul, yaitu munculnya bintik putih keabuan di mulut dan tenggorokan. Kemudian, muncul ruam berwarna merah kecoklatan yang awalnya muncul di telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam kulit ini muncul 7–14 hari setelah anak terpapar. Ruamnya sendiri dapat bertahan selama 4–10 hari pada tubuh.

Baca juga: Anak Terserang Campak, Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk mencegah terjadinya kondisi ini, jangan lupa untuk selalu menunjang kesehatan anak dengan mengonsumsi suplemen dan multivitamin penunjang sistem kekebalan tubuh. Jika anak memerlukannya, ibu bisa mendapatkannya di aplikasi Halodoc dengan menggunakan fitur “beli obat” di dalamnya, ya.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Measles.
Healthy Children. Diakses pada 2021. Protecting Your Baby from a Measles Outbreak FAQs.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Measles.