• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Prosedur Injeksi Dilakukan?

Bagaimana Prosedur Injeksi Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Proses injeksi yang dilakukan dalam dunia medis menjadi salah satu proses pengobatan yang cukup umum dilakukan. Injeksi dilakukan dengan memasukkan cairan ke dalam tubuh dengan menggunakan jarum. Umumnya, cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh adalah cairan obat dan vitamin yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Baca juga: Antibiotik dengan Injeksi Lebih Efektif dari Oral, Benarkah?

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, umumnya cairan obat atau vitamin yang dimasukkan ke dalam tubuh dapat digunakan sebagai langkah pencegahan suatu penyakit, pengobatan, maupun untuk melakukan pemeriksaan terhadap gejala yang dialami seseorang. Hal yang pasti dilakukan oleh para medis sebelum melakukan injeksi adalah menjaga kebersihan dan sterilisasi dari alat-alat yang akan dilakukan. Jika tidak, maka akan berbahaya bagi pasien maupun tim medis.

Begini Prosedur Injeksi Dilakukan

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), injeksi yang tidak sesuai dengan prosedur dan tidak bersih dapat berbahaya. Kondisi ini dapat menyebabkan penyebaran virus yang menjadi penyebab hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan penyakit lainnya. Selain itu, injeksi yang dilakukan tidak sesuai prosedur yang baik juga dapat menyebabkan kerusakan saraf maupun jaringan lainnya. Bahkan, injeksi yang tidak sesuai dengan prosedur dapat menyebabkan kelumpuhan.

Untuk itu, ketahui prosedur injeksi yang tepat dan baik agar terhindar dari gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat prosedur yang tidak dijalani dengan baik. Umumnya, prosedur injeksi yang dilakukan dengan memastikan jarum suntik yang dilakukan adalah steril dan baru. Kemudian, cairan yang dimasukkan dalam tubuh pada jarum suntik. 

Lalu, jarum suntik yang sudah diisi dengan cairan akan dimasukkan ke salah satu bagian tubuh. Kemudian, tim medis mengeluarkan cairan secara perlahan dengan menyuntikkan cairan tersebut. Setelah cairan dimasukkan dalam tubuh, jarum suntik dicabut secara perlahan. Tim medis akan menutup luka kecil bekas injeksi dengan perban steril. 

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat untuk Melakukan Injeksi

Kenali Jenis Injeksi

Itulah langkah prosedur yang umum dilakukan pada prosedur injeksi. Namun, injeksi memiliki jenis yang prosedurnya berbeda. Yuk, kenali lebih banyak mengenai jenis injeksi dan prosedurnya:

1. Injeksi Intravena

Proses injeksi ini melibatkan penusukkan jarum secara langsung ke dalam vena sehingga cairan dapat langsung dikirim melalui aliran darah. Hal ini dilakukan agar pengobatan yang dilakukan dapat langsung terasa manfaatnya pada pasien.

2. Injeksi Intramuskular

Injeksi intramuskular adalah proses injeksi yang langsung dilakukan menuju otot. Hal ini dilakukan agar cairan yang dimasukan dapat diserap oleh pembuluh darah dengan cepat. Ada beberapa jenis injeksi yang dilakukan dengan cara ini, seperti vaksin influenza.

3. Injeksi Subkutan

Injeksi ini menyalurkan cairan menuju antara kulit dan otot. Biasanya, injeksi ini menggunakan jarum yang lebih pendek dibandingkan jenis injeksi yang lainnya. Ada beberapa proses vaksinasi yang dilakukan menggunakan injeksi ini, salah satunya vaksin MMR.

4. Injeksi Intradermal

Cairan yang dimasukkan melalui proses injeksi intradermal akan langsung dituju ke dalam lapisan tepat dibawah epidermis kulit. Proses penyuntikan jenis ini dilakukan dengan kemiringan 5 hingga 15 derajat dengan jarum ditempatkan hampir rata pada kulit.

5. Injeksi Depot

Injeksi depot merupakan proses injeksi yang dilakukan untuk menyimpan obat dalam massa lokal dan kemudian diserap secara bertahap oleh jaringan di sekitarnya. Terapi hormon untuk pengidap kanker prostat umumnya akan dilakukan dengan injeksi depot.

Baca juga: Sulit untuk Mencerahkan Kulit, Berbahaya atau Tidak?

Itulah jenis injeksi dan prosedurnya yang berbeda. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang dialami melalui aplikasi Halodoc. Melakukan pemeriksaan lebih awal tentunya dapat membuat gangguan kesehatan lebih mudah untuk diatasi.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Giving Safe Injections
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Injection Safety