Advertisement

Benarkah Orang Dewasa Juga Bisa Mengalami Tantrum?

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   13 November 2025

Tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan masa kanak-kanak, namun orang dewasa juga dapat mengalami tantrum ketika mereka tidak dapat mengatasi emosi negatif.

Benarkah Orang Dewasa Juga Bisa Mengalami Tantrum?Benarkah Orang Dewasa Juga Bisa Mengalami Tantrum?

DAFTAR ISI:


Istilah tantrum merupakan istilah yang kerap ditujukan pada anak kecil, khususnya toddler atau balita. Istilah tersebut mengacu pada situasi saat anak kecil menangis sambil berteriak dan meronta-ronta.

Biasanya, tantrum pada anak kecil dapat disebabkan oleh tindakan mencari perhatian karena keinginannya tidak dituruti.

Namun, perlu diketahui bahwa tantrum tak hanya dapat terjadi pada anak kecil semata. Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa, dan dianggap sebagai masalah yang serius.

Nah, supaya kamu dapat memahaminya lebih mendalam, yuk, simak penjelasan tantrum pada orang dewasa di sini.

Definisi Tantrum

Tantrum adalah ledakan emosi yang intens, seringkali ditandai dengan kemarahan, frustrasi, dan perilaku yang sulit dikendalikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tantrum adalah ledakan emosi yang disertai tindakan penuh amarah seperti memukul, menangis, menjerit, dan tindakan amarah lainnya.

Pada anak-anak, tantrum sering dianggap sebagai bagian normal dari perkembangan.

Namun, ketika terjadi pada orang dewasa, tantrum bisa menjadi tanda adanya masalah emosional atau psikologis yang mendasarinya.

Penyebab Tantrum pada Orang Dewasa

Meskipun lebih sering dikaitkan dengan anak-anak, tantrum pada orang dewasa bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk mencari solusi yang tepat.

  • Stres dan Tekanan: Tingkat stres yang tinggi dan tekanan hidup yang berat dapat memicu ledakan emosi pada orang dewasa.
  • Masalah Kesehatan Mental: Kondisi seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, atau gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) dapat meningkatkan risiko terjadinya tantrum.
  • Trauma Masa Lalu: Pengalaman traumatis di masa lalu yang belum terselesaikan juga dapat memicu reaksi emosional yang berlebihan di kemudian hari.
  • Kecanduan: Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang dapat mengganggu regulasi emosi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya tantrum.
  • Kondisi Medis Tertentu: Dalam kasus yang jarang terjadi, tantrum pada orang dewasa bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti cedera kepala atau gangguan neurologis.

Nah, supaya Pikiran Lebih Tenang, Ini 6 Cara Menghilangkan Stres.

Gejala Tantrum pada Orang Dewasa

Gejala tantrum pada orang dewasa bisa bervariasi, tergantung pada individu dan penyebab yang mendasarinya. Beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi:

  • Ledakan Emosi yang Intens: Kemarahan yang tiba-tiba dan tidak terkendali, seringkali disertai dengan teriakan atau makian.
  • Perilaku Agresif: Tindakan fisik seperti memukul, menendang, atau melempar barang.
  • Menangis dan Merengek: Tangisan yang berlebihan dan sulit dihentikan.
  • Ucapan yang Kasar: Mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan atau menghina.
  • Isolasi Diri: Menarik diri dari interaksi sosial dan mengurung diri.
  • Perubahan Suasana Hati yang Drastis: Perubahan emosi yang cepat dan tidak terduga.

Menurut American Psychiatric Association, diagnosis gangguan mental harus dilakukan oleh profesional kesehatan yang berkualifikasi. Jika mengalami gejala-gejala di atas secara berulang dan mengganggu kualitas hidup, segera cari bantuan medis.

Diagnosis Tantrum

Tantrum pada orang dewasa bukanlah diagnosis medis formal, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya.

Untuk menentukan penyebab tantrum, dokter atau profesional kesehatan mental akan melakukan evaluasi yang komprehensif, termasuk:

  • Wawancara Medis: Menanyakan riwayat kesehatan mental dan fisik, serta pola perilaku dan emosi.
  • Pemeriksaan Fisik: Untuk mengetahui kemungkinan adanya kondisi medis yang menyebabkan tantrum.
  • Evaluasi Psikologis: Menggunakan kuesioner atau tes psikologis untuk mengidentifikasi masalah kesehatan mental yang mungkin ada.

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat merekomendasikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang mendasari.

Cara Mengatasi Tantrum pada Orang Dewasa

Mengatasi tantrum pada orang dewasa membutuhkan pendekatan yang komprehensif, meliputi perubahan gaya hidup, terapi, dan dukungan sosial.

  • Identifikasi Pemicu: Cobalah untuk mengidentifikasi situasi atau faktor yang memicu tantrum. Dengan mengetahui pemicunya, seseorang dapat belajar untuk menghindarinya atau mengembangkan strategi untuk menghadapinya.
  • Teknik Relaksasi: Latihan pernapasan dalam, meditasi, atau yoga dapat membantu menenangkan diri saat merasa emosi mulai meningkat.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
  • Tidur yang Cukup: Kurang tidur dapat memperburuk masalah emosional. Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
  • Diet Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang dan hindari makanan olahan, gula, dan kafein berlebihan.
  • Kelola Stres: Cari cara untuk mengelola stres, seperti menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai, melakukan hobi, atau mencari dukungan profesional.

Kenali lebih jauh terkait Emosi Manusia: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya.

Perawatan Medis untuk Tantrum

Selain perubahan gaya hidup, perawatan medis juga dapat membantu mengatasi tantrum pada orang dewasa, terutama jika disebabkan oleh masalah kesehatan mental.

  • Terapi: Terapi perilaku kognitif (CBT) atau terapi dialektika perilaku (DBT) dapat membantu seseorang mempelajari cara mengelola emosi dan perilaku yang lebih sehat.
  • Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan seperti antidepresan atau penstabil suasana hati untuk membantu mengendalikan gejala.

Penting untuk diingat bahwa pengobatan yang paling efektif adalah kombinasi antara terapi dan perubahan gaya hidup.

Pencegahan Tantrum pada Orang Dewasa

Mencegah tantrum lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah tantrum pada orang dewasa:

  • Kenali Batasan Diri: Belajar untuk mengenali batasan diri dan jangan memaksakan diri terlalu keras.
  • Komunikasi yang Efektif: Belajar untuk mengkomunikasikan kebutuhan dan perasaan secara jelas dan asertif.
  • Cari Dukungan Sosial: Jalin hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, atau kelompok dukungan.
  • Prioritaskan Kesehatan Mental: Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika merasa kesulitan mengelola emosi atau stres.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Jika merasakan gejala gangguan emosional, jangan tunda untuk mencari bantuan.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Berikut ini tanda kamu harus mencari pertolongan medis:

  • Tantrum terjadi secara teratur atau semakin sering.
  • Tantrum menyebabkan masalah dalam hubungan, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari.
  • Tantrum disertai dengan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Ada riwayat masalah kesehatan mental atau penyalahgunaan zat.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental jika merasa khawatir tentang tantrum yang dialami.

Bedakan Tantrum dengan Kondisi Tertentu 

Kadang-kadang, apa yang tampak seperti tantrum pada orang dewasa, bisa jadi merupakan indikasi akan kondisi medis tertentu.

Sebagai contoh, serangan panik yang membuat orang dewasa jalan mondar-mandir dengan mata terbelalak dan napas yang tersengal-sengal.

Hal ini mungkin terlihat seperti amukan, tetapi serangan panik adalah gejala fisik dan mental yang intens, bukan sekadar reaksi emosional.

Seseorang mungkin juga mengalami ledakan karena sensorik yang berlebihan, atau menangis karena kesedihan.

Meskipun ini mungkin tidak biasa untuk dilihat di depan umum, itu tidak sama dengan tantrum.

Itulah penjelasan mengenai tantrum pada orang dewasa. Karena dianggap sebagai situasi yang dapat membahayakan diri sendiri dan sekitar, penting untuk mengelola emosi dengan baik.

Apabila kamu merasa memiliki masalah dengan pengelolaan emosi, sebaiknya segera konsultasikan kondisimu ke psikiater di Halodoc.

Konsultasi dengan psikiater kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc menyediakan produk yang 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Referensi: 
Psych Central. Diakses pada 2025. All About Adult Temper Tantrums. 
Healthline. Diakses pada 2025. The Lowdown on Adult Tantrums, Meltdowns, and Rage Attacks.