• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gorengan untuk Buka Puasa, Ini Tips Jaga Kadar Kolesterol

Gorengan untuk Buka Puasa, Ini Tips Jaga Kadar Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ada jenis makanan tertentu yang kerap dijadikan menu berbuka puasa, salah satunya gorengan. Setelah seharian menahan lapar dan haus, hampir tidak ada yang bisa menolak godaan rasa gurih dari gorengan bakwan, tahu, atau tempe goreng. Namun hati-hati, kebiasaan makan gorengan berisiko memicu gangguan kesehatan seperti kadar kolesterol tinggi. Aduh! 

Kolesterol tinggi adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan sama sekali. Sebab, tingginya kadar kolesterol dalam darah bisa meningkatkan risiko muncul komplikasi serius, seperti penyakit jantung atau stroke. Namun jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk menghindari kolesterol tinggi meski sering makan gorengan. Bagaimana caranya? 

Baca juga: Tips Sehat Buat yang Suka Makan Gorengan

Menurunkan Risiko Konsumsi Gorengan

Kebiasaan mengonsumsi gorengan, termasuk saat berbuka puasa disebut bisa berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Jika dibiarkan terus-menerus, komplikasi berupa penyakit stroke, bahkan serangan jantung. Kabar buruknya, kondisi ini sering tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala. 

Gorengan atau makanan yang digoreng cenderung memiliki banyak kandungan lemak, kalori, dan garam. Hal itulah yang disebut bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan. Proses menggoreng makanan bisa mengubah kualitas nutrisi, apalagi jika minyak untuk menggoreng sudah dipakai berulang sehingga mengandung lemak trans.

Kebiasaan mengonsumsi gorengan dalam jumlah besar bisa menyebabkan peningkatan kadar kolesterol yang berujung pada pembentukan plak pada pembuluh darah. Plak tersebut bisa menghambat aliran pembuluh darah dan berpotensi memicu penyakit stroke, aterosklerosis, hingga serangan jantung mendadak. Namun jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko dari konsumsi makanan yang digoreng. 

Baca juga: Porsi yang Tepat Saat Berbuka Puasa

Salah satu cara yang bisa dicoba untuk mengurangi risiko buruk makan gorengan adalah dengan masak sendiri di rumah dan memilih minyak goreng terbaik. Umumnya, proses menggoreng makanan dilakukan menggunakan minyak trans atau minyak yang sudah mengalami hidrogenasi. Coba ganti dengan jenis minyak yang lebih sehat, seperti minyak jagung, biji bunga matahari, minyak wijen, atau minyak zaitun. 

Agar lebih sehat, hindari menggunakan minyak goreng secara berulang. Maka dari itu, gunakan minyak goreng secukupnya saja agar tidak merasa sayang dan tidak bisa digunakan lagi. Perhatikan juga suhu saat menggoreng. Hal ini penting untuk menghindari minyak terlalu banyak terserap ke dalam makanan yang digoreng. Suhu terbaik saat menggoreng adalah sekitar 176-1900 derajat Celsius. 

Jika suhu menggoreng terlalu rendah atau di bawah suhu yang disarankan, minyak dapat meresap ke dalam makanan. Sebaliknya, jika suhu terlalu tinggi, makanan akan menjadi terlalu kering dan minyak juga dapat teroksidasi. Kamu juga bisa menggunakan tisu kertas atau tisu dapur untuk mengurangi minyak pada makanan sebelum dikonsumsi. 

Agar tidak perlu terlalu lama menggoreng, kamu juga bisa mencoba untuk memanggang makanan terlebih dahulu. Dengan begitu, makanan sudah sedikit matang sehingga tidak perlu terlalu lama berada di dalam minyak. Ingat, agar lebih sehat, pastikan untuk memasak sendiri gorengan di rumah. Kebiasaan membeli gorengan di luar rumah juga bisa meningkatkan risiko penyakit, karena tidak ada jaminan jenis minyak apa yang digunakan dan umumnya minyak goreng sudah dipakai berulang. Selain itu, sebaiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang digoreng.

Baca juga: 6 Pilihan Takjil Sehat untuk Menu Buka Puasa

Cari tahu lebih lanjut seputar bahaya kolesterol tinggi dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Kamu juga bisa bertanya seputar tips menjalani puasa dan menyiapkan makanan sehat untuk berbuka puasa pada ahlinya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High Cholesterol.
Healthline. Diakses pada 2020. What Is The Healthiest Oil For Deep Frying? The Crispy Truth. 
Everyday Health. Diakses pada 2020. How to Choose a Healthier, Tastier, Cooking Oil. 
Everyday Health. Diakses pada 2020. 8 Ways to Cook for a Cholesterol-Lowering Diet.