Ad Placeholder Image

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Trypophobia

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli 20 Agustus 2021

“Trypophobia adalah jenis fobia yang ditandai dengan munculnya ketakutan tersendiri ketika melihat permukaan benda yang berlubang-lubang. Sayangnya, studi yang mempelajari tentang kondisi ini bisa dikatakan terbatas. Meski begitu, para peneliti telah menduga adanya hal tertentu yang meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan ini.”

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko TrypophobiaFaktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Trypophobia

Halodoc, Jakarta – Sebenarnya, trypophobia bisa dibilang bukan hal yang serius dan membahayakan. Namun, tetap saja ada ketakutan yang tidak bisa dijelaskan pada seseorang terhadap benda tertentu yang memiliki lubang-lubang pada permukaannya. Sebut saja sarang lebah atau spons pencuci piring. 

Siapa saja bisa mengalami masalah ketakutan ini. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya fobia ini pada seseorang. Apa saja? 

Baca juga: Takut Terhadap Lubang atau Tonjolan Tanda Idap Trypophobia

Berbagai Kemungkinan Penyebab Trypophobia

Sayangnya, terbatasnya penelitian membuat penyebab fobia permukaan benda yang berlubang-lubang sulit dideteksi. Meski begitu, para pakar kesehatan meyakini ada peran dari beberapa hal berikut ini terhadap kondisi trypophobia.

  • Respons Evolusi Terhadap Berbagai Hal yang Berbahaya

Berdasarkan sebuah teori yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, trypophobia diartikan sebagai respons evolusi terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan bahaya. Contohnya, masalah kesehatan kulit dengan benjolan atau lubang-lubang berukuran kecil. 

Teori tersebut juga mengatakan bahwa trypophobia sebenarnya mempunyai dasar evolusi. Kondisi ini juga bisa dibilang konsisten terhadap kecenderungan orang-orang yang mengidapnya. Biasanya, mereka akan mengalami rasa jijik yang justru lebih besar dibandingkan dengan ketakutan saat melihat benda yang menjadi pemicunya. 

  • Keterkaitan dengan Hewan Buas

Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa ketakutan terhadap benda yang memiliki permukaan berlubang muncul karena dihubungkan dengan hewan buas. Ini karena lubang-lubang yang posisinya berdekatan pada suatu benda yang dianggap sama dengan pola bulu atau kulit pada beberapa hewan buas. Sederhananya, keterkaitan ini muncul pada beberapa orang tanpa disadari.

Baca juga: Alami Trypophobia, Kapan Harus ke Psikiater?

  • Respons akan Tampilan Visual

Lalu, ada pula yang beranggapan bahwa rasa tidak nyaman yang terjadi pada pengidap trypophobia lebih disebabkan karena tampilan visual dari pola tersebut. Ini dibuktikan dalam jurnal Psychological Reports. Temuan ini menyebutkan bahwa rasa tidak nyaman pada pengidap trypophobia lebih disebabkan karena tampilan visualnya, bukan karena kaitannya dengan hewan buas. 

Berdasarkan penelitian tersebut, muncul sebuah pertanyaan apakah trypophobia sebenarnya lebih mengarah pada respons tubuh terhadap kondisi visual tertentu ataukah memang sebuah fobia? 

  • Hubungan dengan Masalah Lainnya

Walaupun belum bisa dipastikan bahwa masalah mental lainnya turut menyebabkan trypophobia, tetapi para pakar berpendapat bahwa mereka yang mengalami kondisi ini lebih rentan terserang depresi atau kecemasan berlebihan. Bisa disimpulkan bahwa ada hubungan erat antara kedua kondisi tersebut, dan tentunya masih dibutuhkan studi lanjutan untuk membuktikan hal ini. 

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Cara Mengatasi Trypophobia

  • Bisakah Disembuhkan?

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati fobia. Terapi masih menjadi cara yang bisa dibilang efektif sampai sekarang. Pengobatan ini dilakukan dengan berfokus pada terjadinya perubahan respons terhadap situasi atau hal apapun yang memicu ketakutan. 

Selain itu, pengobatan fobia juga bisa dilakukan dengan terapi perilaku kognitif atau CBT. Terapi ini dilakukan dengan cara memadukan terapi pemaparan dengan cara lainnya untuk membantu pengidap mengelola kecemasan sekaligus mengendalikan pikiran, sehingga ketakutan berlebihan tidak terjadi. 

Pilihan pengobatan lainnya yang dapat membantu meringankan fobia, yaitu:

  • Terapi bicara umum dengan ahli kejiwaan atau psikiater.
  • Konsumsi obat-obatan, seperti obat penenang dan beta-blocker guna membantu mengurangi kecemasan dan serangan panik.
  • Melakukan teknik relaksasi, seperti yoga atau pernapasan dalam.
  • Melakukan olahraga untuk membantu mengelola kecemasan.

Jadi, apabila kamu merasakan ada gejala trypophobia dan sangat terganggu dengan hal ini, kamu bisa langsung menceritakan kondisimu pada psikolog. Pakai aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab dengan ahli kesehatan setiap saat, download langsung aplikasinya di ponselmu. 

Referensi:
Psychological Science. Diakses pada 2021. Fear of Holes.
Psychological Reports. Diakses pada 2021. Is Trypophobia a Phobia?
Very Well Mind. Diakses pada 2021. Trypophobia or the Fear of Holes.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Should Know About Trypophobia.