Berapakah Tinggi Normal Laki-Laki sesuai Umur?
Tinggi badan ideal anak laki-laki adalah salah satu indikator penting untuk menilai tumbuh kembangnya.

DAFTAR ISI
- Tinggi Badan Ideal Anak Laki-Laki Sesuai Umur
- Kapan Dikatakan Pendek?
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan Anak Laki-Laki
- Cara Memantau Tinggi Badan Anak Laki-Laki
- Kapan Harus ke Dokter?
Tinggi badan ideal adalah tinggi badan yang berada dalam rentang normal untuk usia tertentu, berdasarkan standar pertumbuhan yang telah ditetapkan oleh organisasi kesehatan seperti WHO (World Health Organization) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Menurut WHO, tinggi badan ideal anak laki-laki adalah tinggi badan yang berada di antara persentil 3 dan 97 pada kurva pertumbuhan. Jika tinggi badan anak berada di luar rentang ini, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter anak.
Tinggi Badan Ideal Anak Laki-Laki Sesuai Umur
Berikut adalah daftar tinggi badan ideal anak laki-laki berdasarkan umur, mengacu pada data dari WHO:
Berikut versi poin-poinnya:
- Baru lahir: 49,9 cm
- 3 bulan: 61,4 cm
- 6 bulan: 67,6 cm
- 9 bulan: 71,9 cm
- 1 tahun: 75,7 cm
- 2 tahun: 86,1 cm
- 3 tahun: 95,2 cm
- 4 tahun: 102,7 cm
- 5 tahun: 109,4 cm
- 6 tahun: 115,3 cm
- 7 tahun: 121,0 cm
- 8 tahun: 126,4 cm
- 9 tahun: 131,8 cm
- 10 tahun: 137,2 cm
Perlu diingat bahwa angka-angka ini adalah rata-rata. Variasi individual tetap ada, dan yang terpenting adalah pertumbuhan yang konsisten dari waktu ke waktu.
Jika orang tua khawatir tentang pertumbuhan anak, konsultasikan dengan dokter.
Berikut Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Halodoc yang bisa dihubungi seputar kesehatan anak.
Kapan Dikatakan Pendek?
Menurut WHO, ada batasan di mana anak dianggap pendek dan mengidap gizi yang buruk. Nah, seorang anak dikatakan pendek bila tinggi badannya kurang dari:
- Usia 6 tahun: 106,1 cm
- Usia 7 tahun: 111,2 cm
- Usia 8 tahun: 116 cm
- Usia 9 tahun: 120,5 cm
- Usia 10 tahun: 125 cm
- Usia 11 tahun: 129,7 cm
- Usia 12 tahun: 134,9 cm
- Usia 13 tahun: 141,2 cm
- Usia 14 tahun: 147,8 cm
- Usia 15 tahun: 153,4 cm
- Usia 16 tahun: 157,4 cm
- Usia 17 tahun: 159,9 cm
- Usia 18 tahun: 161,2 cm
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan Anak Laki-Laki
Tinggi badan anak laki-laki dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
- Genetik: Faktor genetik atau keturunan memainkan peran penting dalam menentukan tinggi badan anak. Anak cenderung memiliki tinggi badan yang mirip dengan orang tuanya.
- Nutrisi: Asupan nutrisi yang cukup, terutama protein, kalsium, dan vitamin D, sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan tinggi badan yang optimal.
- Hormon: Hormon pertumbuhan (GH) dan hormon tiroid berperan dalam mengatur pertumbuhan tinggi badan. Gangguan pada hormon-hormon ini dapat memengaruhi pertumbuhan anak.
- Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi medis seperti penyakit kronis, gangguan pencernaan, dan sindrom genetik dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak.
- Aktivitas Fisik: Aktivitas fisik yang cukup dapat merangsang pertumbuhan tulang dan otot, sehingga mendukung pertumbuhan tinggi badan.
- Lingkungan: Faktor lingkungan seperti status sosial ekonomi dan akses terhadap layanan kesehatan juga dapat memengaruhi tinggi badan anak.
Pahami lebih lanjut mengenai Perkembangan Anak – Jenis, Tahapan, dan Gangguan yang bisa terjadi supaya orang tua bisa memantau.
Cara Memantau Tinggi Badan Anak Laki-Laki
Memantau tinggi badan anak secara berkala penting untuk memastikan tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.
Berikut adalah cara memantau tinggi badan anak laki-laki:
- Pengukuran Rutin: Ukur tinggi badan anak setiap bulan atau setiap beberapa bulan sekali, terutama pada usia pertumbuhan yang pesat.
- Gunakan Kurva Pertumbuhan: Catat hasil pengukuran tinggi badan anak pada kurva pertumbuhan yang tersedia di buku kesehatan anak atau aplikasi kesehatan.
- Perhatikan Tren Pertumbuhan: Perhatikan apakah tinggi badan anak meningkat secara konsisten sesuai dengan usianya. Jika ada penurunan atau peningkatan yang signifikan, konsultasikan dengan dokter.
- Konsultasi dengan Dokter: Lakukan konsultasi rutin dengan dokter anak untuk memantau tumbuh kembang anak secara keseluruhan, termasuk tinggi badannya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika:
- Tinggi badan anak berada jauh di bawah atau di atas rentang normal pada kurva pertumbuhan.
- Pertumbuhan tinggi badan anak melambat atau berhenti sama sekali.
- Anak mengalami gejala lain seperti pubertas dini atau terlambat, masalah makan, atau masalah kesehatan lainnya yang dapat memengaruhi pertumbuhan.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau rontgen untuk mencari penyebab masalah pertumbuhan dan memberikan penanganan yang sesuai.
Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang tinggi badan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak di Halodoc.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu anak mencapai potensi pertumbuhan yang optimal.
Kamu pun bisa klik banner di bawah ini untuk tanya dokter spesialis anak di Halodoc!



