Ini Perbedaan Sinusitis Kronis dan Sinusitis Akut

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Perbedaan Sinusitis Kronis dan Sinusitis Akut

Halodoc, Jakarta – Sinusitis akut adalah peradangan yang berlangsung hingga empat minggu, sedangkan sinusitis kronis berlangsung setidaknya beberapa minggu dan dapat bertahan bertahun-tahun. 

Penyebabnya bisa jadi dimulai karena pilek atau alergi. Jamur dapat menyebabkannya untuk orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah mengalami sinusitis. Kadang-kadang, sinusitis kronis terjadi karena masalah dengan struktur saluran hidung, atau pertumbuhan seperti polip hidung yang menjaga sinus dari pengeringan normal. Berikut adalah perbedaan spesifik antara kedua kondisi ini!

Sinusitis Kronis Vs Sinusitis Akut

Biasanya gejala sinusitis kronis dan sinusitis akut kurang lebih sama, seperti sakit wajah, pilek, hidung tersumbat dan sakit kepala. Namun, ada selain durasi sakit ada beberapa perbedaan signifikan di antara keduanya. 

Sinusitis akut adalah peradangan jangka pendek pada selaput yang melapisi hidung dan sinus di sekitarnya. Ini akan menghambat kemampuan untuk mengeluarkan lendir dari hidung dan sinus. Sinusitis akut paling sering disebabkan oleh pilek yang menyebabkan infeksi virus. Namun, bisa juga karena penyebab tidak menular. 

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Sinusitis di Rumah

Penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkan atau menyebabkan sinusitis akut termasuk:

  1. Virus;

  2. Bakteri;

  3. Jamur;

  4. Alergi;

  5. Demam;

  6. Polip hidung atau tumor lainnya;

  7. Septum hidung menyimpang;

  8. Kelenjar gondok yang terinfeksi;

  9. Cystic fibrosis, suatu penyakit genetik di mana lendir yang kental dan lengket menumpuk di dalam tubuh; dan

  10. Gigi yang terinfeksi juga dapat menyebabkan sinusitis akut.

Mendiagnosis sinusitis akut biasanya melibatkan pemeriksaan fisik. Dokter akan dengan lembut menekan sinus secara hati-hati untuk mengidentifikasi infeksi. Pemeriksaan mungkin melibatkan melihat ke dalam hidung dengan cahaya untuk mengidentifikasi peradangan, polip, tumor, atau kelainan lainnya.

Sinusitis Kronis Lebih Serius Ketimbang Sinusitis Akut

Sinusitis kronis terjadi ketika ruang di dalam hidung dan kepala (sinus) membengkak dan meradang selama tiga bulan atau lebih, meskipun telah diobati. Kondisi ini mengganggu proses keluarnya lendir, sehingga membuat hidung sesak. 

Sinusitis kronis dapat disebabkan oleh infeksi pada sinus (polip hidung) atau pembengkakan pada lapisan sinus. Gejalanya meliputi:

Baca juga: Ketahui 2 Jenis Sinusitis dan Gejalanya

  1. Peradangan hidung;

  2. Kotoran yang tebal dan berubah warna dari hidung;

  3. Penyumbatan hidung atau hidung tersumbat yang menyebabkan kesulitan bernapas melalui hidung;

  4. Rasa sakit, nyeri dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi;

  5. Berkurangnya indra penciuman dan rasa;

  6. Sakit telinga;

  7. Nyeri pada rahang dan gigi bagian atas;

  8. Batuk;

  9. Sakit tenggorokan;

  10. Bau mulut; dan

  11. Kelelahan.

Kalau kamu masih ragu mengenai perbedaan kedua kondisi ini, bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Sinusitis kronis lebih cenderung mengalami komplikasi ketimbang sinusitis akut. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi, yaitu:

  1. Masalah Penglihatan

Jika infeksi sinus menyebar ke rongga mata itu dapat menyebabkan berkurangnya penglihatan atau mungkin kebutaan yang permanen.

  1. Infeksi

Orang dengan sinusitis kronis dapat mengembangkan radang selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), infeksi pada tulang, atau infeksi kulit yang serius.

Baca juga: Gejala Awal Sinusitis yang Sering Disalahartikan

Beberapa pencegahan sederhana bisa dilakukan, seperti meminimalkan kontak dengan orang yang mengalami pilek. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama sebelum makan.

Kelola alergi dengan cara menghindar dari paparan alergi jika memungkinkan. Hindari asap rokok dan udara yang tercemar. Asap tembakau dan kontaminan udara dapat mengiritasi dan mengobarkan paru-paru dan saluran hidung.

Referensi:

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Chronic Sinusitis

Healthline (Diakses pada 2019). Acute Sinusitis

Virginia Ear Nose & Throat (Diakses pada 2019). Acute Sinusitis Vs Chronic Sinusitis