• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Dimaksud dengan Keracunan Merkuri?

Apa yang Dimaksud dengan Keracunan Merkuri?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Merkuri adalah logam berat yang sangat beracun bagi manusia. Kamu dapat mengalami keracunan merkuri bila mendapatkan paparan merkuri terlalu banyak, baik melalui pola makan maupun lingkungan. Yuk, simak penjelasan tentang keracunan merkuri lebih lanjut di bawah ini.

Merkuri adalah logam alami yang ada di banyak produk sehari-hari, tetapi dalam jumlah yang kecil. Meskipun paparan dalam jumlah yang kecil biasanya dianggap aman, tetapi penumpukan merkuri bisa membahayakan kesehatan. 

Merkuri adalah cairan bila berada di bawah suhu kamar dan dapat menguap ke udara di sekitarnya. Uap merkuri sering dihasilkan dari industri, seperti pembakaran batu bara untuk listrik. Merkuri yang menguap dapat mengontaminasi hujan, tanah, dan air yang berisiko bagi tanaman, hewan, dan manusia.

Menelan atau melakukan kontak dengan merkuri terlalu banyak dapat menyebabkan gejala keracunan merkuri. 

Baca juga: Sebabkan Keracunan, Kenali Bahaya Timbal

Penyebab Keracunan Merkuri

Penyebab keracunan merkuri yang paling umum adalah mengonsumsi makanan laut yang mengandung merkuri. Namun, kondisi kesehatan ini juga bisa disebabkan oleh proses industri, termometer, dan mesin tekanan darah, perawatan gigi, dan cat bekas.

  • Keracunan Merkuri Akibat Ikan

Keracunan metilmerkuri (merkuri organik) sebagian besar disebabkan oleh makanan laut, terutama ikan. Kamu bisa mengalami keracunan merkuri akibat ikan bila mengonsumsi jenis ikan tertentu yang mengandung merkuri tinggi atau terlalu banyak makan ikan.

Ikan mendapatkan merkuri dari air tempat mereka hidup. Semua jenis ikan sebenarnya mengandung merkuri dalam jumlah tertentu, tetapi jenis ikan besar dapat memiliki jumlah merkuri yang lebih tinggi, karena mereka memangsa ikan lain yang juga memiliki merkuri. Hiu dan ikan todak adalah jenis ikan bermerkuri yang paling umum. Tuna bigeye, marlin dan king makarel juga mengandung merkuri tingkat tinggi.

Kamu juga bisa mengalami keracunan merkuri bila mengonsumsi terlalu banyak makanan laut. Diduga memiliki kandungan merkuri dalam jumlah kecil, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi jenis ikan berikut sekali atau dua kali saja per minggu: 

    • Tuna albacore;

    • Ikan teri;

    • Ikan lele;

    • Ikan kerapu;

    • Salmon;

    • Udang; dan

    • Ikan kakap.

Bagi wanita hamil dan menyusui, sebaiknya hindari atau batasi asupan ikan dan kerang karena merkuri yang dikandungnya dapat masuk ke janin atau bayi melalui tali pusar atau ASI.

Baca juga: Ikan Segar dan Bermerkuri, Ini Cara Membedakannya

  • Tambalan Gigi

Tambalan amalgam atau biasa disebut tambalan perak mengandung sekitar 40 sampai 50 persen merkuri. Namun, tambal amalgam jarang digunakan sekarang ini, karena ada alternatif yang lebih baru dan lebih aman.

Tambalan lama juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terpapar merkuri. Karena itu, beberapa orang memutuskan untuk mengganti tambalan amalgam mereka untuk mengurangi paparan merkuri dalam jangka panjang.

  • Penyebab lainnya

Keracunan merkuri juga bisa disebabkan oleh paparan langsung atau dari lingkungan. Berikut ini sumber paparan merkuri yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar:

    • Tambang emas.

    • Beberapa jenis perhiasan. 

    • Cat yang sudah tua.

    • Beberapa vaksinasi.

    • Kontak dengan termometer demam yang rusak atau termometer rumah model lama.

    • Udara beracun di daerah dekat pabrik yang menghasilkan merkuri, seperti pabrik batubara.

Gejala Keracunan Merkuri

Merkuri dapat memengaruhi sistem saraf, sehingga menyebabkan gejala neurologis. Menurut Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat, terlalu banyak merkuri dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Gelisah;

  • Depresi;

  • Mudah marah;

  • Masalah memori;

  • Mati rasa; dan

  • Tremor.

Biasanya keracunan merkuri terjadi secara bertahap karena penumpukan. Namun, timbulnya gejala-gejala di atas secara tiba-tiba bisa menjadi tanda keracunan akut. Hubungi dokter segera bila kamu mencurigai gejala merkuri.

Baca juga: Ini Bahaya Keracunan Merkuri dari Kosmetik

Itulah penjelasan tentang keracunan merkuri yang perlu kamu tahu. Bila kamu punya pertanyaan seputar keracunan merkuri, tanyakan saja langsung pada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa bertanya apa saja seputar kesehatan pada dokter kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Understanding Mercury Poisoning.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Mercury poisoning: Symptoms and treatment.