• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Memberikan Air Putih pada Bayi Baru Lahir
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Memberikan Air Putih pada Bayi Baru Lahir

Bahaya Memberikan Air Putih pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Agustus 2021
Bahaya Memberikan Air Putih pada Bayi Baru Lahir

“Air susu ibu (ASI) adalah satu-satunya nutrisi yang paling tepat untuk diberikan pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, memberikan air putih pada bayi bisa menjadi hal keliru yang malah bisa membahayakan kesehatan bayi. Ada beberapa efek samping yang terjadi jika memberikan air putih pada bayi, seperti menyebabkan diare hingga membuat perut bayi menjadi penuh."


Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu bahwa bayi yang baru dilahirkan sebaiknya tidak diberi air putih hingga mereka berusia enam bulan? Hal ini bisa saja menyebabkan beberapa masalah kesehatan pada bayi. Tak hanya itu, ibu juga harus menghindari memberi apapun selain ASI atau bahkan susu formula sebelum bayi berusia enam bulan

Ada beberapa alasan memberikan air putih pada bayi bukanlah ide yang bagus. Pertama, bayi tidak membutuhkan hidrasi ekstra yang disediakan air sebab semua kebutuhan hidrasi sudah dipenuhi melalui ASI. Selain itu, air dapat membuat perut bayi menjadi penuh sehingga mereka nantinya akan sulit mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. 

Baca juga: Ibu Wajib Tahu Pentingnya ASI Eksklusif untuk Bayi

Beberapa Risiko Memberikan Air Putih pada Bayi Baru Lahir

Ada beberapa alasan lainnya mengapa ibu tidak boleh memberikan air putih pada bayi baru lahir, antara lain:

Berisiko Mengalami Diare dan Kekurangan Gizi

Memberikan air putih pada bayi membuat mereka berisiko mengalami diare dan kekurangan gizi. Air yang diberikan mungkin kurang steril sehingga menyebabkan bayi mengalami infeksi akibat bakteri yang ada di dalam air putih. Memberikan air putih pada bayi juga dapat menyebabkan bayi kurang minum ASI atau berhenti menyusui dini, itulah yang menyebabkannya kekurangan gizi. Selain itu, jika ibu memberikan lebih banyak air daripada ASI, itu akan menyebabkan ASI ibu berkurang di kemudian hari. 

Perlu ibu ketahui bahwa ASI mengandung lebih dari 80 persen air, terutama ASI pertama yang diberikan setiap kali menyusui. Oleh karena itu, setiap kali ibu merasa bayi haus, ia harus disusui. Ini akan memuaskan dahaga dan melindungi bayi dari infeksi dan membantu bayi untuk terus tumbuh dengan baik. Bayi tidak membutuhkan air sebelum berusia 6 bulan, bahkan di iklim panas. 

Menurut WHO, seorang anak dianggap disusui secara eksklusif ketika ia hanya menerima ASI tanpa makanan atau cairan tambahan, bahkan air. Pengecualiannya adalah larutan rehidrasi oral, tetes, sirup vitamin, mineral, atau obat-obatan jika Si Kecil sakit. Saat menyusui, ibu memberikan semua air yang dibutuhkan bayi sambil memberi air yang aman dan melindungi bayi dari diare

Baca juga: Manfaat ASI Eksklusif Bagi Bayi dan Ibu

Air Putih Dapat Mengganggu Kebutuhan Gizi Bayi

Menempatkan terlalu banyak air dalam susu formula juga dapat menyebabkan masalah kesehatan. Malabsorbsi nutrisi akibat air putih merupakan salah satu alasan mengapa ibu tidak boleh memberikan air terlalu banyak pada susu formula. Jika susu formula memang membutuhkan air, ibu hanya boleh menggunakan air yang sudah teruji keamanannya. 

Perlu ibu ketahui bahwa susu formula yang mengandung terlalu banyak air dapat menyebabkan kondisi yang disebut keracunan air yang bisa sangat berbahaya bagi bayi. Memberi bayi air tambahan juga dapat mengacaukan keseimbangan elektrolit bayi yang dapat menyebabkan kejang. Untuk itu, jagalah kualitas susu formula atau ASI dengan benar agar terhindar dari komplikasi ini. 

Ginjal Bayi Sulit Mencerna Air Putih

Sampai usia enam bulan, ginjal bayi belum matang untuk menyaring air putih dengan benar, sehingga bayi rentan terhadap keracunan air. Keracunan air merupakan kondisi yang berbahaya yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi serta membuat mereka sangat sakit. 

Ketika bayi tumbuh, ginjalnya akan lebih siap pada nantinya, tepatnya mulai usia enam bulan. Selain itu, tubuhnya pun dapat mengonsumsi air tanpa perlu khawatir keracunan air. Ibu juga boleh menawarkan sejumlah kecil air nantinya tanpa harus terlalu khawatir tentang keracunan air atau masalah lainnya. 

Baca juga: Ini 5 Manfaat ASI Bagi Bayi dan Ibu yang Bisa Dirasakan

Ingat, air putih bersifat tambahan dan ia tidak mampu menggantikan makanan bergizi seperti ASI dan susu formula yang dibutuhkan sepanjang tahun pertama kehidupan bayi. Namun, ibu tetap harus memberi bayi sedikit air pada satu waktu. Dari enam hingga 12 bulan, air benar-benar hanya boleh beberapa teguk saja sampai ia terbiasa minum air putih dan menggunakan botol atau cangkir untuk minum. 

Namun jika bayi baru lahir mengalami gangguan kesehatan terkait gizi dan nutrisi, kamu sebaiknya segera periksakan ke dokter anak di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang lebih tepat. Dengan begini, kamu jadi tak perlu lagi repot antre di rumah sakit. Praktis bukan? Yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!


Referensi:
Insider. Diakses pada 2021. You Shouldn't be Giving Your Baby Water — Here's Why.
WHO. Diakses pada 2021. Why Can’t We Give Water to a Breastfeeding Baby Before the 6 Months, Even When It Is Hot?