• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Diabetes Tipe 1 Lebih Sering Menyerang Anak-Anak?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Diabetes Tipe 1 Lebih Sering Menyerang Anak-Anak?

Benarkah Diabetes Tipe 1 Lebih Sering Menyerang Anak-Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 27 Agustus 2021
Benarkah Diabetes Tipe 1 Lebih Sering Menyerang Anak-Anak?

"Diabetes tipe 1 ternyata bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Ini karena diabetes tipe 1 tergolong penyakit autoimun, yang mana tubuh malah menghancurkan insulin yang memiliki peran penting dalam mengolah gula darah. Untungnya masih ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan."


Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu bahwa sebenarnya bukan hanya orang dewasa yang dapat mengidap diabetes tipe 1? Anak-anak ternyata juga bisa mengidap penyakit autoimun ini. Diabetes tipe 1 terjadi saat sistem kekebalan tubuh tidak mengenali sel-sel di pankreas yang membuat insulin dan menyerang dan menghancurkan sel-sel ini. Akibatnya, tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin.

Hormon insulin adalah hormon yang memiliki peran yang sangat penting, yaitu mengolah gula darah (glukosa) menjadi energi. Pengidap diabetes tidak memiliki cukup hormon insulin sehingga sel-sel menyerap sedikit glukosa. Alhasil, glukosa menjadi menumpuk sehingga komplikasi jangka panjang bisa saja muncul dan memengaruhi kesehatan anak.

Baca juga: Gejala Diabetes Tipe 1 yang Perlu Diwaspadai

Kenali Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak

Meski siapapun dapat mengidap penyakit ini, tetapi anak-anak yang berusia 7 hingga 12 tahun lebih rentan mengalaminya. Hormon insulin yang terdapat dalam tubuh anak akan berperan penting untuk mengontrol kadar gula darahnya. Berikut ini gejala yang muncul:

Rasa Haus yang Berlebihan

Rasa haus ini akan disertai dengan seringnya buang air kecil. Kadar gula darah yang meningkat akan direspons tubuh dengan membuangnya melalui air kecil. Ketika buang air kecil terlalu sering, tubuh memerlukan banyak cairan sehingga mereka akan merasa haus.

Rasa Lapar yang Berlebihan

Menumpuknya glukosa dari makanan yang tidak mampu seluruhnya diserap seluruhnya oleh tubuh akan membuat sel-sel dalam tubuh, seperti otot dan organ dalam tubuh kekurangan energi untuk melakukan aktivitas. Karena hal ini, anak jadi lebih sering merasa kelaparan.

Kehilangan Berat Badan

Meskipun anak lebih banyak makan, tetapi mereka akan mengalami penurunan berat badan karena tubuh tidak dapat menyerap gula darah dalam tubuh. Hal ini membuat jaringan otot dan cadangan lemak menyusut sehingga mereka kehilangan berat badannya.

Rewel karena Kelelahan

Ketika tubuh tidak dapat menyerap gula dari makanan, tubuh akan kekurangan energi karena sel-sel dalam tubuh tidak mendapat cukup asupan. Akibatnya, anak menjadi rewel karena merasa kelelahan.

Anak Menjadi Cepat Marah

Tak hanya fisik yang mengalami perubahan, begitu pun dengan mentalnya. Dalam hal ini, mereka akan terlihat murung atau marah secara tiba-tiba.

Selain itu, saat anak mengidap diabetes tipe 1, mereka akan mengalami serangkaian gejala lain, seperti sakit perut, mual, muntah, bau mulut, kesulitan bernapas, bahkan kehilangan kesadaran. Hal-hal tersebut dapat terjadi karena terbentuknya zat keton dalam tubuh yang disebut dengan ketoasidosis.

Ketoasidosis merupakan kondisi yang dapat membahayakan nyawa jika dibiarkan begitu saja. Untuk itu, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan terutama saat gejala seperti yang disebutkan di atas muncul. Kamu bisa membuat janji dengan rumah sakit terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc.

Baca juga: Yang Perlu Diketahui Tentang Diabetes Tipe 1

Tips Merawat Anak dengan Diabetes Tipe 1

Ketika anak didiagnosis dengan diabetes tipe 1, ada beberapa tips perawatannya: 

  • Lakukan pemeriksaan kadar gula darah anak sebanyak beberapa kali dalam sehari. Periksakan kadar gula darah sebelum atau setelah melakukan aktivitas seperti olahraga untuk mengetahui bagaimana pengaruh aktivitas pada kadar gula darah anak.
  • Berikan suntikan insulin dengan hati-hati. Untuk anak yang takut jarum suntik, ibu dapat memberikan pengertian bahwa hal tersebut harus dilakukan demi kesehatannya.
  • Pastikan memberikan anak makanan dengan gizi dan nutrisi yang baik. Tak hanya itu, perhatikan waktu makan dan makanan jenis apa yang dikonsumsi, agar kadar gula darahnya selalu terjaga.
  • Biasakan agar anak selalu aktif berolahraga. Berikan juga pengertian pada mereka jika berolahraga dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam tubuh.

Baca juga: Inilah Mitos Tentang Diabetes Tipe 1 yang Perlu Diketahui

Sebaiknya, ibu juga harus mengetahui tanda-tanda baik atau turunnya kadar gula darah pada anak. Hal-hal tersebut dapat membantu ibu untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang bisa saja terjadi di kemudian hari.

Referensi:
Boston Children's Hospital. Diakses pada 2021. Type 1 Diabetes.
Kids Health. Diakses pada 2021. Type 1 Diabetes: What Is It?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Type 1 Diabetes in Children.
Stanford Children's. Diakses pada 2021. Type 1 Diabetes Mellitus in Children.