Advertisement

Apakah Boleh Berhubungan Seksual saat Darah Haid Tinggal Sedikit? Ini Faktanya!

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   06 Januari 2026

Berhubungan seks saat haid sebaiknya dihindari, karena bisa memicu masalah kesehatan seperti infeksi menular seksual (IMS) hingga endometriosis.

Apakah Boleh Berhubungan Seksual saat Darah Haid Tinggal Sedikit? Ini Faktanya!Apakah Boleh Berhubungan Seksual saat Darah Haid Tinggal Sedikit? Ini Faktanya!

DAFTAR ISI


Banyak orang yang merasa ragu dan penasaran, apakah boleh berhubungan saat haid sedikit? Topik ini kerap memunculkan berbagai pandangan, baik dari segi medis maupun budaya. 

Selain bisa menimbulkan ketidaknyamanan, berhubungan seksual dalam kondisi ini juga sering dikaitkan dengan risiko kesehatan tertentu. Contohnya IMS, vaginosis bakterialis, hingga endometriosis. 

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami lebih jauh. Simak informasi selengkapnya pada artikel berikut ini!

Bolehkah Berhubungan saat Darah Haid Tinggal Sedikit?

Kamu penasaran, berhubungan saat haid apakah boleh?

Secara umum, tidak ada larangan mutlak untuk berhubungan seksual saat haid (menstruasi), termasuk ketika darah yang keluar hanya sedikit. 

Namun, jika kamu ingin melakukannya, ada beberapa aspek perlu dipertimbangkan, baik dari sudut pandang medis maupun kebersihan. 

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Obstetrics & Gynecology, hubungan seksual saat haid dapat meningkatkan risiko infeksi. Sebab, perubahan kadar pH di area vagina saat menstruasi, membuatnya lebih rentan terhadap bakteri. 

Selain itu, jurnal Sexually Transmitted Infections juga mencatat bahwa, aktivitas seksual saat haid dapat meningkatkan kemungkinan penularan infeksi menular seksual, khususnya human immunodeficiency virus (HIV). 

Kondisi ini bisa terjadi karena adanya kontak langsung dengan darah, yang berpotensi membawa virus atau bakteri. 

Oleh karena itu, meskipun secara teknis boleh dilakukan, kamu dan pasangan tetap perlu berhati-hati jika ingin melakukan hubungan seksual saat haid. 

Risiko Berhubungan Seksual saat Haid

Apakah boleh berhubungan saat haid sedikit? Seperti penjelasan studi di atas, hal tersebut berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, di antaranya:

1. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual adalah penyakit infeksi yang dapat menular melalui kontak seksual, baik seks vaginal, oral, maupun anal. 

Kontak dengan darah menstruasi dapat meningkatkan risiko penularan IMS. Contohnya seperti sifilis, gonore, klamidia, hingga HIV, terutama jika salah satu pasangan terinfeksi. 

Hal ini bisa terjadi karena virus dan bakteri lebih mudah berpindah melalui cairan tubuh saat menstruasi.

2. Infeksi saluran kemih (ISK)

ISK merupakan infeksi yang terjadi di sistem kemih. Gejalanya berupa rasa nyeri saat buang air kecil, intensitas buang air kecil yang semakin meningkat atau sering, demam, urine berbau, hingga nyeri panggul atau perut bagian bawah. 

Nah, faktanya, aktivitas seksual saat haid dapat memindahkan bakteri dari area genital ke saluran kemih, sehingga risiko infeksi saluran kemih pun meningkat. 

Infeksi saluran kemih bisa diatasi dengan mengonsumsi obat. Berikut ini rekomendasi Obat Infeksi Saluran Kemih yang Umum Diresepkan

3. Vaginosis bakterialis

Perubahan kadar pH di area vagina selama menstruasi membuat bakteri jahat lebih mudah berkembang, sehingga dapat memicu vaginosis bakterialis

Masalah kesehatan yang satu ini memiliki gejala berupa  keputihan dengan warna putih keabuan dan berbau amis, terutama setelah berhubungan intim dan saat haid.

4. Iritasi atau cedera

Dinding vagina umumnya lebih sensitif selama haid, sehingga risiko iritasi atau cedera akibat gesekan saat berhubungan seksual menjadi lebih tinggi.

Kamu perlu tahu, berikut Ini Cara Mengobati Miss V yang Lecet dan Perih. 

5. Endometriosis

Beberapa teori menyebutkan bahwa, aktivitas seksual saat haid dapat meningkatkan risiko endometriosis

Endometriosis terjadi karena aliran darah haid yang seharusnya keluar melalui vagina, justru berbalik arah dan masuk ke dalam rongga perut. 

Konsultasikan dengan Dokter Jika Mengalami Masalah Menstruasi

Apabila kamu mengalami masalah menstruasi, jangan ragu menghubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc.

Dokter spesialis obgyn di Halodoc berpengalaman bisa memberikan informasi terkait perawatan agar menstruasi kamu kembali normal.

Berikut beberapa dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:

  • dr. Marsell Phang Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2018. Ia kini praktik di Gresik, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lucia Leonie Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hasanuddin pada 2017. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Fitria Angela Umar Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2022. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dengan Halodoc, ibu kamu berkonsultasi dengan mudah, aman, dan nyaman tanpa harus keluar rumah.

Tunggu apa lagi? Ayo pakai Halodoc sekarang juga!

Riset Tentang Hubungan Seksual saat Haid dengan Endometriosis

Sebuah studi berjudul Association between Sexual Activity during Menstruation and Endometriosis: A Case-Control Study yang diterbitkan dalam International Journal of Fertility & Sterility (2019) menyoroti kemungkinan kaitan antara hubungan seksual saat menstruasi dan risiko endometriosis. 

Studi ini menganalisis 259 wanita dengan endometriosis dan menemukan bahwa, aktivitas seksual selama menstruasi dapat menjadi salah satu faktor risiko potensial.

Peneliti menduga bahwa tekanan selama hubungan seksual, dapat mendorong aliran darah menstruasi kembali ke dalam rongga perut melalui saluran tuba, yang dikenal sebagai retrograde menstruation

Kondisi ini memungkinkan jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, yang pada gilirannya dapat memicu gejala endometriosis. Contohnya seperti nyeri panggul kronis dan infertilitas.

Namun, studi ini juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan sebab-akibat yang jelas.

Selain berhubungan seksual saat haid, ini 5 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Endometriosis. 

Sebaiknya, tunda aktivitas seksual hingga menstruasi benar-benar selesai untuk menghindari komplikasi seperti infeksi atau potensi masalah reproduksi lainnya. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala berikut setelah berhubungan seksual saat haid:

  • Nyeri panggul yang parah.
  • Pendarahan yang tidak normal.
  • Keputihan yang tidak biasa atau berbau.
  • Demam.
  • Gatal atau iritasi pada area genital.

Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda infeksi atau masalah kesehatan lainnya yang memerlukan penanganan medis.

Jika kamu memiliki kekhawatiran terkait menstruasi atau kesehatan reproduksi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran perawatan dan pengobatan yang tepat.

Konsultasi dengan dokter sepsialis obgyn kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
Obstetrics & Gynecology. Diakses pada 2025. Hubungan Seksual Saat Haid.
Sexually Transmitted Infections. Diakses pada 2025. Risiko Penularan IMS.
Healthline. Diakses pada 2025. Infeksi Saluran Kemih.
International Journal of Fertility & Sterility. Diakses pada 2025. Association between Sexual Activity during Menstruation and Endometriosis: A Case-Control Study. 

FAQ

1. Mengapa risiko endometriosis meningkat?

Aktivitas seksual saat haid dapat memicu menstruasi retrograd, yaitu aliran darah haid yang berbalik arah menuju rongga panggul, yang berpotensi menyebabkan jaringan endometrium tumbuh di luar rahim.

2. Apa risiko air embolism saat haid?

Meski sangat jarang, berhubungan seksual saat pembuluh darah rahim terbuka (haid) berisiko memicu emboli udara, yaitu masuknya gelembung udara ke aliran darah yang dapat berakibat fatal.

3. Kenapa infeksi menular seksual (IMS) lebih cepat menular?

Darah haid meningkatkan pH vagina menjadi lebih basa; kondisi ini menghilangkan proteksi alami asam laktat, sehingga virus (seperti HIV atau Hepatitis) lebih mudah menginfeksi sel mukosa.