• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Imunisasi, Ini 8 Vaksin untuk Orang Dewasa

Bukan Imunisasi, Ini 8 Vaksin untuk Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Jika selama ini kamu berpikir bahwa vaksinasi hanya dilakukan oleh anak-anak saja, ternyata orang dewasa juga memerlukannya. Vaksinasi pada orang dewasa dilakukan pada keadaan tertentu, yang akan diulang selama beberapa kali. Dengan menerima vaksin, kamu tidak hanya melindungi tubuh dari serangan penyakit tertentu, tapi juga ikut mencegah penyebarannya. Berikut vaksin pada orang dewasa!

Baca juga: Orang Dewasa Tidak Vaksin DPT, Ini Bahayanya

1. Vaksin Influenza

Vaksin pada orang dewasa yang pertama adalah vaksin influenza. Saat muncul, flu akan ditandai dengan batuk, demam, serta nyeri otot, yang diberikan sebanyak satu kali dalam setahun guna mencegah penularan.

2. Vaksin Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit yang lebih dikenal dengan istilah paru-paru basah, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang menyerang saluran napas bagian bawah. Penyakit ini menular lewat batuk, bersin, atau droplet saat pengidap bicara. Vaksin pada orang dewasa yang satu ini akan mencegah seseorang dengan daya tahan tubuh lemah terserang flu.

3. Vaksin HPV

Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus yang menular lewat hubungan seksual. Vaksin pada orang dewasa yang satu ini sangat dianjurkan bagi seseorang saat mereka belum pernah melakukan aktivitas seksual. Pemberian vaksin dini akan meningkatkan efektivitas vaksin dalam mencegah terjadinya kanker serviks.

Vaksin HPV sudah dapat dimulai saat anak berusia 11-12 tahun. Vaksin HPV yang kedua akan diberikan 1-2 bulan setelah vaksin pertama, sedangkan vaksin HPV yang ketiga akan diberikan 4 bulan setelah vaksin HPV kedua.

4. Vaksin Tetanus, Difteri, dan Pertusis

Vaksin pada orang dewasa selanjutnya diberikan untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu tetanus, difteri, serta pertusis. Ini perbedaan ketiganya:

  • Tetanus akan menyebabkan kejang otot, serta kekakuan otot rahang ekstrem.
  • Difteri akan menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung,  bahkan kematian.

  • Pertusis atau batuk rejan.

Vaksin ini biasanya telah diberikan saat kamu masih balita. Meski begitu, kamu perlu melakukan vaksinasi ulang, setidaknya dalam jangka waktu sepuluh tahun sekali.

Baca juga: Vaksin Sebabkan Bayi Autis, Benarkah? 

5. Vaksin hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A dari feses pengidap yang tidak sengaja mengkontaminasi makanan. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak. Vaksinnya sendiri sudah dapat diberikan saat anak menginjak usia 2 tahun, dan perlu dilakukan secara ulang sebanyak satu kali dalam sepuluh tahun.

6. Vaksin hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat menyebabkan peradangan hati akut, dan memicu terjadinya sirosis hati atau kanker hati. Sebenarnya, vaksin hepatitis B sudah diberikan saat bayi baru lahir, tapi pemberiannya akan diulang setiap enam bulan sekali.

7. MMR

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah tiga penyakit, yaitu campak, gondongan, dan rubella. Vaksin pada orang dewasa satu ini biasanya diberikan saat seseorang bekerja di fasilitas kesehatan, atau seseorang yang gemar traveling. Vaksinnya sendiri akan diberikan dalam dua dosis, dengan jarak pemberian minimal 4 minggu, dan diulang setiap sepuluh tahun sekali.

8. Vaksin Varisela

Vaksin ini dikenal dengan sebutan vaksin cacar, yang diberikan pada orang yang belum pernah mengidap cacar air sebelumnya. Vaksin varisela sendiri terdiri dari dua dosis yang diberikan dengan jarak 4-8 minggu. Waktu vaksinnya sendiri dapat dilakukan kapan saja, dengan pemberian ulang setiap dua puluh tahun sekali. Vaksin ini dibuat dari virus yang hidup. Seseorang dengan sistem imunitas tubuh yang lemah tidak disarankan untuk melakukannya.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Difteri Mematikan

Setiap vaksin bisa didapatkan, kecuali bagi mereka yang memiliki alergi atau kondisi kesehatan tertentu. Sebelum melakukan prosedurnya, sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan dokter di aplikasi Halodoc. Diskusikan dengan sejelas-jelasnya perihal prosedur pelaksanaannya, serta efek samping apa saja yang bisa terjadi. 

Referensi:
Vaccines. Diakses pada 2020. Who and When.
WebMD. Diakses pada 2020.What Is the Vaccine Schedule for Adults?
WebMD. Diakses pada 2020. Slideshow: Adult Vaccines: Protect Yourself Against Tetanus and More.