
Cek Fakta: Kelompok Orang yang Berisiko Kekurangan Vitamin D
Meski vitamin D dapat diproduksi dalam tubuh, tapi risiko kekurangan vitamin D tetap ada.

DAFTAR ISI
- Siapa Saja yang Berisiko Kekurangan Vitamin D?
- Apa yang Dirasakan Ketika Kurang Vitamin D?
- Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D
- Rekomendasi Vitamin D
- Pencegahan Kekurangan Vitamin D
Vitamin D adalah nutrisi penting yang memiliki banyak fungsi di seluruh tubuh. Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D berfungsi seperti hormon. Banyak sel di tubuh yang memiliki reseptor untuk memproduksinya. Tubuh membuatnya dari kolesterol ketika kulit terkena sinar matahari. Namun, vitamin D juga bisa ditemukan dalam makanan tertentu. Contohnya ikan berlemak dan produk susu yang diperkaya.
Meskipun tubuh bisa memproduksi vitamin D, tapi kondisi kekurangan vitamin D sering kali terjadi. Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan penyakit tertentu. Beberapa masalah kesehatan mempengaruhi banyak kelompok usia, dan berpotensi terjadi di wilayah geografis tertentu yang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Siapa Saja yang Berisiko Kekurangan Vitamin D?
Berikut ini beberapa orang yang berisiko kekurangan vitamin D, antara lain:
1. Orang berkulit gelap
Orang yang memiliki kulit berwarna gelap memiliki risiko tinggi kekurangan vitamin D.
Hal tersebut bisa terjadi karena, mereka memiliki lebih banyak melanin di kulit. Melanin merupakan pigmen yang menurunkan kemampuan untuk mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.
Melansir Everyday Health, hanya 5 persen orang Afrika-Amerika yang memiliki kadar vitamin D yang cukup dalam darah.
2. Pengidap penyakit ginjal
Vitamin D dalam tubuh diubah menjadi bentuk aktif di ginjal. Sehingga jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, tubuh bisa mengambil dan menyerapnya dalam jumlah cukup.
Namun, sayangnya tubuh tidak dapat menggunakannya dengan cara yang sebenarnya dibutuhkan.
3. Orang dengan penyakit hati
Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan penyakit hati berlemak non-alkohol, dimana sel-sel lemak ekstra menumpuk di hati, menyebabkan kerusakan pada organ.
Orang dengan penyakit ini, 26 persen lebih mungkin kekurangan nutrisi dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit.
4. Orang yang memiliki gangguan pencernaan
Kondisi ini termasuk penyakit radang usus, penyakit celiac, berbagai gangguan inflamasi atau malabsorpsi, dan bahkan cystic fibrosis.
Kondisi tersebut membatasi atau bahkan menghancurkan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin D dari makanan yang dikonsumsi.
5. Tinggal di wilayah dengan paparan sinar matahari terbatas
Semakin jauh seseorang dari garis khatulistiwa, semakin berisiko pula seseorang mengalami kekurangan vitamin D akibat sudut sinar matahari.
Meskipun kamu berada di daerah yang hangat dan cerah hampir sepanjang tahun, kamu tetap tidak dapat mengandalkan sinar matahari untuk kebutuhan vitamin D sepanjang tahun.
Khususnya di bulan-bulan musim dingin, sinar matahari tidak pada panjangan gelombang yang tepat untuk melakukan sintesis vitamin D di kulit.
6. Obesitas
Ketika tubuh memiliki lemak yang berlebihan atau mengalami obesitas, vitamin D terperangkap di jaringan lemak, yang seharusnya melakukan sirkulasi untuk digunakan.
7. Orang yang menjalani diet
Seseorang yang menghindari makanan tertentu berisiko mengalami defisiensi nutrisi, termasuk defisiensi vitamin D.
8. Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa merupakan kondisi dimana tubuh seseorang tidak mampu mencerna gula susu laktosa.
Kondisi ini bisa menyebabkan perut bergas, kembung, masalah pencernaan, sekaligus menempatkan seseorang pada risiko kekurangan vitamin D, karena cenderung tidak mengonsumsi produk susu yang diperkaya.
Ketahui di sini produk rekomendasi vitamin D3:
- Ini 5 Rekomendasi Vitamin D3 Terbaik untuk Kesehatan.
- Rekomendasi Suplemen Vitamin D yang Bagus di Apotek
Apa yang Dirasakan Ketika Kurang Vitamin D?
Kurangnya vitamin D seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awalnya, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka kekurangan vitamin ini.
Gejala yang muncul pun bisa bervariasi dan seringkali mirip dengan kondisi medis lainnya. Penting untuk mengenali tanda-tanda yang mungkin muncul sebagai indikasi kekurangan vitamin D.
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dirasakan ketika tubuh kekurangan vitamin D:
- Mudah lelah dan kurang energi. Merasa lelah atau lesu tanpa alasan yang jelas, bahkan setelah tidur yang cukup, bisa menjadi tanda kekurangan vitamin D. Vitamin D berperan penting dalam produksi energi di dalam tubuh.
- Nyeri tulang dan otot. Nyeri pada tulang, terutama di punggung, pinggang, atau kaki, serta nyeri otot yang sering terjadi, dapat menjadi indikasi kekurangan vitamin D. Hal ini terjadi karena tubuh kesulitan menyerap kalsium yang membutuhkan bantuan vitamin D.
- Lemah atau kram otot. Vitamin D berperan dalam fungsi otot. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan otot terasa lemah, kram, atau tegang.
- Suasana hati dan perubahan mood. Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi suasana hati, menyebabkan perasaan sedih, atau bahkan gejala yang mirip dengan depresi.
- Mudah sakit atau sistem imun melemah. Vitamin D berperan penting dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi seperti flu atau infeksi saluran pernapasan.
- Luka lambat sembuh dan rambut rontok. Proses penyembuhan luka yang lebih lambat dari biasanya atau rambut rontok yang berlebihan juga dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin D.
Gejala lain yang mungkin timbul yaitu:
- Gangguan tidur. Kualitas tidur yang buruk atau kesulitan tidur dapat menjadi tanda kekurangan vitamin D.
- Pusing atau “brain fog“. Perasaan tidak fokus, kebingungan, atau kesulitan berkonsentrasi juga dapat muncul.
- Rambut kering atau kulit kering. Kondisi kulit dan rambut yang kering juga kadang-kadang dikaitkan dengan kekurangan vitamin D, meskipun bisa juga disebabkan oleh faktor lain.
Penting untuk dicatat bahwa, banyak orang dengan kekurangan vitamin D ringan mungkin tidak mengalami gejala sama sekali.
Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, terutama kelelahan yang terus-menerus, nyeri tulang atau nyeri otot, atau perubahan suasana hati yang berkepanjangan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D
Kekurangan vitamin D dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu:
- Suplementasi vitamin D: Dokter dapat meresepkan suplemen vitamin D untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam darah. Dosis akan disesuaikan dengan tingkat kekurangan dan kondisi kesehatan individu.
- Paparan sinar matahari: Berjemur di bawah sinar matahari selama 10-15 menit beberapa kali seminggu dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D. Waktu terbaik untuk berjemur adalah di pagi hari atau sore hari, hindari paparan sinar matahari yang berlebihan saat siang hari.
- Konsumsi makanan kaya vitamin D: Tingkatkan asupan makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan berlemak (salmon, tuna, mackerel), kuning telur, hati sapi, dan produk susu yang diperkaya.
Rekomendasi Vitamin D
Vitamin D tersedia dalam berbagai merek dagang, antara lain:
- Konilife D 1000 10 Tablet. Suplemen vitamin D3 yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin D pada orang lanjut usia, ibu hamil, dan menyusui.
- Forti-D 1000 Vitamin D3 4 Kapsul Lunak. Merupakan vitamin D3 kapsul lunak dengan kandungan cholecalciferol 1000 IU (25 mcg), yang diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D secara cepat.
- Prove D3-1000 IU 10 Tablet. Mengandung vitamin D3 sebanyak 1000 IU, produk ini dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian tubuh.
- Nutrimax D3 400 IU 30 Tablet. Mengandung cholecalciferol, sumber aktif vitamin D pada suplemen ini berperan dalam metabolisme absorpsi kalsium ke dalam tulang, fungsi otot, sekaligus sebagai imunomodulator.
- Halowell D3 1000 IU 10 Tablet. Bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dengan cepat pada kondisi lanjut usia, ibu hamil dan menyusui.
Pencegahan Kekurangan Vitamin D
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah kekurangan vitamin D meliputi:
- Memastikan paparan sinar matahari yang cukup. Usahakan untuk mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup setiap hari, terutama jika kamu berisiko kekurangan vitamin D.
- Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D. Sertakan makanan yang mengandung vitamin D dalam menu makanan sehari-hari.
- Konsultasi dengan dokter. Jika kamu memiliki faktor risiko kekurangan vitamin D, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat mengenai suplementasi dan gaya hidup.
Itulah beberapa kondisi orang yang berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D.
Jika kamu termasuk dalam kondisi di atas, dan didiagnosis kekurangan vitamin D, sebaiknya tanyakan pada dokter bagaimana cara untuk mengatasinya.
Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


