• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Hidung Berlendir Tanda Idap Sinusitis?

Benarkah Hidung Berlendir Tanda Idap Sinusitis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah atau sedang mengalami hidung tersumbat, demam, sakit kepala, dan timbulnya rasa nyeri pada bagian wajah? Awas, bisa jadi keluhan-keluhan tersebut menandai sinusitis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus maupun alergi yang  menyebabkan pembengkakan dinding dalam hidung. Tepatnya dinding tulang pipi dan dahi yang fungsinya mengatur suhu dan kelembapan udara sebelum masuk ke paru. Nah, rongga ini juga biasa dikenal dengan rongga sinus. 

Sinusitis sering kali membuat pengidapnya kewalahan, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, seperti apa sih gejala sinusitis? Benarkah hidung berlendir bisa menandai sinusitis? 

Baca juga: 15 Tips Agar Sinusitis Tak Mudah Kambuh

Timbulkan Banyak Gejala

Ketika mengidap sinusitis, seseorang bisa mengalami beragam gejala pada tubuhnya, salah satunya hidung berlendir. Pengidap sinusitis bisa mengalami gejala berupa adanya lendir hidung berwarna hijau atau kuning. Akan tetapi, sebenarnya gejala sinusitis tak hanya menyoal hidung berlendir saja. Penyakit ini juga bisa bikin kepala pusing sehingga dapat mengganggu aktivitas, lho. Nah, berikut penjelasan jenis dan gejala sinusitis. 

1. Sinusitis Akut

Sinusitis yang satu ini umumnya berlangsung selama 4–12 minggu. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh flu biasa yang berasal dari infeksi virus. Namun, ada kalanya alergi dan infeksi bakteri serta jamur juga bisa memicu terjadinya sinusitis akut. 

Ketika seseorang mengidap sinusitis akut, rongga di sekitar hidung (sinus) mereka akan mengalami peradangan dan kemudian membengkak. Hal ini bisa mengganggu cairan di dalam hidung dan lendir akan diproduksi lebih banyak dari biasanya. Nah, inilah yang nantinya akan membuat pengidapnya kesulitan bernapas. Lalu, bagaimana dengan gejala sinusitis akut? 

  • Batuk;

  • Hidung mampet;

  • Indra penciuman memburuk; dan

  • Wajah terasa nyeri atau tertekan. 

Selain hal di atas, sinusitis akut adakalanya bisa membuat pengidapnya kelelahan, bau mulut, dan sakit gigi. 

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Sinusitis di Rumah

2. Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis biasanya bisa berlangsung lebih dari 12 minggu, atau dirimu sudah pernah mengidap penyakit ini berkali-kali. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi, polip pada hidung, atau kelainan tulang pada rongga hidung. 

Sama halnya dengan sinusitis akut, kita juga bisa mengalami kesulitan bernapas melalui hidung dan mengalami rasa sakit pada wajah serta kepala. Berikut ini gejala sinusitis kronis lainnya: 

    • Timbulnya rasa nyeri, sensitif, atau bengkak di sekitar mata, pipi, hidung atau kening.

    • Adanya cairan kental, diskolorasi dari hidung atau adanya cairan mengalir dari belakang tenggorokan.

    • Berkurangnya indra penciuman dan pengecap (pada dewasa) atau batuk (pada anak-anak).

    • Penyumbatan pada hidung, hingga membuat kesulitan bernapas. 

 

Baca juga: Apakah Sinusitis Harus Selalu Dioperasi

Segera Obati, Cegah Komplikasinya

Ingat, sinusitis kronis yang enggak ditangani dengan baik dan cepat, bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Berikut ini komplikasi yang bisa ditimbulkan:

    • Masalah dalam penglihatan, penglihatan bisa berkurang atau buta.

    • Memicu infeksi kulit atau tulang.

    • Bila infeksi menyebar ke dinding otak bisa menyebabkan meningitis.

    • Menyebabkan kerusakan indra penciuman sebagian atau seluruhnya.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Sinusitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Acute Sinusitis.   John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Sinusitis. 
WebMD. Diakses pada 2020.Are Sinus Infections Contagious?