• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cegah Infeksi saat Ganti Perban, Lakukan 5 Hal Ini

Cegah Infeksi saat Ganti Perban, Lakukan 5 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat mengalami luka sekecil apapun, jangan anggap sepele, ya! Pasalnya, sekecil apapun luka jika tidak diatasi dengan baik, akan menimbulkan infeksi di kemudian hari. Apalagi, jika kamu memiliki luka yang tidak dirawat dengan baik. Jangan sampai salah dalam merawat luka, berikut langkah mengganti perban yang tepat guna mencegah infeksi:

Baca juga: Ini Alasan Luka Susah Sembuh pada Pengidap Diabetes

  • Cuci Tangan Terlebih Dulu

Sebelum membersihkan luka, pastikan mencuci tangan terlebih dulu menggunakan sabun dan air yang mengalir. Jika kamu berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan, kamu dapat membersihkan tangan menggunakan cairan yang mengandung alkohol tinggi pada kedua tangan. Kemudian keringkan. Jika kamu memiliki sarung tangan medis sekali pakai, akan lebih baik untuk mencegah infeksi dari bakteri dan kuman yang ada di tanganmu. 

  • Tekan Area Kulit yang Terluka

Cara mencegah infeksi saat mengganti perban selanjutnya adalah menekan area kulit yang terluka. Langkah ini dapat dipraktekkan ketika kamu menemukan jenis luka yang berdarah. Menekan luka juga dapat menggunakan kain bersih atau kain kasa steril secara perlahan, sampai pendarahan berhenti. Untuk jenis luka sayatan atau goresan kecil, luka tidak perlu ditekan.

Jika kamu ingin mengatasi area kulit yang terluka parah pada area lengan atau kaki, sebaiknya angkat lengan atau kaki setinggi posisi organ jantung. Langkah yang dilakukan sama, yaitu menahan pendarahan dengan kain bersih atau kain kasa steril hingga pendarahan berhenti.

  • Bersihkan Luka dengan Air

Langkah mencegah infeksi saat mengganti perban selanjutnya dapat dilakukan dengan membasuh luka dengan air bersih yang mengalir selama 5-10 menit. Langkah yang satu ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada luka, yang menjadi pemicu infeksi.

Setelah dibersihkan, gunakan kain bersih dan sabun untuk membersihkan area di sekitar luka. Pastikan untuk tidak membersihkan kulit yang terluka dengan sabun, karena akan menimbulkan rasa perih dan memicu timbulnya iritasi. Jika sudah, bersihkan luka dengan kapas dan obat antiseptik guna mengambil kotoran yang tersisa. 

Baca juga: Anak Main di Luar, Waspada 4 Luka Ini

  • Oleskan Krim atau Salep

Setelah selesai membersihkan luka, jangan lupa untuk mengoleskan area kulit dengan krim atau salep antibiotik. Untuk jenisnya sendiri, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc. Pengolesan krim atau salep sendiri bertujuan untuk mencegah infeksi pada luka, serta mencegah tumbuhnya jaringan parut pada bekas luka. Segera hentikan penggunaan saat muncul ruam, kulit perih, atau reaksi alergi. 

Baca juga: Awas, Jangan Bersihkan Luka dengan Alkohol

  • Balut dengan Perban

Setelah membersihkan luka, tutup luka dengan perban agar luka tidak lengket dan terpapar kuman. Pastikan untuk menggantinya saat perban basah atau kotor. Perban dapat diberikan pada luka yang cukup dalam, sehingga aman dari infeksi. 

Segera periksakan diri jika mengalami berbagai kondisi setelah membersihkan luka. Beberapa kondisi yang dimaksud adalah demam, muncul kemerahan atau pembengkakan, rasa nyeri yang yang parah, area luka terasa panas, muncul aroma tidak sedap, mengalami pendarahan berlebihan, serta munculnya nanah dari luka.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. How do I clean a wound?
WebMD. Diakses pada 2020. How Should I Clean a Wound?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cuts and scrapes: First aid.