• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Bayi Baru Lahir Mengalami Mimisan?

Bisakah Bayi Baru Lahir Mengalami Mimisan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Mimisan adalah kondisi kesehatan yang sering dialami anak-anak. Kondisi tersebut terjadi karena pembuluh darah kecil yang ada dalam hidungnya sangat mudah berdarah, apalagi saat cuaca sedang kering. Namun, bagaimana dengan bayi? Bisakah bayi yang baru lahir mengalami mimisan? Jangan panik dulu, ketahui tentang fakta dan cara mengatasi mimisan pada bayi di sini.

Mimisan sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir. Namun, mimisan biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak yang berusia di antara 2–10 tahun. Terjadinya perdarahan dari hidung mungkin tampak mengerikan, apalagi bila kondisi tersebut terjadi pada bayi yang masih kecil. Akan tetapi, mimisan pada anak-anak jarang disebabkan oleh kondisi serius. 

Hanya 10 persen mimisan yang merupakan kondisi serius, sehingga perlu penanganan medis. Meski begitu, orangtua sebaiknya juga jangan menyepelekan mimisan pada bayi. Bila mimisan tidak kunjung sembuh, terjadi secara berulang atau perdarahan yang terjadi cukup berat, sebaiknya segera bawa anak ke dokter.

Baca juga: Anak Kecil Rentan Mimisan, Ini Penjelasannya

Apa Penyebab Mimisan pada Bayi?

Berikut ini beberapa penyebab umum dibalik mimisan yang terjadi pada anak:

  • Udara kering. Udara di dalam ruangan yang terlalu kering akibat penggunaan pemanas ruangan atau iklim yang kering bisa jadi adalah penyebab paling mimisan pada bayi. Hal ini karena udara kering dapat mengiritasi dan mengeringkan membran hidung.

  • Menggaruk atau mengorek hidung. Ini adalah penyebab mimisan yang biasanya terjadi pada anak-anak. Mengiritasi hidung dengan menggaruk atau mengorek dapat membuat pembuluh darah yang rapuh dan rentan mengalami perdarahan.

  • Pilek, alergi, atau infeksi sinus. Penyakit apapun yang memiliki gejala hidung tersumbat dan iritasi dapat menyebabkan mimisan.

  • Infeksi bakteri. Infeksi ini dapat menyebabkan area kulit tepat di dalam hidung dan di depan lubang hidung memerah, terasa sakit, dan berkerak. Infeksi ini juga dapat mengakibatkan perdarahan.

Pada kasus yang jarang terjadi, sering mimisan bisa disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan pembekuan darah atau pembuluh darah abnormal. Bila bayi mengalami mimisan yang tidak terkait dengan penyebab yang dituliskan di atas, sebaiknya segera bicarakan pada dokter. 

Baca juga: Mimisan dan Ingus Berdarah, Mana yang Lebih Bahaya?

Bagaimana Cara Menghentikan Mimisan pada Bayi?

Pertama-tama, jangan panik dan tenangkan juga Si Kecil. Dudukkan bayi pada pangkuan ibu dan condongkan tubuhnya sedikit ke depan. Dengan menggunakan tisu atau waslap bersih yang lembut, tutup bagian hidungnya dengan lembut. Berikan tekanan lembut dan konstan selama 10 menit penuh. 

Selama melakukan perawatan tersebut, ibu dapat mengalihkan perhatian Si Kecil dengan bernyanyi untuknya, melihat buku bersama, atau menonton YouTube (tergantung usianya). Setelah 10 menit, lepaskan tekanan dan lihatlah apakah perdarahannya sudah berhenti. Bila belum, tutup dan tekan hidung bayi lagi selama 10 menit. 

Ibu juga bisa menggunakan kompres dingin pada pangkal hidungnya. Bila cara ini tidak berhasil juga, kunjungi dokter anak.

Dua hal yang perlu diperhatikan:

  • Jangan menengadahkan kepala bayi ke belakang atau membiarkannya berbaring. Hal ini dapat membuat darah mengalir ke tenggorokannya yang membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan bisa muntah.

  • Hindari menyumbat hidungnya dengan kapas selama atau setelah mimisan. Sebab, perdarahan bisa terjadi lagi ketika ibu melepas kapas dan mengganggu gumpalan yang sudah terbentuk.

Baca juga: Mimisan pada Anak, Saatnya ke Dokter THT

Nah, itulah sekilas penjelasan tentang mimisan pada bayi. Bila anak sakit dan ibu butuh saran dokter, gunakan saja aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan untuk anak kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2020. Nosebleeds.
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Nosebleeds in Children: Causes, Treatment, and Prevention.
Medical News Today. Diakses pada 2020. When to see a doctor if a child has a nosebleed.