• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Dispareunia Sebabkan Wanita Takut Berhubungan Intim?

Benarkah Dispareunia Sebabkan Wanita Takut Berhubungan Intim?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami rasa sakit saat sedang atau setelah berhubungan seksual? Kalau pernah, bisa saja kondisi ini menandai gejala dispareunia atau painful intercourse. Masih asing dengan keluhan ini? Dalam dunia medis, dispareunia merupakan rasa sakit pada daerah kelamin yang terjadi secara terus-menerus atau berulang. Rasa sakitnya bisa muncul saat sedang atau setelah berhubungan seksual.

Masalah seksual yang satu ini bisa disebabkan berbagai hal, mulai dari penyakit yang diidap hingga keadaan psikologis. Namun, benarkah dispareunia bisa membuat wanita jadi enggan atau takut berhubungan intim? 

Baca juga: Berhubungan Intim Terasa Sakit, Mungkin Ini 4 Penyebabnya

Gegara Banyaknya Keluhan yang Muncul

Ketika seorang wanita mengalami dispareunia, maka dirinya akan mengalami beragam keluhan pada tubuhnya. Pertama, tentu saja rasa sakit pada daerah kelamin yang terjadi secara terus-menerus dan berulang. Rasa sakit yang muncul bisa terasa tajam, panas, atau seperti kram menstruasi. 

Masalah yang muncul bukan itu saja lho. Selain pada bagian vagina, rasa sakit akibat dispareunia bisa muncul pada kandung kemih, saluran lubang kencing, dan panggul. Tuh, cukup mengkhawatirkan bukan? 

Nah, berikut beberapa gejala yang mungkin akan dialami perempuan ketika harus berhadapan dengan dispareunia. 

  • Rasa panas atau nyeri pada kemaluan.

  • Timbulnya rasa nyeri ketika penetrasi dimulai

  • Rasa nyeri yang timbul setiap terjadi penetrasi, bahkan ketika memasukkan tampon ke dalam vagina.

  • Rasa nyeri di dalam yang timbul ketika melakukan gerakan mendorong saat berhubungan seksual.

  • Rasa nyeri seperti berdenyut yang bertahan hingga berjam-jam setelah berhubungan seksual.

Nah, sederet keluhan inilah yang ujung-ujung bisa saja menimbulkan perasaan takut atau enggan untuk melakukan hubungan seksual. Menurut para ahli, disfungsi seksual pada wanita seperti gangguan nyeri seksual (dispareunia) bisa menimbulkan ketakutan akan penetrasi vagina. 

Oleh sebab itu, wanita yang mengidap dispareunia sebaiknya perlu mendapatkan penanganan medis segera. Pasalnya, dispareunia yang dibiarkan bisa mengganggu kualitas hubungan seksual. 

Baca juga: Berhubungan Intim Tanpa Foreplay Bisa Sebabkan Dispareunia

Banyak Penyebab dan Faktor Risikonya

Seperti penjelasan di atas, dispareunia ini bisa dialami oleh pria dan wanita. Akan tetapi, kebanyakan kasus dispareunia ini lebih banyak dialami oleh wanita. Berikut ini beberapa penyebabnya:

Pada wanita:

  • Anatomi wanita, seperti kondisi selaput dara tertutup, radang vulva, episiotomi, dan perlekatan klitoris.

  • Infeksi, seperti infeksi jamur maupun bakteri.

  • Obat antihistamin yang digunakan dalam jangka waktu yang lama.

  • Obat-obatan antibiotik yang digunakan dalam waktu lama, yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.

  • Kondisi kejiwaan atau psikis seseorang, seperti trauma seksual pada masa lalu, perasaan cemas, masalah pernikahan, rasa bersalah, atau konflik dengan keluarga.

Selain hal-hal di atas, ada pula faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya dispareunia, antara lain: 

  • Tidak menjaga kebersihan organ intim sehingga memicu infeksi.

  • Masalah psikologis, seperti depresi, stres, dan trauma karena pernah mengalami pelecehan seksual atau kekerasan seksual.

  • Penyakit atau kondisi tertentu seperti endometriosis.

  • Operasi atau tindakan medis tertentu, seperti operasi radang panggul atau perawatan medis untuk kanker, seperti radiasi dan kemoterapi. 

Baca juga: Kurang Pelumas Sebabkan Dispareunia, Atasi dengan 5 Cara Ini

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Family Doctor. Diakses pada 2020. Dyspareunia. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Painful Intercourse (Dyspareunia). 
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Pain with Intercourse?
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Fear of Vaginal Penetration in the Absence of Pain as a Separate Category of Female Sexual Dysfunction: A Conceptual Overview.