• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Alami Kembung, Ibu Lakukan 6 Hal Ini

Bayi Alami Kembung, Ibu Lakukan 6 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Meski bayi memiliki perut yang kecil, ia juga bisa mengalami kembung. Ini merupakan hal yang biasa bagi bayi untuk mengeluarkan gas 13-21 kali dalam sehari. Pasalnya, bayi memang memiliki banyak peluang untuk menelan udara, seperti saat mereka menyusu ASI melalui payudara ibu, menyusu melalui botol, dan menangis. 

Ketika udara terperangkap dalam perut bayi dan menyebabkan kembung, orangtua perlu memperhatikan tanda seperti bersendawa, rewel, menangis, kentut, dan perutnya terasa keras. Terkadang bayi yang sedang kembung tampak sangat tidak nyaman dan kesakitan. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Baca juga: Perkembangan Bayi 16 Bulan

1. Periksa Posisi Menyusui

Ketika ibu menyusui bayi langsung ke payudara atau melalui botol, cobalah untuk menjaga agar kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Dengan begitu, susu akan turun ke dasar perut dan udara naik ke atas, dan bayi akan lebih mudah untuk bersendawa. Bila perlu, gunakan bantal menyusui untuk menyangga kepala bayi. 

2. Buat Bayi Bersendawa

Salah satu cara termudah untuk mengatasi sakit perut akibat kembung pada bayi adalah dengan sendawa. Bayi perlu bersendawa selama dan setelah menyusui. Jika bayi tidak langsung bersendawa sesaat setelah menyusui, coba baringkan dalam posisi telentang selama beberapa menit. Coba beberapa kali hingga bayi bersendawa. 

3. Ganti Peralatan Menyusui

Jika ibu terbiasa memberi susu dengan botol, cobalah untuk mengganti peralatannya. Ibu bisa berganti menyusui bayi dengan puting yang memiliki aliran lebih lambat. 

Baca juga: Ketahui Tahapan Perkembangan Bayi Usia 4–6 bulan

4. Berikan Pijatan Lembut

Pijat bayi dengan lembut pada perut mungilnya untuk membantu mengeluarkan gas. Setidaknya ini dapat membantu perutnya merasa lebih baik. Gerakkan kaki bayi ke depan dan ke belakang (seperti gerakan mengayuh sepeda) saat ia telentang. 

Ibu juga bisa meletakkan bayi dengan posisi tengkurap, kemudian gosok punggungnya. Ini juga dapat membantu melepaskan tekanan gas. Selain itu, mandi air hangat juga dapat membantu mengeluarkan gas di perut bayi. 

5. Tummy Time

Membiarkan bayi tengkurap dapat memberikan tekanan ekstra pada perut bayi. Cara ini juga dapat membantu bayi mengeluarkan sebagian gas di perutnya. 

6. Tanyakan pada Dokter

Bicarakan pada dokter anak melalui aplikasi Halodoc mengenai penyebab perut bayi kembung. Mungkin ibu pernah mengonsumsi makanan yang menyebabkan ASI mengalirkan zat tertentu pada bayi. Misalnya produk susu dan kafein. 

Waspadai Kolik pada Bayi

Selama empat bulan pertama kehidupan, bayi mungkin mengalami kolik. Ini ditandai dengan bayi menangis selama 3 jam, selama lebih dari 3 hari seminggu, dan berlangsung selama 3 minggu. Gas tidak menyebabkan kolik, tapi jika bayi mengalami kolik, itu mungkin karena ia menelan lebih banyak udara sehingga gas tertampung di perutnya. 

Baca juga: Perlukah Membedakan Mainan untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Kembung pada bayi normal dan dapat diobati. Dalam kasus yang jarang terjadi, kembung bisa menjadi tanda pertama dari masalah pencernaan yang lebih serius. Orangtua boleh khawatir ketika bayi tidak buang air besar selama berhari-hari, ada darah di tinjanya, atau muntah. 

Jika ibu khawatir, segera periksakan pada dokter untuk mengetahui masalahnya. Jika bayi sampai mengalami demam dan suhunya di atas rata-rata, kemungkinan ada infeksi yang harus segera ditangani oleh dokter. 

Itulah beberapa hal yang perlu orangtua ketahui mengenai perut kembung pada anak. Jika masalah perut kembung pada bayi tidak dapat ditangani dengan cara-cara yang telah dibahas sebelumnya, itulah saatnya orangtua harus membicarakan dan membawanya ke dokter anak untuk segera mendapatkan pertolongan medis. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Infant Gas: How to Prevent and Treat It.
Baby Center. Diakses pada 2020. Gassy tummy,