• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diet Vegetarian Picu Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Diet Vegetarian Picu Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat merupakan salah satu jenis anemia yang disebabkan oleh kurangnya kadar vitamin B12 dan folat dalam tubuh. Vitamin B12 dan folat sendiri memiliki fungsi yang penting dalam tubuh, yaitu membantu tubuh dalam pembentukan sel darah merah yang normal. Jika kadarnya kurang, pembentukan sel darah merah akan terganggu serta tidak dapat berfungsi dengan normal.

Baca juga: Ini Cara Mencegah Anemia pada Anak Remaja

Sedangkan anemia sendiri merupakan kondisi saat jumlah sel darah merah atau hemoglobin berada di bawah kadar normal. Jika jumlah sel darah merah normal tapi memiliki kandungan hemoglobin yang sedikit, maka sel darah merah tidak dapat berfungsi dengan baik. Pasalnya, hemoglobin diperlukan untuk mengangkut oksigen yang nantinya akan diedarkan ke seluruh tubuh.

Baca juga: Anak Mudah Lelah, Waspada Anemia pada Si Kecil

Apa Saja yang Menjadi Pemicu Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat?

Banyak kondisi yang menyebabkan seseorang mengidap anemia defisiensi vitamin B12 dan folat, salah satunya adalah diet vegetarian. Hal tersebut disebabkan karena tubuh kekurangan asupan penting, seperti susu, telur, dan daging. Bukan hanya diet vegetarian saja, kekurangan vitamin B12 dan folat juga bisa terjadi pada beberapa golongan berikut ini:

  • Pengidap anemia pernisiosa, yaitu penyakit autoimun yang terjadi saat sel imun menyerang sel sehat pada lambung yang berfungsi menyerap vitamin B12 dari makanan.

  • Pengidap penyakit Crohn, yaitu penyakit radang usus kronis yang menyebabkan peradangan pada lapisan dinding sistem pencernaan dari mulut hingga anus. 

  • Pengidap HIV, yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan  melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi atau penyakit.

  • Pengidap anemia hemolitik, yaitu penyakit kurang darah akibat hancurnya sel darah merah lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukannya.

  • Kekurangan asupan zinc, sehingga menghambat penyerapan vitamin B12.

  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu penyerapan vitamin B12 dalam tubuh.

  • Mengidap gangguan metabolisme yang membuat rendahnya kadar hormon tiroid dalam tubuh.

  • Mengidap kelainan bawaan yang menyebabkan tubuh kekurangan enzim untuk  mencerna folat.

  • Seseorang yang kecanduan mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Seseorang yang mengalami malnutrisi.

  • Ibu hamil dan menyusui.

  • Seseorang yang aktif merokok.

  • Seseorang yang pernah melakukan prosedur pemotongan usus.

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin B12 dan folat. Jika kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, silahkan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah perawatan yang tepat guna mencegah terjadinya komplikasi.

Baca juga: Ini Alasan Wanita Lebih Rentan Terserang Anemia Defisiensi Besi

Gejala yang Tampak pada Pengidap Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Vitamin B12 dan folat dalam tubuh bukan hanya membantu dalam proses pembentukan sel darah merah saja, tapi juga mendukung fungsi sistem saraf tubuh. Kurangnya kedua kandungan tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala anemia, seperti:

  • Mudah lelah.

  • Lemas.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Sakit kepala.

  • Jantung berdebar.

  • Sesak napas.

  • Kulit pucat.

Bukan hanya anemia saja, anemia defisiensi vitamin B12 dan folat juga ditandai dengan sejumlah gejala, seperti kesemutan, pembengkakan dan kemerahan pada lidah, nyeri saat menelan, mual, muntah, nyeri perut, diare, sariawan, penurunan berat badan, gangguan keseimbangan dan koordinasi, gangguan penglihatan, depresi, serta kebingungan.

Referensi:

NHS. Diakses pada 2020. Vitamin B12 or folate deficiency anaemia.

WebMD. Diakses pada 2020. What Is Vitamin B12 Deficiency Anemia?