• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Efektifkah Deteksi COVID-19 dengan Melakukan Tes Saliva?

Efektifkah Deteksi COVID-19 dengan Melakukan Tes Saliva?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Efektifkah Deteksi COVID-19 dengan Melakukan Tes Saliva?

“Indonesia kembali masuk darurat COVID-19 seiring dengan naiknya angka kasus harian selama beberapa pekan terakhir. Sebagai alternatif, tes saliva pun sempat diusulkan untuk mendeteksi virus SARS CoV-2 dalam tubuh seseorang. Namun, seefektif apa tes saliva dalam mendeteksi virus corona? Selain itu, bagaimana tanggapan para ahli akan hal ini?”

Halodoc, Jakarta – Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia memasuki masa darurat sebab gelombang kedua COVID-19 sedang terjadi. Setiap hari semakin banyak penduduk yang terus dinyatakan negatif terpapar virus SARS-CoV-2 ini. 

Tes pun semakin masif dilakukan, mulai dari tes PCR dan antigen, hingga yang belakangan mulai kembali diyakini cukup efektif mendeteksi virus corona adalah tes saliva. Namun, tes ini memang terbilang baru dan banyak orang yang masih meragukan keefektifannya.

Lantas, bagaimana para ahli menanggapi tes saliva untuk deteksi virus SARS-CoV-2? Benarkah tes jenis ini mampu menggantikan tes swab antigen dan PCR? Berikut ulasannya!

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Tes Corona yang Digunakan di Indonesia

Efektivitas Tes Saliva Menurut Ahli

Untuk mempercepat deteksi COVID-19. tes saliva diduga bisa menjadi pilihan alternatif. Tes ini bahkan diklaim memiliki performa akurasi yang tinggi, dengan tingkat efektivitas mencapai 94 persen dan spesifisitas sebesar 98 persen. 

Tes saliva hanya mengandalkan sampel air liur, dengan pengambilan sampel yang dinilai jauh lebih baik daripada swab pada hidung yang umumnya terasa menyakitkan atau bikin tidak nyaman. Apalagi tes swab juga harus dilakukan oleh tenaga ahli supaya tidak terjadi kesalahan atau bahkan luka. 

Meski cara melakukannya cukup mudah dan sederhana, para ahli mengatakan bahwa tes saliva dinilai belum terlalu memuaskan untuk bisa mendeteksi keberadaan virus corona dalam tubuh seseorang.

Air liur memang memiliki jumlah virus yang banyak dan biasanya ia berasal dari tenggorokan atau nasofaring. Namun virus mungkin tidak banyak ditemukan jika hanya melalui air liur saja. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai shedding virus, artinya partikel virusnya itu tidak sampai ke saliva. Jadi salivanya saja yang diambil, tetapi virusnya tertinggal di rongga mulut. 

Hasil penelitian di luar negeri juga mengatakan bahwa tes saliva juga masih kurang memuaskan. Namun, para ahli tetap terus mengembangkan terobosan ini, seperti misalnya di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), RSUP Dr Kariadi Semarang, dan Rumah Sakit Nasional Dipenogoro yang bekerja sama dengan PT Bio Farma.

Baca juga: Daftar Drive Thru Test COVID-19 di Jakarta 

Hal yang Perlu Digaris Bawahi Mengenai Tes COVID-19

Ada berbagai tes yang dapat dilakukan untuk memeriksa apakah kamu terinfeksi virus corona atau tidak. Tes yang dibutuhkan tergantung pada kondisi yang kamu alami. Segera lakukan tes PCR jika kamu memiliki beberapa gejala seperti: 

  • Demam dengan suhu tinggi.
  • Batuk baru yang terus-menerus.
  • Kehilangan atau perubahan pada indra penciuman atau perasa.

Jika kamu sedang melakukan tes PCR, maka orang yang tinggal serumah denganmu harus melakukan isolasi mandiri di rumah sampai kamu mendapatkan hasil tes. Keluar rumah hanya boleh dilakukan jika anggota keluarga juga hendak melakukan tes. 

Ingat, sekitar 1 dari 3 orang dengan COVID-19 tidak memiliki gejala tetapi masih dapat menulari orang lain. Apalagi kini juga ditemukan mereka yang tetap tertular COVID-19 meski sudah mendapatkan vaksin lengkap, meski mereka hanya menunjukkan gejala yang ringan. Jika mereka yang dites positif patuh melakukan isolasi mandiri, ini akan membantu menghentikan penyebaran virus.

Baca juga: Swab Antigen dan Rapid Test Antigen, Beda atau Sama?

Dengan semakin meningkatnya kasus harian di Indonesia, ini berarti kamu harus semakin membatasi diri saat  keluar rumah. Pastikan juga untuk tetap menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan saat terpaksa harus keluar rumah.

Jika kamu membutuhkan masker, hand sanitizer, atau suplemen dan vitamin, sebaiknya beli saja di Halodoc. Dengan layanan antar, kamu jadi tak perlu keluar rumah untuk beli semua kebutuhan kesehatan dan pesanan kamu akan tiba kurang dari satu jam dengan kondisi yang aman. Praktis bukan? Yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Overview of Testing for SARS-CoV-2 (COVID-19).
Detik Health. Diakses pada 2021. Tes Saliva untuk Deteksi COVID-19, Seberapa Akurat? Ini Kata Dokter.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Get Tested for Coronavirus (COVID-19).