• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Mengganti Air Akuarium Berisiko Sebabkan Ikan Hias Cepat Mati?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Mengganti Air Akuarium Berisiko Sebabkan Ikan Hias Cepat Mati?

Benarkah Mengganti Air Akuarium Berisiko Sebabkan Ikan Hias Cepat Mati?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Agustus 2021
Benarkah Mengganti Air Akuarium Berisiko Sebabkan Ikan Hias Cepat Mati?Benarkah Mengganti Air Akuarium Berisiko Sebabkan Ikan Hias Cepat Mati?

“Ikan butuh beradaptasi dengan kondisi air di akuarium. Itulah sebabnya kamu tidak bisa mengganti air akuarium secara keseluruhan. Kalau mau menggantinya, lakukan bertahap dan pastikan lakukan dengan rutin. Salah satu cara menjaga ikan hias tidak cepat mati adalah dengan membiasakan rutinitas.”

Halodoc, Jakarta – Mengganti air akuarium secara teratur direkomendasikan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan ikan hias peliharaan. Namun, mengganti keseluruhan air akuarium disebutkan dapat menyebabkan ikan hias mati. Benarkah demikian?

Faktanya, ikan butuh beradaptasi dengan perubahan struktur air sehingga kamu tidak bisa mengganti air akuarium secara keseluruhan. Seiring waktu, produk sampingan dari limbah ikan, partikel makanan yang tidak dimakan, daun mati dari tanaman, dan lain-lain mengubah sifat kimia air. Karena ikan hidup di air, dan perubahan terjadi secara perlahan, ikan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Pentingnya Mengganti Air Secara Bertahap dan Teratur

Ketika perubahan air dilakukan secara drastis, ini menyebabkan perubahan dalam susunan air sehingga ikan sering kali tidak dapat mentolerirnya sehingga ikan cepat mati. Lantas, langkah apa yang seharusnya dilakukan?

Baca juga: Jenis Ikan Hias yang Mudah untuk Dipelihara

Jika kamu sudah lama tidak mengganti air akuarium, jangan langsung menggantinya dengan 100 persen air bersih. Mulailah  dari yang kecil, misalnya mengganti kurang dari 5 persen dari total volume air. 

Kemudian, tunggu seminggu lalu lakukan penggantian air kecil lainnya. Lanjutkan proses ini selama beberapa bulan. Hal ini akan membuat ikan mengalami perubahan kimiawi air yang lambat, sehingga mereka memiliki waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan tanpa membahayakan.

Baca juga: Bisakah Ikan Hias dan Kura-Kura Hidup di Tempat yang Sama?

Ketika kamu sudah menemukan ritmenya, lakukan secara teratur. Air akuarium yang bersih adalah kunci untuk menjaga ikan tetap sehat dan meningkatkan usianya. Limbah yang terlarut dalam air, yang tidak terlihat dengan mata telanjang, tidak akan membunuh ikan secara langsung, tetapi stres dapat mengurangi kekebalan ikan terhadap penyakit.

Ikan lebih sering terpapar bakteri, virus, dan parasit daripada yang kamu ketahui. Ikan dengan daya tahan tubuh yang kuat akan jarang sakit walaupun terkena penyakit. Di sisi lain, ikan bisa menjadi lebih mudah sakit akibat kondisi air yang buruk atau pola makan yang tidak tepat.

Baca juga: Jenis Ikan Koi yang Memiliki Corak Indah

Peningkatan nitrat di akuarium diketahui berdampak pada pertumbuhan ikan, serta kemampuan mereka untuk bereproduksi. Ikan muda sangat sensitif terhadap kondisi air yang buruk. Hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menjaga ikan tetap sehat adalah dengan mengganti air secara teratur.

Penyebab lain Ikan Hias Cepat Mati

Selain pergantian air yang tidak sesuai kualitas air secara keseluruhan dalam akuarium adalah komponen kunci dalam kesehatan ikan. Salinitas air (untuk akuarium air asin), tingkat pH, efisiensi penyaringan, dan masalah kualitas lainnya harus dipertahankan dalam tingkat yang ideal, atau kalau tidak dapat menyebabkan ikan cepat mati.

Untuk mencegahnya, teliti kualitas air yang sesuai untuk jenis ikan hias dan ambil langkah-langkah untuk mempertahankan tingkat kualitas yang sesuai tersebut.  Sebagian besar ikan dapat mentolerir kisaran suhu di dalam tangki. Namun, perubahan suhu yang tiba-tiba atau dramatis bisa menyebabkan stres, yang membuat ikan lebih rentan terhadap penyakit. 

Jika kamu menggunakan pemanas akuarium, pastikan berfungsi dengan benar. Posisikan akuarium jauh dari apa pun yang dapat memengaruhi suhunya, seperti ventilasi pemanas atau pendingin, jendela yang terbuka, atau area berangin.

Bahkan sejumlah kecil kontaminan beracun bisa berakibat fatal bagi ikan. Ini bisa semprotan serangga, losion tangan, parfum, sabun, bahan kimia pembersih, dan bahan lain yang tampaknya tidak berbahaya. Jika air terkontaminasi dengan bahan-bahan ini, ikan bisa cepat mati. 

Lindungi akuarium dari kontaminasi yang tidak disengaja dengan menggunakan penutup yang baik dan jauhkan racun dari tangki. Selalu cuci tangan dengan sabun non-antibakteri yang tidak beraroma sebelum masuk ke air untuk alasan apa pun.

Ikan tidak perlu makan tiga kali sehari, karena memberikan makan berlebihan hanya akan membuang-buang makanan. Selain itu, makanan basi bisa mencemari akuarium dan mengganggu keseimbangan kimiawi air.

Itulah informasi mengenai ikan hias dan fakta apakah memang benar mengganti air akuarium berisiko sebabkan ikan hias cepat mati. Informasi selengkapnya mengenai kesehatan hewan bisa ditanyakan dengan dokter hewan melalui aplikasi Halodoc!

Referensi:
The Spruce Pets. Diakses pada 2021. Can Massive Water Changes Kill Fish?
Todayspet.com. Diakses pada 2021. Why Do My Fish Keep Dying and How Can I Prevent It?