Advertisement

Energi Matahari Bantu Pembentukan Provitamin D dalam Tubuh, Ini Faktanya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   20 Oktober 2025

Energi matahari berperan untuk membantu produksi vitamin D pada tubuh.

Energi Matahari Bantu Pembentukan Provitamin D dalam Tubuh, Ini FaktanyaEnergi Matahari Bantu Pembentukan Provitamin D dalam Tubuh, Ini Faktanya

Daftar Isi:


Tubuh membutuhkan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang seperti rakhitis pada anak-anak dan nyeri tulang osteomalasia pada orang dewasa.

Apabila vitamin D dalam tubuh tidak tercukupi, terutama pada anak-anak yang berusia 1 hingga 4 tahun, mereka berisiko tinggi harus megonsumsi suplemen tambahan.

Kabar baiknya, mereka tak mesti mengonsumsi suplemen tambahan tersebut setiap hari. Sebab, sinar matahari dapat membantu pembentukan provitamin D pada tubuh. Yuk, simak fakta-faktanya di bawah ini!

Sinar Matahari Merupakan Sumber Terbaik untuk Vitamin D

Vitamin D memiliki banyak peran dalam tubuh. Selain mencegah kelainan tulang seperti osteoporosis, vitamin D juga bisa mengurangi risiko kanker, depresi, dan kelemahan otot. 

Saat kulit terkena sinar matahari, energi akan mengubah bahan kimia pada kulit menjadi vitamin D3. Kemudian dibawa ke hati, selanjutnya ke ginjal untuk kemudian mengubahnya menjadi vitamin D aktif.

Untuk mengetahui manfaat vitamin D3 bagi kesehatan tubuh, kamu bisa baca artikel “Mengetahui Manfaat Vitamin D3 bagi Kesehatan Tubuh

Faktor yang Perlu Diperhatikan

Produksi jumlah vitamin D tubuh saat terkena sinar matahari bergantung pada banyak faktor,. Beberapa faktornya meliputi:

1. Tempat Teduh

Kamu tetap bisa mendapatkan benefit vitamin D harian tanpa harus terkena dengan sinar matahari secara langsung. Saat kamu menempati lokasi yang teduh, kulit kamu akan terkena sinar UVB yang tersebar.

Sinar ini memang tidak sekuat sinar matahari langsung. Namun, tetap memungkinkan tubuh memproduksi sejumlah vitamin D. Ide tersebut merupakan pilihan yang cukup baik bagi kamu yang memiliki kulit sensitif akibat sinar matahari langsung.

2. Jarak dari Garis Khatulistiwa

Semakin jauh dari garis khatulistiwa, semakin sedikit sinar UVB yang sampai ke permukaan bumi. Ini artinya, orang-orang yang tinggal jauh dengan garis khatulistiwa butuh waktu ‘lebih’ terpapar sinar matahari untuk memproduksi vitamin D.

3. Waktu di Siang Hari

Intensitas sinar matahari sangat bervariasi sepanjang hari. Pada sebagian besar tempat, sinar matahari paling kuat antara jam 10 pagi dan jam 4 sore atau saat matahari berada pada titik tertingginya.

Apabila kamu keluar rumah pada waktu tersebut, tubuh akan memproduksi lebih banyak vitamin D dalam waktu lebih singkat ketimbang keluar rumah saat pagi atau sore hari.

4. Melanin

Melanin adalah zat pada kulit yang menyerap sinar UVB untuk mencegah kerusakan pada kulit. Semakin banyak melanin yang kamu miliki, kian banyak sinar UVB yang diserap daripada menjadi vitamin D.

Artinya, orang-orang dengan kulit lebih gelap, umumnya perlu menghabiskan waktu lebih banyak terpapar sinar matahari ketimbang mereka yang lebih sedikit melaninnya untuk mendapatkan jumlah vitamin D yang sama.

5. Usia

Seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi tidak bisa mensintesis vitamin D secara efisien. Biasanya, lansia cenderung tidak banyak menghabiskan waktu berada di luar ruangan.

Hal ini menyebabkan mereka yang berusia 70 tahun ke atas berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D. Biasanya, golongan lansia akan mendapat rujukan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D untuk mengatasi hal ini.

6. Obesitas

Vitamin D larut dalam lemak. Artinya vitamin D dapat tersimpan dalam sel-sel lemak setelah tercerna oleh tubuh. Karena itu, orang dengan lemak yang berlebih lebih mungkin kekurangan vitamin D.

Kamu juga dapat konsumsi beberapa makanan ini untuk membantu dalam meningkatkan kandungan vitamin D di tubuh kamu, lho! Yuk, simak artikel ini! “Ini 4 Makanan yang Banyak Mengandung Vitamin D

Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan Tubuh

Vitamin D memiliki berbagai manfaat penting bagi kesehatan, di antaranya:

  • Menjaga Kesehatan Tulang: Membantu penyerapan kalsium dan fosfor yang penting untuk kekuatan tulang.
  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh: Mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
  • Mencegah Penyakit Kronis: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu.
  • Menjaga Kesehatan Otot: Penting untuk fungsi otot yang optimal.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Vitamin D dari Sinar Matahari

Beberapa faktor dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi vitamin D dari sinar matahari:

  • Warna Kulit: Orang dengan kulit lebih gelap membutuhkan waktu lebih lama untuk memproduksi vitamin D dibandingkan dengan orang dengan kulit lebih terang.
  • Waktu Hari: Sinar UVB paling kuat antara pukul 10 pagi hingga 3 sore.
  • Lokasi Geografis: Orang yang tinggal di daerah lintang tinggi atau selama musim dingin cenderung menghasilkan lebih sedikit vitamin D.
  • Penggunaan Tabir Surya: Tabir surya dapat menghalangi sinar UVB, sehingga mengurangi produksi vitamin D.
  • Usia: Kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin D menurun seiring bertambahnya usia.

Kapan Suplemen Vitamin D Dibutuhkan?

Suplemen vitamin D mungkin diperlukan jika seseorang tidak mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari atau makanan. Kondisi-kondisi yang mungkin memerlukan suplemen vitamin D meliputi:

  • Kekurangan vitamin D yang terdiagnosis.
  • Orang dengan kondisi medis tertentu yang mempengaruhi penyerapan vitamin D.
  • Orang yang jarang terpapar sinar matahari.
  • Lansia.

Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D untuk menentukan dosis yang tepat.

Tips Mendapatkan Vitamin D yang Optimal

Meski energi matahari penting untuk produksi vitamin D, namun berlama-lama terpapar sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit.

Pasalnya, paparan sinar matahari yang berlebih berpotensi menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

Terdapat hal-hal yang dapat kamu lakukan agar tetap aman dalam menerima vitamin D dari sinar matahari, yaitu dengan cara-cara berikut:

  • Batasi waktu terpapar sinar matahari; Untuk mengurangi risiko kerusakan, batasi waktu yang kamu habiskan terpapar sinar matahari. Bagi sebagian orang, menghabiskan 15-30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu sudah cukup untuk menjaga kadar vitamin D.
  • Gunakan sunscreen; Apabila kamu akan menghabiskan waktu di luar ruangan lebih dari 15 menit, aplikasikan sunscreen 30 menit sebelum kamu bepergian. Sunscreen dengan kandungan SPF 30 atau lebih, dapat melindungi kamu dari sinar UVB atau UVA.
  • Lindungi wajah dan mata; Paparan sinar matahari dapat merusak mata dan dapat menyebabkan katarak bahkan kanker mata. Akan lebih baik jika kamu menggunakan topi atau sunglasses.

Selain melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung, ini manfaat lain dari menggunakan sunscreenWajib Dipakai, 5 Manfaat Sunscreen bagi Kesehatan Kulit

Kesimpulan

Sinar matahari adalah sumber vitamin D alami yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Paparan sinar UVB membantu tubuh memproduksi vitamin D3, yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tulang, kekebalan tubuh, dan pencegahan penyakit kronis.

Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari makanan dan suplemen. Pastikan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, mengonsumsi makanan kaya vitamin D, dan mempertimbangkan suplemen jika diperlukan untuk menjaga kadar vitamin D yang optimal.

Kamu dapat konsultasikan kondisi kesehatan kamu atau keluargamu dengan menghubungi dokter melalui Halodoc.

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi
NHS. Diakses Pada 2025. Vitamin D.
Everlywell. Diakses Pada 2025. How Much Vitamin D Do You Get from the Sun?
Harvard Health Publishing. Diakses Pada 2025. Vitamin D and your health: Breaking old rules, raising new hopes.