• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gagal Jantung Dapat Sebabkan Hipoalbuminemia

Gagal Jantung Dapat Sebabkan Hipoalbuminemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Hipoalbuminemia merupakan kondisi yang terjadi saat kadar albumin dalam darah berada di bawah normal. Kondisi ini biasanya terjadi pada pengidap penyakit berat atau pengidap penyakit kronis. Apakah kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit gagal jantung? Berikut penjelasan lengkapnya!

Baca juga: Koarktasio Aorta Bisa Sebabkan Gagal Jantung

Benarkah Gagal Jantung Dapat Sebabkan Hipoalbuminemia?

Hipoalbuminemia terjadi karena adanya penurunan produksi albumin, kerusakan hepatosit yang menyebabkan penurunan produksi albumin, kurangnya asupan protein dalam tubuh, tingginya angka hilangnya albumin melalui proses pencernaan atau ginjal, serta adanya peradangan kronis dalam tubuh. Salah satu kondisi yang menjadi penyebab umum adalah gagal jantung. 

Gagal jantung merupakan kondisi saat jantung melemah, sehingga tidak mampu mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini ditandai dengan sesak napas, cepat merasa lelah, pembengkakan pada tungkai, batuk yang bertambah parah pada malam hari, naik atau turunnya berat badan secara drastis, gelisah, cemas, berkurangnya nafsu makan, serta perut kembung.

Baca juga: Mengapa Gangguan Jantung Bisa Menimbulkan Penyakit Lain?

Bukan hanya gagal jantung saja yang menjadi penyebab dari hipoalbuminemia, berikut sejumlah penyebab umum dari kondisi tersebut:

  • Memiliki luka bakar yang menyebabkan celah pembuluh darah melebar, sehingga albumin dapat keluar dari pembuluh darah.

  • Kekurangan vitamin dalam tubuh.

  • Mengidap penyakit saluran pencernaan, seperti gangguan penyerapan nutrisi atau pembuangan albumin yang berlebih.

  • Mengidap penyakit kritis yang menyebabkan penurunan laju produksi albumin, peningkatan degradasi dan pembuangan albumin, serta pelebaran celah pembuluh darah.

  • Mengidap diabetes yang ditandai dengan sering merasa haus, sering buang air kecil, sering merasa lapar, turunnya berat badan tanpa sebab, berkurangnya massa otot, adanya keton dalam urine, serta luka yang sulit sembuh.

  • Mengidap hipertiroid yang ditandai dengan jantung berdebar, tremor, gelisah, mudah berkeringat, mudah marah, turunnya berat badan secara drastis, sulit tidur, diare, pandangan kabur, rambut rontok, serta gangguan menstruasi.

  • Mengidap penyakit lupus yang ditandai dengan sering merasa kelelahan, ruam pada batang hidung sampai pipi, demam, sesak napas, nyeri sendi dan kaku pada sendi, sakit kepala, kebingungan, mulut dan mata kering, kebingungan, nyeri dada, serta penurunan daya ingat.

  • Mengidap sirosis hati yang ditandai dengan lemas, perut kembung, nyeri perut, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, menurunnya berat badan, telapak tangan memerah, serta munculnya tanda seperti sarang laba-laba di kulit.

  • Mengidap kanker hati yang ditandai dengan gatal-gatal, penurunan nafsu makan, mual dan muntah, penurunan berat badan, tubuh mudah lelah, urine gelap, penyakit kuning, nyeri perut sebelah kanan atas, pembesaran limpa, serta pembengkakan organ hati.

  • Mengidap hepatitis yang ditandai dengan gejala seperti flu, feses pucat, nyeri perut, penurunan berat badan, urine gelap, serta kehilangan nafsu makan.

  • Mengidap penyakit hati alkoholik yang ditandai dengan perut membesar, demam, gatal pada kulit, rambut rontok, penurunan berat badan, insomnia, otot melemah, mudah memar, serta muntah darah.

  • Mengidap perlemakan hati yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan, berkurangnya berat badan, bingung, tubuh melemah, penyakit kuning, telapak tangan memerah, kebingungan, serta pembesaran pembuluh darah di bawah permukaan kulit.

Disamping itu, beberapa faktor ikut meningkatkan risiko hipoalbuminemia, seperti lanjut usia, penggunaan alat bantu pernafasan seperti ventilator dan mesin bypass.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Hipermagnesemia Bisa Sebabkan Gagal Jantung

Apa Saja Gejala Hipoalbuminemia yang Perlu Diwaspadai?

Berikut beberapa gejala hipoalbuminemia yang perlu diperhatikan:

  • Pembengkakan pada wajah atau tungkai.

  • Pembengkakan kelenjar air liur.

  • Pembengkakan pada lidah.

  • Hepatomegali dan splenomegali.

  • Pembengkakan pada jantung.

  • Denyut jantung melambat.

  • Gangguan irama jantung.

  • Tekanan darah rendah.

  • Berkurangnya nafsu makan.

  • Diare.

  • Mual dan muntah.

  • Penurunan berat badan.

  • Penurunan jumlah massa otot.

  • Kulit kering dan kasar.

  • Luka yang sulit sembuh.

  • Penyakit kuning.

  • Pembesaran payudara pada pria.

  • Gangguan pada otak.

  • Telapak tangan memerah.

  • Tremor pada pergelangan tangan.

Segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus kamu ambil jika kamu merasakan sejumlah gejalanya ditambah dengan merasa mudah lelah atau sulit bernapas. Saat gejala muncul, pemeriksaan medis harus segera dilakukan untuk mencegah munculnya komplikasi.

Referensi:

Medscape. Diakses pada 2020. Hypoalbuminemia.

Healthline. Diakses pada 2020. What is Hypoalbuminemia and How is it Treated?