• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Inflammatory Foods yang Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Bahaya Inflammatory Foods yang Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Memiliki pola makan sehat sangatlah penting, untuk menurunkan risiko penyakit serius di kemudian hari. Studi terbaru yang diterbitkan di Journal of American College of Cardiology (JACC), mengungkapkan bahwa mengonsumsi inflammatory foods meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, seperti jantung dan stroke.

Penelitian tersebut menggunakan data dari Nurses 'Health Studies I dan II, dengan menganalisis lebih dari 210.000 orang, mulai 1986. Jadi, penelitian dilakukan selama 32 tahun. Dari 20 persen populasi penelitian yang mengonsumsi inflammatory foods, 46 persen lebih berisiko mengembangkan penyakit jantung dan 28 persen berisiko mengembangkan stroke.

Baca juga: Sering Sarapan Sereal, Baik untuk Kesehatan Tubuh?

Apa Itu Inflammatory Foods?

Secara harfiah, inflammatory foods diartikan sebagai makanan yang dapat memicu peradangan dalam tubuh. Ahli diet, Erin Coates, RD., mengatakan bahwa sejatinya peradangan dalam tubuh adalah cara untuk melindungi kesehatan. Namun, apa yang kamu konsumsi memengaruhi peradangan dalam tubuh, sehingga ada beberapa makanan yang perlu dihindari atau setidaknya dibatasi konsumsinya.

Berikut beberapa jenis makanan pemicu peradangan atau inflammatory foods, yang penting untuk diketahui:

1.Makanan dan Minuman dengan Gula Tambahan

Di daftar pertama inflammatory foods, ada makanan dan minuman dengan gula tambahan. Ketika kamu mencerna sesuatu, gula memasuki darah. Lalu, insulin memasukkan gula ke dalam sel, untuk memberi mereka energi. Namun, ketika ada terlalu banyak gula pada satu waktu, insulin mencoba menyimpan kelebihan di sel lemak, dan menyebabkannya membesar. 

Seiring waktu, hal ini menyebabkan penambahan berat badan dan resistensi insulin, yang dikaitkan dengan kondisi metabolisme lainnya. Jadi, penting untuk membatasi konsumsi gula tambahan yang berlebihan. Batas aman konsumsi gula per hari adalah 50 gram, atau 5-9 sendok teh. 

Baca juga: Anak Lebih Suka Makan Fast Food, Ibu Harus Apa?

Namun, tampaknya sulit untuk menghindari gula tambahan, karena banyak produsen makanan kemasan yang menambahkannya dalam jumlah besar, untuk meningkatkan rasa. Untuk menyiasatinya, biasakanlah membaca komposisi dan informasi nilai gizi yang tercantum pada kemasan makanan.

2.Makanan yang Mengandung Lemak Trans

Lemak trans menjadi salah satu inflammatory foods karena meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Hal itu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah yang diolah dengan shortening. Biasanya, shortening dipakai di makanan restoran cepat saji, atau makanan yang dipanggang dan digoreng, seperti kue, kue kering, serta kerupuk, krimer, dan margarin.

3.Daging Merah dan Olahannya

Daging merah dan olahannya juga termasuk inflammatory foods, terutama apabila dikonsumsi secara berlebihan. Contoh daging olahan dalam hal ini adalah daging yang telah diasinkan, diawetkan, difermentasi, atau diasapi, untuk tujuan penyedap atau pengawetan. 

Daging seperti itu mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan peradangan. Daging merah yang dimaksud adalah segala jenis daging yang berasal dari sapi, babi, domba dan kambing. Cara menyiasatinya dengan memperlakukan daging sebagai lauk, bukan hidangan utama.

Maksudnya, makanlah daging secukupnya, dan imbangi dengan jenis makanan lain, seperti sayur-sayuran, karbohidrat, dan buah-buahan, dalam jumlah yang seimbang. Pilihlah daging yang tidak mengandung lemak dan batasi konsumsi daging olahan.

Baca juga: Alasan Nanas Bisa Jadi Penyebab Keguguran

4.Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan seperti roti, biskuit, sereal manis, dan kentang goreng, juga termasuk dalam kategori inflammatory foods. Mengapa karbohidrat olahan menyebabkan peradangan? Alasannya karena karbohidrat olahan cenderung sudah kehilangan nutrisinya dan rendah serat. 

Mirip seperti gula tambahan, makanan karbohidrat olahan dapat dipecah dengan cepat di dalam tubuh dan dapat meningkatkan kadar gula darah. Lalu, kadar gula darah yang tinggi dapat menciptakan respons peradangan dalam tubuh. 

Itulah sedikit penjelasan mengenai bahaya inflammatory foods bagi tubuh dan contoh makanannya. Jadi, penting untuk lebih cermat memilih apa yang dikonsumsi sehari-hari.

Milikilah pola makan sehat dan seimbang, yang mencakup berbagai variasi makanan bergizi. Kalau butuh saran dari ahlinya, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter gizi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. These ‘Inflammatory Foods’ Can Increase Heart Disease, Stroke Risk: Here’s How to Avoid Them.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. 5 Foods That Can Cause Inflammation.