• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dispareunia saat Berhubungan Intim Diakibatkan Stres?

Dispareunia saat Berhubungan Intim Diakibatkan Stres?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan seputar seksual bernama dispareunia? Dalam dunia medis, dispareunia merupakan rasa sakit saat sedang atau setelah berhubungan seksual. Wanita yang mengalami kondisi ini akan mengalami rasa sakit pada daerah kelamin yang terjadi secara terus-menerus atau berulang. 

Masalah seksual yang satu ini bisa disebabkan berbagai hal, mulai dari penyakit yang diidap hingga keadaan psikologis. Pertanyaanya, benarkah dispareunia bisa disebabkan oleh stres? Apa alasannya? 

Baca juga: Berhubungan Intim Tanpa Foreplay Bisa Sebabkan Dispareunia

Mengencangnya Otot Panggul

Pada dasarnya, terdapat beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya dispareunia, yaitu:

  • Tidak menjaga kebersihan organ intim sehingga memicu infeksi.

  • Masalah psikologis seperti depresi, stres, trauma karena pernah mengalami pelecehan seksual atau kekerasan seksual.

  • Penyakit atau kondisi tertentu seperti endometriosis.

  • Operasi atau tindakan medis tertentu, seperti operasi radang panggul atau perawatan medis untuk kanker seperti radiasi dan kemoterapi. 

Pertanyaanya, mengapa stres bisa menyebabkan terjadinya dispareunia? Ternyata, ketika tubuh mengalami stres otot dasar panggul cenderung mengencang. Nah, kondisi inilah yang bisa menyebabkan rasa sakit selama berhubungan seksual. 

Panggul manusia berperan dalam menyangga organ pencernaan dan reproduksi. Pada panggul wanita, organ ini menaungi vagina, serviks, mulut rahim, rahim, hingga indung telur. Nah, kalau otot panggul bermasalah, tentunya bisa berimbas pada organ reproduksi, yang ujung-ujungnya bisa memicu masalah dalam berhubungan intim. 

Baca juga: Kurang Pelumas Sebabkan Dispareunia, Atasi dengan 5 Cara Ini

Beragam Penyebab Dispareunia

Ingat, terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya dispareunia pada tiap orang. Untuk menentukan penyebabnya, dokter perlu melakukan pemeriksaan langsung. Nah, berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya dispareunia. 

  • Anatomi wanita, seperti kondisi selaput dara tertutup, radang vulva, episiotomi, dan perlekatan klitoris.

  • Infeksi, seperti infeksi jamur maupun bakteri.

  • Obat antihistamin yang digunakan dalam jangka waktu yang lama.

  • Obat-obatan antibiotik yang digunakan dalam waktu lama, yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.

  • Kondisi kejiwaan atau psikis seseorang, seperti trauma seksual pada masa lalu, perasaan cemas, masalah pernikahan, rasa bersalah, atau konflik dengan keluarga.

Munculnya Rasa Nyeri

Ketika seorang wanita mengalami dispareunia, maka dirinya akan mengalami beragam keluhan pada tubuhnya. Pertama, tentu saja rasa sakit pada daerah kelamin yang terjadi secara terus-menerus dan berulang. Rasa sakit yang muncul bisa terasa tajam, panas, atau seperti kram menstruasi. 

Masalah yang muncul bukan itu saja lho. Selain pada bagian vagina, rasa sakit akibat dispareunia bisa muncul pada kandung kemih, saluran lubang kencing, dan panggul. Tuh, cukup mengkhawatirkan bukan? 

Nah, berikut beberapa gejala yang mungkin akan dialami perempuan ketika harus berhadapan dengan dispareunia. 

  • Rasa panas atau nyeri pada kemaluan.

  • Timbulnya rasa nyeri ketika penetrasi dimulai

  • Rasa nyeri yang timbul setiap terjadi penetrasi, bahkan ketika memasukkan tampon ke dalam vagina.

  • Rasa nyeri di dalam yang timbul ketika melakukan gerakan mendorong saat berhubungan seksual.

  • Rasa nyeri seperti berdenyut yang bertahan hingga berjam-jam setelah berhubungan seksual.

Baca juga: Berhubungan Intim Terasa Sakit, Mungkin Ini 4 Penyebabnya

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Family Doctor. Diakses pada 2020. Dyspareunia. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Painful Intercourse (Dyspareunia). 
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Pain with Intercourse?