• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Virus yang Bisa Jadi Penyebab Faringitis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Virus yang Bisa Jadi Penyebab Faringitis

Berbagai Virus yang Bisa Jadi Penyebab Faringitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Juli 2021
Berbagai Virus yang Bisa Jadi Penyebab Faringitis

“Radang tenggorokan atau bisa disebut dengan faringitis memang tidak berbahaya, tetapi ia bisa sangat mengganggu. Penyebab faringitis pun bisa bermacam-macam, tapi ia paling sering terjadi akibat infeksi virus. Oleh karena itu, perawatan rumahan biasanya menjadi pengobatan utama. Namun, ada juga beberapa gejala yang menandakan bahwa kamu perlu penanganan dokter.”

Halodoc, Jakarta – Faringitis adalah kondisi saat faring atau bagian belakang tenggorokan mengalami peradangan. Kondisi ini paling sering disebut hanya sebagai sakit tenggorokan. Faringitis juga bisa menyebabkan rasa gatal di tenggorokan dan kesulitan menelan. Ada banyak penyebab faringitis, terutama virus. Namun, dalam beberapa kasus bakteri juga bisa jadi penyebab faringitis.

Menurut American Osteopathic Association (AOA), sakit tenggorokan yang disebabkan oleh faringitis adalah salah satu alasan paling umum orang-orang datang menemui dokter. Pada musim dingin atau musim hujan, kasusnya pun jadi lebih banyak terjadi. Untuk mengobati sakit tenggorokan dengan benar, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya. 

Baca juga: Cara Tepat Memilih Obat Radang Tenggorokan Berdasarkan Penyebabnya

Penyebab Faringitis

Ada banyak agen virus dan bakteri yang dapat menyebabkan faringitis. Mereka termasuk:

  • Virus campak.
  • Adenovirus, yang merupakan salah satu penyebab flu biasa.
  • Virus cacar air.
  • Croup, yang merupakan penyakit masa kanak-kanak yang ditandai dengan batuk yang sering.
  • Batuk rejan.
  • Streptococcus grup A.

Virus adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Faringitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek, influenza, atau mononukleosis. Infeksi virus tidak akan bisa diatasi dengan antibiotik, dan pengobatan hanya diperlukan untuk membantu meringankan gejala.

Sering terkena pilek dan flu juga dapat meningkatkan risiko faringitis. Hal ini terutama berlaku untuk orang-orang yang bekerja sebagai tenaga kesehatan, memiliki alergi, atau memiliki infeksi sinus yang sering. Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risikonya.

Baca juga: Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

Perawatan dan Pengobatan Rumahan

Jika virus adalah penyebab faringitis, maka perawatan di rumah dapat membantu meringankan gejala. Perawatan di rumah ini meliputi:

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Makan sup hangat.
  • Berkumur dengan air garam hangat.
  • Menggunakan pelembab udara.
  • Istirahat sampai merasa lebih baik.

Untuk menghilangkan rasa sakit dan demam, pertimbangkan untuk minum obat yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat pelega tenggorokan juga dapat membantu meredakan tenggorokan yang gatal dan nyeri.

Pengobatan alternatif kadang-kadang digunakan untuk mengobati faringitis. Namun, kamu harus menghubungi dokter sebelum menggunakannya untuk menghindari interaksi obat atau komplikasi kesehatan lainnya. 

Selain itu, dalam beberapa kasus perawatan medis diperlukan untuk faringitis. Biasanya kondisi ini untuk faringitis yang terjadi akibat infeksi bakteri. Untuk kasus seperti itu, dokter akan meresepkan antibiotik. Menurut Center for Disease Control and Prevention, amoksisilin dan penisilin adalah perawatan yang paling sering diresepkan untuk radang tenggorokan. Namun, penting untuk meminum seluruh antibiotik untuk mencegah infeksi kembali atau memburuk. Seluruh rangkaian antibiotik ini biasanya berlangsung 7 hingga 10 hari.

Baca juga: Ini Bedanya Sakit Tenggorokan Biasa dengan Gejala Covid-19

Hindari Penyebab Faringitis Sebagai Langkah Pencegahan

Menjaga kebersihan yang tepat dapat mencegah banyak kasus faringitis. Untuk mencegah faringitis, kamu harus menghindari penyebab faringitis dan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Menghindari berbagi makanan, minuman, dan peralatan makan.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
  • Sering cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah batuk atau bersin.
  • Menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol saat sabun dan air tidak tersedia.
  • Menghindari merokok dan menghirup asap rokok.

Kapan Harus ke Dokter

Sebagian besar kasus faringitis dapat berhasil diobati di rumah. Namun, ada beberapa gejala yang memerlukan kunjungan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Kamu harus menemui dokter jika:

  • Telah mengalami sakit tenggorokan selama lebih dari seminggu.
  • Mengalami demam lebih dari 38 ° Celsius.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Mengembangkan ruam baru.
  • Gejala tidak membaik setelah menyelesaikan dosis antibiotik lengkap. 
  • Gejala kembali setelah dosis antibiotik habis. 

Segera buat janji dengan dokter di rumah sakit menggunakan aplikasi Halodoc jika kamu mengalami gejala di atas. Ingat, perawatan yang diberikan lebih cepat akan mencegahmu mengalami komplikasi yang tidak diinginkan.

Referensi:
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Pharyngitis.
Harvard Health. Diakses pada 2021. Sore Throat (Pharyngitis).
Healthline. Diakses pada 2021. Pharyngitis.