Ad Placeholder Image

Apakah Keputihan Berwarna Cokelat Perlu Diwaspadai?

14 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   22 Mei 2026

Pada kebanyakan kasus keputihan berwarna cokelat adalah hal yang normal. Namun, keputihan berwarna cokelat juga bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan tertentu bila disertai gejala lain.

Apakah Keputihan Berwarna Cokelat Perlu Diwaspadai?Apakah Keputihan Berwarna Cokelat Perlu Diwaspadai?

DAFTAR ISI


Keluarnya cairan berwarna putih dari vagina atau yang dikenal juga dengan keputihan merupakan hal yang umum bagi wanita.

Faktanya, keputihan bermanfaat untuk menjaga vagina serta saluran reproduksi tetap bersih dan sehat.

Namun, menemukan adanya perubahan pada keputihan, tentu membuat kamu merasa khawatir. Misalnya saja, keputihan yang keluar berwarna cokelat, padahal umumnya berwarna bening atau putih susu. 

Lantas, berbahayakah keputihan berwarna cokelat? Simak informasi selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Keputihan Warna Cokelat?

Keputihan warna cokelat adalah kondisi ketika cairan yang keluar dari vagina berwarna cokelat muda hingga cokelat tua.

Warna ini umumnya disebabkan oleh adanya sejumlah kecil darah yang bercampur dengan cairan keputihan normal.

Keputihan warna cokelat bisa terjadi sesekali atau terus-menerus, tergantung pada penyebabnya.

Keputihan Berwarna Cokelat adalah Hal Normal

Meskipun terlihat mengkhawatirkan, tetapi keputihan cokelat biasanya benar-benar normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Kamu sangat mungkin mengalami kondisi tersebut sebelum atau sesudah menstruasi.

Sebelum menstruasi, keluarnya cairan berwarna cokelat bisa disebabkan oleh sedikit pendarahan, karena itu aliran darah yang keluar sangat ringan. Darah membutuhkan waktu untuk mengalir dari leher rahim.

Nah, selama waktu tersebut darah mengalami oksidasi dan menyebabkannya berubah warna menjadi cokelat saat keluar ke pakaian dalam kamu. 

Begitu juga dengan keputihan cokelat setelah menstruasi. Pada kebanyakan kasus, hal itu disebabkan oleh darah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dikeluarkan.  

Bila kamu mengalami bercak di antara periode menstruasi, hal ini disebabkan karena darah bisa bercampur dengan keputihan, sehingga menghasilkan konsistensi cokelat dan kental seperti karet. 

Jika mengalami keputihan, jangan khawatir, kamu bisa cari berbagai rekomendasi obat untuk keputihan melalui artikel ini 7 Obat Keputihan yang Bisa Dipilih Berdasarkan Penyebabnya.

Meskipun keputihan berwarna cokelat merupakan hal yang umum terjadi, tapi bukan berarti kamu boleh mengabaikannya, ya. Segera konsultasikan diri ke dokter, terutama jika keputihan yang kamu alami disertai dengan keluhan lainnya. 

Selain itu, cari tahu Ini Berbagai Penyebab Keputihan Putih Susu yang Perlu Diketahui.

Ciri-Ciri Keputihan Abnormal yang Perlu Diketahui

Ada berbagai ciri keputihan abnormal yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Jumlah keputihan lebih banyak dari biasanya. Jika jumlah keputihan lebih banyak dari biasanya, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kamu perlu melakukan pemeriksaan dengan dokter.
  • Tekstur sangat kental dan menggumpal. Tekstur kental menyerupai keju dan menggumpal menjadi tanda lain keputihan abnormal.
  • Warna keputihan berbeda dari biasanya. Jika berwarna kuning, hijau, atau abu-abu kondisi ini menandakan adanya gangguan yang perlu segera mendapatkan penanganan.
  • Muncul rasa gatal dan sensasi panas pada vagina. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi. Jadi, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan.
  • Keputihan berbau menyengat. jika keputihan memiliki bau amis, ini bisa menjadi tanda keputihan abnormal yang perlu kamu waspadai.
  • Menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Keputihan yang abnormal juga dapat menyebabkan nyeri terutama saat kamu buang air kecil.
  • Iritasi pada sekitar vulva. Keputihan abnormal juga dapat menyebabkan iritasi pada area vulva sehingga memicu rasa tidak nyaman di tubuh. 

Cari tahu cara mengatasi keputihan abnormal melalui artikel ini: Ketahui Cara Mengatasi Keputihan Abnormal.

Berbagai Penyebab Keputihan Cokelat

Ada banyak faktor penyebab keputihan berwarna cokelat, antara lain: 

1. Masalah ketidakseimbangan hormon

Keputihan cokelat terkadang bisa menjadi pertanda masalah ketidakseimbangan hormon. 

Estrogen adalah hormon yang membantu menstabilkan lapisan endometrium (rahim). Bila kamu memiliki terlalu sedikit hormon estrogen, lapisan tersebut bisa rusak pada titik yang berbeda sepanjang siklus menstruasi kamu.

Akibatnya, kamu mungkin akan mengalami bercak berwarna cokelat atau perdarahan abnormal lainnya.

Rendahnya hormon estrogen bisa terjadi akibat insomnia, perubahan suasana hati atau depresi, infeksi saluran kemih, dan penambahan berat badan.

2. Implan KB

Beberapa metode kontrasepsi, seperti IUD atau implan, akan bekerja dengan cara melepaskan hormon progestin ke dalam tubuh untuk mencegah kehamilan.

Nah, saat tubuh kamu menyesuaikan diri dengan bentuk alat kontrasepsi, kamu mungkin akan mengalami efek samping, seperti menstruasi tidak teratur, bercak, pendarahan, dan keputihan cokelat.

3. Infeksi menular seksual (IMS)

Beberapa IMS, seperti klamidia atau gonore, bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna cokelat atau bercak ketika kamu tidak sedang menstruasi.

Gejala lain yang juga bisa muncul, antara lain keputihan dengan bau tidak sedap, nyeri saat berhubungan seks, dan sensasi terbakar ketika buang air kecil.

Kesehatan seksual kamu dan pasangan terganggu? Layanan Halointima bisa jadi solusinya. Dapatkan solusi klinis sesuai anjuran dokter dengan privasi yang tetap terjaga.

4. Penyakit radang panggul

Ini adalah infeksi pada leher rahim dan rahim yang terkadang bisa menyebabkan keputihan cokelat. Penyakit ini biasanya terjadi akibat IMS yang tidak mendapat penanganan dengan cepat dan tepat.

Gejala penyakit radang panggul lainya yaitu nyeri di perut bagian bawah dan panggul, nyeri saat berhubungan seks, demam, dan buang air kecil terasa menyakitkan.

5. Polycystic ovary syndrome (PCOS)

PCOS adalah kondisi hormonal yang cukup umum terjadi pada wanita usia reproduksi.

Wanita dengan PCOS memiliki ketidakseimbangan hormon reproduksi, yang mengakibatkan menstruasi mereka tidak teratur atau terlewat.

Nah, salah satu gejala PCOS adalah keluarnya keputihan cokelat alih-alih menstruasi. 

6. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi kronis yang terjadi ketika jaringan yang biasanya berada di lapisan rahim, mulai tumbuh di daerah lain seperti ovarium, saluran tuba, atau usus.

Bila kamu mengalami endometriosis, kamu mungkin akan mengalami pendarahan yang tidak teratur dan menstruasi yang berat. Selain itu, terkadang pengidapnya juga mengalami keluarnya cairan berwarna cokelat dari pendarahan internal. 

7. Kanker serviks

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, keputihan cokelat bisa menjadi tanda kanker serviks bila muncul bersamaan dengan gejala lain. Misalnya saja, hubungan seksual yang menyakitkan, menstruasi yang berat atau berkepanjangan, pendarahan di antara periode, penurunan berat badan yang tidak biasa, atau kelemahan. 

Rekomendasi Dokter Spesialis untuk Pengobatan Keputihan

Segera hubungi dokter di Halodoc untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala tersebut, apalagi bila keputihan sudah sangat menganggu dan membuat kamu tidak percaya diri.

Nah, berikut ini terdapat beberapa dokter yang akan membantu pengobatan keputihan dan sudah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun.

Mereka juga memiliki rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani.

Ini daftarnya:

1. dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E

Kamu bisa berkonsultasi dengan dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2013 dan Universitas Hasanuddin tahun 2022.

Dokter Dyah Ayu Nirmalasari berpraktik di daerah Bima, Nusa Tenggara Barat, dan memiliki pengalaman 10 tahun sebagai Spesialis Kulit dan Kelamin. 

Ia juga aktif tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Dengan pengalaman sebagai dokter spesialis kulit selama 10 tahun, dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait perawatan gatal selangkangan.

Chat dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E dari Rp 59.000,- di Halodoc.

Selain itu, khusus pengguna baru bisa dapat cashback Halocoins hingga 50 persen (maksimal Rp 25ribu) saat chat dokter spesialis kulit pakai kode voucher SKINCB. Yuk konsultasi sekarang!

2. dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E

Dokter Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E. merupakan lulusan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun 2011 dan Universitas Udayana tahun 2017.

Saat ini, dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E melaksanakan praktik di Denpasar, Bali, dan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Dengan pengalaman selama 12 tahun, dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E menawarkan layanan konsultasi di Halodoc mengenai masalah kulit dan kelamin seperti gatal selangkangan.

Chat dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

3. dr. Dina Febriani Sp.D.V.E

Berikutnya, ada dr. Dina Febriani Sp.D.V.E yang merupakan lulusan Universitas Yarsi Jakarta tahun 2009 dan Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2023.

Saat ini, ia berpraktik di Pekanbaru, Riau, dan aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Dengan pengalaman selama 14 tahun, dr. Dina Febriani Sp.D.V.E menyediakan layanan konsultasi di Halodoc mengenai masalah kulit dan kelamin seperti gatal selangkangan. 

Chat dr. Dina Febriani Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

4. dr. Frieda Sp.D.V.E

Kamu juga dapat menghubungi dr. Frieda Sp.D.V.E, yang merupakan alumnus Universitas Atma Jaya tahun 2015 dan Universitas Sebelas Maret tahun 2022.

Saat ini, ia berpraktik di Bogor, Jawa Barat, dan aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Dengan pengalaman selama 8 tahun, dr. Frieda Sp.D.V.E menyediakan layanan konsultasi di Halodoc terkait penyakit kulit dan kelamin, termasuk penyakit gatal selangkangan. 

Chat dr. Frieda Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

5. dr. Ryski Meilia Novarina Sp.D.V.E

Rekomendasi terakhir adalah dr. Ryski Meilia Novarina Sp.D.V.E, yang merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2010 dan Universitas Airlangga tahun 2016.

Saat ini, dr. Ryski Meilia Novarina Sp.D.V.E aktif berpraktik di Gresik, Jawa Timur, dan merupakan anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Dengan pengalaman selama 13 tahun, dr. Ryski Meilia Novarina Sp.D.V.E menyediakan layanan konsultasi di Halodoc terkait penyakit kelamin dan kulit seperti gatal selangkangan. 

Chat dr. Ryski Meilia Novarina Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

6. dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E

Pertama, kamu bisa menghubungi dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2012 dan melanjutkan pendidikan spesialis kulit dan kelamin di universitas yang sama hingga lulus pada 2020.

Dokter Fitri Azizah saat ini berpraktik di Kota Tangerang Selatan, Banten dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR FH0001212253701.

Berpengalaman selama 14 tahun, dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait masalah kulit dan kelamin, termasuk jerawat, eksim, penyakit kelamin, hingga gangguan kulit pada anak dan bayi.

Chat dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E mulai dari Rp 149.000,- di Halodoc.

7. dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E

Kamu juga bisa menghubungi dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 2010, Boston University Medical Center pada 2016, serta Universitas Indonesia pada 2018.

Saat ini, dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E berpraktik di Jakarta Selatan, DKI Jakarta dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR GS00000185239781.

Memiliki pengalaman selama 15 tahun, ia memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait masalah kulit dan kelamin, termasuk jerawat, kulit sensitif, serta berbagai gangguan pada area genital.

Chat dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E mulai dari Rp 159.000,- di Halodoc.

8. dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E

Kemudian, kamu dapat menghubungi dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 2012 dan Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 2021.

Dokter Fiska Rosita saat ini berpraktik di Bandung, Jawa Barat dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 3321602321138212.

Dengan pengalaman selama 13 tahun, dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai penyakit kulit dan kelamin.

Chat dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

9. dr. Ricky Setiawan, Sp.D.V.E

Dokter Ricky Setiawan, Sp.D.V.E juga bisa memberikan konsultasi terkait masalah kulit dan kelamin. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya pada 2016 dan Universitas Udayana pada 2025.

Kini, ia berpraktik di Tangerang, Banten dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR TO00001817435943.

Berbekal pengalaman selama 9 tahun, dr. Ricky Setiawan, Sp.D.V.E dapat memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait gangguan kesehatan kulit dan area genital.

Chat dr. Ricky Setiawan, Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

10. dr. Ratih Nukana, Sp.D.V.E

Rekomendasi selanjutnya adalah dr. Ratih Nukana, Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada 2016 dan menyelesaikan pendidikan spesialis kulit dan kelamin di universitas yang sama pada 2022.

Saat ini, dr. Ratih Nukana, Sp.D.V.E berpraktik di Badung, Bali dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 5121602323174927.

Dengan pengalaman selama 10 tahun, dr. Ratih Nukana, Sp.D.V.E memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait jerawat, ruam kulit, penyakit kelamin, hingga masalah estetika kulit.

Chat dr. Ratih Nukana, Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

Itulah berbagai daftar dokter spesialis kulit dan kelamin di Halodoc yang bisa kamu hubungi untuk mendapatkan saran pengobatan terkait gatal selangkangan. 

Kamu bisa menghubungi dokter dari mana pun dan kapanpun selama 24 jam. Jika dokter tidak tersedia atau sedang offline, kamu bisa membuat jadwal konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.

Tenang, privasi kamu terjaga aman menggunakan layanan konsultasi Halodoc. 

Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga.

Selain itu, khusus pengguna baru bisa dapat cashback Halocoins hingga 50 persen (maksimal Rp 25ribu) saat chat dokter spesialis kulit pakai kode voucher SKINCB. Yuk konsultasi sekarang!

Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline.

Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc

Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Keputihan 

Ada beberapa pilihan obat-obatan untuk mengatasi keputihan, di antaranya: 

1. Fluconazole 150 mg Kapsul

Berikutnya, ada Fluconazole 150 mg Kapsul yang bisa digunakan untuk mengatasi infeksi akibat jamur pada vagina, mulut, tenggorokan, hingga aliran darah. 

Obat ini merupakan golongan imidazol sintetik, yang bekerja dengan cara menghambat enzim sitokrom P450 di dalam tubuh. 

Enzim ini memiliki peran penting di jalur biosintesis sterol pada jamur. Dengan begitu, pertumbuhan jamur kulit sekitar vagina jadi mereda. 

Obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Namun, penggunaannya tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta pengidap gangguan ginjal dan hati. 

No registrasi BPOM: GKL0612423301B1 (No registrasi obat bisa berbeda, tergantung dari kesediaan stok di apotek)

Harga mulai dari: Rp15.000 per strip.

Dapatkan Fluconazole 150 mg Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc.

Riset Terkait Kandungan Fluconazole

Menurut studi yang diterbitkan oleh StatPearls terkait kandungan fluconazole, berikut temuan terkait kandungan ini: 

  • Fluconazole merupakan obat antijamur yang efektif dan aman untuk mengatasi keputihan akibat infeksi Candida albicans.
  • Cara kerjanya dengan menghambat pembentukan ergosterol, merusak dinding sel jamur, dan menghentikan pertumbuhan jamur.
  • Perlu konsultasi medis untuk memastikan spesies jamur penyebab infeksi dan menentukan terapi yang sesuai.

2. Metronidazole 500 mg 10 Kaplet

Obat keputihan yang bisa digunakan berikutnya, yaitu Metronidazole 500 mg.

Obat ini bisa digunakan untuk mengobati infeksi trichomonas vaginalis, bakteri gardnerella vaginalis penyebab vaginosis, serta infeksi entamoeba histolytica.

No registrasi BPOM: GKL9512510710A1 (No registrasi obat bisa berbeda, tergantung dari kesediaan stok di apotek)

Harga mulai dari: Rp5.100 per strip.

Dapatkan Metronidazole 500 mg di Toko Kesehatan Halodoc.

3. Betadine Feminine Hygiene 60 ml

Rekomendasi obat keputihan yang pertama yaitu Betadine Feminine Hygiene 60 ml. 

Produk ini merupakan antiseptik kewanitaan untuk mengatasi gejala iritasi ringan, gatal-gatal, serta keputihan yang terjadi karena infeksi bakteri Trichomonas vaginalis, Candida albicans, dan Gardnerella vaginalis

Selain itu, kamu bisa menggunakan produk ini sebagai desinfektan vagina. 

Betadine Feminine Hygiene merupakan satu-satunya produk pembersih kewanitaan yang mengandung povidone iodine 10%. 

Povidone Iodine merupakan zat yang memiliki kemampuan menembus dinding sel mikroorganisme dengan cepat. 

Zat ini bekerja dengan memengaruhi struktur serta fungsi enzim dan protein sel, sekaligus merusak fungsi sel bakteri. Caranya dengan memblokir ikatan hidrogen dan mengubah struktur membran. 

Beberapa metode aksi ini memastikan kematian mikroba yang cepat, serta membantu mencegah perkembangan resistensi bakteri.  

Menurut jurnal berjudul Investigation on the Efficacy of Povidone-Iodine against Antiseptic-Resistant Species (1997), antiseptik povidone iodine efektif melawan MRSA (methicillin resistant Staphylococcus aureus) setelah 30 detik pada semua konsentrasi (0.5%, 0.2% dan 0.05%). 

Jurnal lain berjudul Comparative In Vitro Evaluation of the Antimicrobial Activities of Povidone-Iodine and Other Commercially Available Antiseptics against Clinically Relevant Pathogens (2021), juga menyebut adanya pengaruh yang sama dari penggunaan povidone iodine terhadap fungi seperti Candida albicans

Penggunaan povidone iodine direkomendasikan karena memiliki tolerabilitas yang baik, serta belum dilaporkan adanya resistensi secara klinis. 

Cara menggunakan Betadine Feminine Hygiene 60 ml cukup mudah, yaitu:

  • Larutkan satu tutup botol (8 ml) Betadine Feminine Hygiene dengan satu liter air. 
  • Kemudian gunakan untuk membasuh organ intim kewanitaaan. 
  • Setelah itu diamkan selama 1 menit, lalu bilas dengan air bersih. 
  • Untuk pengobatan, kamu bisa menggunakan produk ini 2 kali sehari, selama 5 hari berturut-turut.
  • Jika mengalami gejala yang berlanjut, segera konsultasikan ke dokter.

No registrasi BPOM: DTL1613711841B1

Harga mulai dari: Rp43.300 per botol.

Dapatkan Betadine Feminine Hygiene 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

Obat-obatan tersebut bisa kamu beli dengan mudah di Toko Kesehatan Halodoc. Dapatkan obat dengan cepat tanpa perlu keluar rumah.

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Bila kamu mengalami perubahan keputihan selama kehamilan atau mengalami gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di Halodoc dengan klik gambar berikut:

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
StatPearls. Diakses pada 2025. Fluconazole. 
K Health. Diakses pada 2025. Brown Discharge: Causes and When to See a Doctor.
Healthline. Diakses pada 2025. What Causes Brown Vaginal Discharge and How Is It Treated?
Very Well Health. Diakses pada 2025. What Does Normal Vaginal Discharge Look Like?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Vaginal Discharge.
Health Direct. Diakses pada 2025. Vaginal Discharge.
Journal Dermatology. Diakses pada 2025. Investigation on the Efficacy of Povidone-Iodine against Antiseptic-Resistant Species. 
German Medical Science. Diakses pada 2025. Comparative In Vitro Evaluation of the Antimicrobial Activities of Povidone-Iodine and Other Commercially Available Antiseptics against Clinically Relevant Pathogens.