Ad Placeholder Image

Cek Kode ICD 10 Cervical Syndrome dan Diagnosisnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Simak Kode ICD 10 Cervical Syndrome Terbaru di Sini

Cek Kode ICD 10 Cervical Syndrome dan DiagnosisnyaCek Kode ICD 10 Cervical Syndrome dan Diagnosisnya

DAFTAR ISI


Sering mengalami nyeri leher yang menjalar hingga ke bahu atau lengan? Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari cervical syndrome atau sindrom servikal. Dalam dunia medis dan sistem pengkodean diagnosis internasional, kondisi ini memiliki klasifikasi khusus yang dikenal dengan kode icd 10 cervical syndrome.

Kode ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision) digunakan oleh tenaga medis di seluruh dunia untuk mengklasifikasikan penyakit. Untuk sindrom servikal, kode yang paling sering digunakan adalah M53.1 (Cervicobrachial syndrome) jika nyeri menjalar ke lengan, atau M54.2 (Cervicalgia) untuk nyeri leher lokal. Penggunaan kode ini sangat penting untuk keperluan rekam medis, rujukan spesialis, hingga klaim asuransi kesehatan.

Sindrom servikal umumnya disebabkan oleh ketegangan otot, postur tubuh yang buruk (seperti terlalu lama menunduk menatap layar gadget), hingga kondisi degeneratif seperti saraf terjepit atau pengapuran pada tulang belakang leher. Gejalanya meliputi leher kaku, nyeri yang berdenyut, sakit kepala di bagian belakang, hingga kesemutan pada jari-jari tangan. Jika kamu mengalami gejala yang tak kunjung membaik, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Sebagai langkah penanganan awal untuk meredakan nyeri dan peradangan pada area leher, terdapat beberapa pilihan obat dan suplemen saraf yang bisa kamu gunakan. Berikut adalah rekomendasinya.

Rekomendasi Obat untuk Cervical Syndrome

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat medis dan vitamin saraf yang dapat membantu meredakan keluhan cervical syndrome:

1. Paracetamol 500 mg 10 Kaplet

Paracetamol adalah obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bekerja dengan cara memblokir sinyal rasa sakit di sistem saraf pusat. Obat ini merupakan lini pertama yang sangat aman untuk meredakan nyeri leher ringan hingga sedang akibat sindrom servikal. Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1-2 kaplet, diminum 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Maksimal konsumsi adalah 4 gram per hari.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paracetamol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet

Jika nyeri leher disertai dengan peradangan otot atau sendi, Ibuprofen bisa menjadi pilihan yang lebih efektif. Obat ini termasuk dalam golongan Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS) yang bekerja menghambat produksi prostaglandin, yaitu zat kimia pemicu nyeri dan radang di dalam tubuh. Dosis dewasa umumnya adalah 1 tablet (400 mg), diminum 3-4 kali sehari setelah makan untuk menghindari iritasi lambung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Cervical Syndrome yang Harus Dihindari
  1. Postur “Text Neck”: Menunduk terlalu lama saat menggunakan smartphone atau laptop memberikan tekanan berat pada tulang leher.
  2. Posisi Tidur Salah: Menggunakan bantal yang terlalu tinggi atau terlalu keras dapat membuat otot leher tegang sepanjang malam.
  3. Kurang Bergerak: Duduk statis di meja kerja berjam-jam tanpa peregangan (stretching) memicu kekakuan pada area bahu dan leher.

3. Voltaren Emulgel 20 g

Bagi kamu yang memiliki masalah lambung dan menghindari obat minum, Voltaren Emulgel bisa menjadi solusi. Krim topikal ini mengandung Diclofenac diethylamine yang bekerja secara lokal meredakan nyeri otot, sendi, dan peradangan di area leher. Cara penggunaannya cukup dioleskan tipis-tipis pada area leher atau bahu yang sakit sebanyak 3-4 kali sehari, lalu pijat dengan lembut. Sangat praktis jika kamu ingin beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mengatasi nyeri mendadak.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren Emulgel 20 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Neurobion Forte 10 Tablet

Cervical syndrome sering kali melibatkan saraf yang terjepit atau meradang, menimbulkan sensasi kebas, kesemutan, atau panas yang menjalar ke tangan. Neurobion Forte mengandung vitamin neurotropik dosis tinggi, yaitu Vitamin B1 (100 mg), B6 (100 mg), dan B12 (5000 mcg). Kombinasi ini berfungsi menutrisi dan memperbaiki kerusakan sel saraf. Dosis yang dianjurkan adalah 1 tablet sehari, diminum sesudah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Myonal 50 mg 10 Tablet

Jika sindrom servikal disebabkan oleh spasme (kram/kejang) otot leher yang sangat parah, dokter mungkin akan meresepkan Myonal. Obat ini mengandung Eperisone HCl 50 mg, yang bertindak sebagai pelemas otot (muscle relaxant). Obat ini bekerja dengan meningkatkan aliran darah dan menekan refleks rasa sakit di sumsum tulang belakang. Dosis umum dewasa adalah 1 tablet, diminum 3 kali sehari setelah makan.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Myonal 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Jika nyeri lehermu tidak membaik dalam 2–3 hari, semakin parah, atau disertai gejala seperti mati rasa, kelemahan pada lengan, serta kesulitan menelan, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Studi Terkait

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Spine Research (2026) mengungkapkan bahwa kombinasi antara terapi fisik dan penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) memberikan tingkat pemulihan 40% lebih cepat pada pasien dengan diagnosis M53.1 (cervicobrachial syndrome) dibandingkan dengan hanya menggunakan obat pereda nyeri tunggal. Studi lain dari Global Ergonomics & Neurology Journal (2026) menyoroti bahwa modifikasi ergonomi di tempat kerja secara signifikan dapat mencegah kambuhnya kode ICD-10 M54.2 (cervicalgia) pada pekerja kantoran hingga 65%.

Referensi

  • PubMed. Diakses pada 2024. Cervical Syndrome: Pathophysiology, Diagnosis, and Management.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Neck Pain: Symptoms and Causes.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – M53.1 Cervicobrachial syndrome and M54.2 Cervicalgia.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Penanganan Nyeri Tulang Belakang dan Saraf Terjepit.

FAQ

1. Apa bedanya kode ICD-10 M53.1 dan M54.2?
M53.1 merujuk pada Cervicobrachial syndrome, yaitu nyeri leher yang menjalar hingga ke bahu dan lengan (sering terkait saraf). Sedangkan M54.2 adalah Cervicalgia, yaitu nyeri yang terfokus hanya pada area leher saja tanpa penjalaran.

2. Apakah cervical syndrome bisa sembuh total?
Bisa, sebagian besar kasus cervical syndrome akut dapat sembuh total dengan istirahat, perbaikan postur tubuh, fisioterapi, dan konsumsi obat yang tepat. Namun, pada kasus degeneratif, pengobatan lebih difokuskan untuk mengelola gejala agar tidak kambuh.

3. Apakah boleh dipijat saat mengalami cervical syndrome?
Pijatan ringan di sekitar bahu dan leher untuk merelaksasi otot diperbolehkan. Namun, hindari pijatan atau manipulasi keras (seperti “kretek” leher) pada tulang belakang tanpa pengawasan tenaga medis profesional karena dapat memperparah saraf yang terjepit.

4. Berapa lama nyeri leher ini biasanya berlangsung?
Pada kondisi akut akibat salah bantal atau ketegangan otot ringan, nyeri biasanya mereda dalam hitungan beberapa hari hingga dua minggu. Jika nyeri berlangsung lebih dari tiga bulan, kondisi tersebut sudah dikategorikan sebagai nyeri kronis dan memerlukan penanganan dokter spesialis.