• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Lama Sperma bisa Bertahan di Air? 

Berapa Lama Sperma bisa Bertahan di Air? 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ada banyak mitos seputar penyebab kehamilan yang masih saja dipercayai. Seorang wanita disebut bisa hamil hanya karena berpegangan tangan dengan pria, menyentuh sperma, atau berenang di kolam bersama pria. Perlu diketahui, tidak semua informasi yang beredar pasti berisi fakta dan harus dipercayai begitu saja. 

Kehamilan terjadi karena ada proses pembuahan sel telur oleh sperma. Umumnya, proses itu terjadi setelah penetrasi alias hubungan intim dengan pasangan. Sangat tidak mungkin sperma bisa ikut “berenang” di kolam renang lalu menyebabkan kehamilan. Sperma sendiri memiliki usia yang tidak lama setelah dikeluarkan. 

Baca juga: Ini 5 Tanda Hamil yang Sering Tidak Disadari

Berapa Lama Sperma Bertahan di Luar Tubuh

Sperma hanya bisa bertahan selama 20–60 menit setelah ejakulasi atau keluar dari tubuh. Usia sperma di luar tubuh tergantung pada lingkungan dan paparan udara. Tubuh pria mengeluarkan sperma beserta air mani yang “bertugas” untuk membuahi sel telur lalu menciptakan kehamilan

Namun, hal itu pun tidak terjadi dengan mudah. Sperma harus melakukan perjalanan yang panjang untuk dapat menembus vagina, kemudian membuahi sel telur. Kondisi vagina yang asam membuat banyak sperma yang akhirnya mati dan tidak berhasil melakukan pembuahan. Itulah alasan mengapa ada banyak sperma yang dikeluarkan tubuh, padahal hanya satu yang dibutuhkan untuk pembuahan.

Selain penetrasi langsung, peluang kehamilan juga masih ada jika sperma menempel pada area vagina. Tubuh wanita merupakan lingkungan yang cukup pas untuk sperma bertahan hidup, yaitu bisa sampai lima hari. Jika kondisi lingkungan tetap lembap, sperma mungkin akan terus hidup dan akhirnya menemukan jalan menuju leher rahim sampai akhirnya membuahi sel telur. 

Namun, peluang kehamilan terjadi karena sperma yang “bertebaran” di kolam renang sangatlah rendah, bahkan hampir tidak mungkin. Sperma memang dirancang untuk bisa bergerak dengan cepat menuju sel telur, tetapi tidak bisa “berenang” dengan bebas dan mencari tubuh wanita. Selain itu, sperma juga akan kesulitan untuk menembus pakaian renang dan kulit. 

Baca juga: Ini Tanda Kehamilan di Minggu Pertama

Pada beberapa kolam renang, mungkin terdapat zat kimia atau suhu air yang cukup hangat. Pada kondisi lingkungan seperti itu, sperma akan mati dalam hitungan detik. Artinya, sperma tidak bisa melakukan pembuahan dan menyebabkan kehamilan. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kehamilan tidak mungkin terjadi hanya karena wanita berenang di kolam yang sama dengan laki-laki. 

Lantas, bagaimana jika hubungan intim dilakukan di dalam air atau kolam renang? Jika demikian, peluang untuk hamil masih ada. Pasalnya, penetrasi menyebabkan sperma masuk dan tersimpan di dalam vagina. Saat hal itu terjadi, kondisi di luar tubuh, termasuk air dari kolam renang tidak akan memengaruhi sperma. Pembuahan tetap bisa terjadi jika sperma cukup kuat dan cepat menembus leher rahim. 

Mencari informasi seputar kesehatan, termasuk kehamilan adalah hal yang baik dan perlu dilakukan. Namun, bukan berarti semua informasi harus ditelan begitu saja. Nyatanya, tidak sedikit informasi yang beredar tanpa sumber jelas dan mengandung fakta. 

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Dilakukan saat Hamil 

Jika ragu dan butuh saran ahli, kamu bisa coba menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanyakan masalah seputar kesehatan atau informasi kehamilan pada dokter terpercaya kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American Pregnancy. Diakses pada 2020. Can Pregnancy Occur If…? Pregnancy Myths Cleared.
Healthline. Diakses pada 2020. How Long Can Sperm Survive After Ejaculation?  
Web MD. Diakses pada 2020. Sperm FAQ.
Verywell. Diakses pada 2020. 5 Myths About Sex and Getting Pregnant in Pools and Hot Tubs.