Ad Placeholder Image

Headset Aman: Tips Jaga Pendengaran!

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   12 Maret 2026

Selama menggunakan headset, penting untuk mengatur volume, membatasi durasi pemakaian, memilih jenis headset yang sesuai, serta menjaga kebersihannya demi kesehatan telinga.

Headset Aman: Tips Jaga Pendengaran!Headset Aman: Tips Jaga Pendengaran!

DAFTAR ISI


Di era digital saat ini, headset telah menjadi perangkat penting yang mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mendengarkan musik, mengikuti kelas daring, hingga rapat virtual.

Meski praktis dan membantu, penggunaan headset yang kurang tepat bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan pendengaran.

Untuk itu, penting bagi kamu memahami tips penggunaan headset yang sehat, potensi risiko yang dapat muncul, serta langkah pencegahan agar telinga tetap terlindungi.

Bahaya Headset Bagi Pendengaran

Penggunaan headset dengan volume tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel rambut di koklea, bagian dalam telinga yang bertanggung jawab untuk mengubah suara menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. 

Kerusakan ini dapat mengakibatkan:

  • Kehilangan Pendengaran Akibat Bising (NIHL). Kondisi ini terjadi secara bertahap akibat paparan suara keras dalam jangka waktu lama. Seseorang mungkin tidak menyadari adanya penurunan pendengaran hingga kondisinya cukup parah.
  • Tinnitus. Kondisi ini ditandai dengan dering, dengung, atau suara lain di telinga yang tidak berasal dari sumber eksternal. Tinnitus dapat bersifat sementara atau permanen dan dapat mengganggu kualitas hidup.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 1 miliar orang berusia 12-35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara keras, termasuk penggunaan perangkat audio pribadi seperti headset.

Yuk, ketahui selengkapnya 6 Dampak Negatif Penggunaan Headset Terlalu Lama.

Gejala Gangguan Pendengaran yang Perlu Diwaspadai

Penting untuk mengenali tanda-tanda awal kerusakan pendengaran sebelum kondisi memburuk. Beberapa gejala yang sering diabaikan meliputi:

  • Sering meminta orang lain untuk mengulang pembicaraan.
  • Kesulitan mendengar suara konsonan (seperti ‘s’, ‘f’, ‘th’) dalam percakapan.
  • Perlu menaikkan volume televisi atau perangkat audio secara signifikan dibandingkan sebelumnya.
  • Telinga terasa penuh, tertekan, atau nyeri setelah melepas headset.
  • Munculnya suara berdenging yang menetap.

Jika mengalami gejala di atas, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan audiometri di fasilitas kesehatan. kamu bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis THT untuk evaluasi fungsi pendengaran.

Apa Efek Keseringan Menggunakan Headset?

Terdapat berbagai dampak negatif yang muncul akibat kebiasaan mendengarkan audio melalui earphone tanpa jeda istirahat. Berikut adalah penjelasan detail mengenai efek samping tersebut bagi kesehatan tubuh:

1. Noise-Induced Hearing Loss (NIHL)

Gangguan pendengaran akibat kebisingan atau NIHL terjadi karena kerusakan pada sel-sel sensorik di telinga bagian dalam. Paparan suara keras yang intens dapat menyebabkan sel-sel ini mati dan tidak dapat beregenerasi.

2. Tinnitus (Telinga Berdenging)

Tinnitus adalah sensasi bunyi berdenging, berdesis, atau menderu di dalam telinga tanpa ada sumber suara eksternal. Kondisi ini sering kali merupakan tanda awal kerusakan saraf pendengaran.

Penggunaan headset dengan volume tinggi dalam waktu lama memicu aktivitas saraf yang abnormal di otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai suara konstan yang mengganggu.

3. Infeksi dan Iritasi Liang Telinga

Penggunaan earbuds yang masuk ke dalam liang telinga dapat menghambat sirkulasi udara dan meningkatkan kelembapan.

Kondisi lembap ini menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur yang memicu infeksi telinga luar (otitis externa). Selain itu, tekanan fisik dari perangkat yang tidak pas dapat menyebabkan iritasi kulit pada area sensitif di sekitar liang telinga.

4. Penumpukan Kotoran Telinga (Earwax)

Headset dapat menghalangi proses alami keluarnya kotoran telinga. Penggunaan perangkat yang dimasukkan terlalu dalam justru mendorong earwax kembali ke arah gendang telinga, menyebabkan penyumbatan (impaksi serumen). Hal ini dapat mengakibatkan rasa penuh pada telinga, nyeri, hingga penurunan fungsi pendengaran sementara.

5. Kelelahan Pendengaran dan Penurunan Fokus

Paparan suara terus-menerus memaksa otak bekerja lebih keras untuk memproses informasi auditif. Dampaknya, pengguna sering merasakan kelelahan kognitif dan kesulitan memusatkan perhatian setelah pemakaian headset dalam durasi lama. Gangguan ini sering disebut sebagai listener fatigue yang berdampak pada produktivitas harian.

Tips Aman Menggunakan Headset

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu ikuti untuk menggunakan headset dengan aman dan menjaga kesehatan pendengaran:

1. Memilih headset yang tepat

Jenis headset yang kamu gunakan dapat memengaruhi risiko kerusakan pendengaran.

Headset over-ear, yang menutupi seluruh telinga, cenderung lebih aman daripada earbud yang dimasukkan langsung ke dalam saluran telinga.

Headset over-ear membantu mengurangi kebisingan dari lingkungan sekitar, sehingga kamu tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi.

2. Mengatur volume yang aman

Aturan praktis yang direkomendasikan oleh para ahli adalah “aturan 60/60”:

Atur volume headset tidak lebih dari 60% dari volume maksimal dan batasi durasi penggunaan tidak lebih dari 60 menit per sesi.

Jika kamu mendengarkan musik atau audio dalam waktu yang lebih lama, berikan telinga kamu istirahat secara teratur.

3. Membatasi durasi penggunaan

Semakin lama kamu menggunakan headset, semakin besar risiko kerusakan pendengaran.

Usahakan untuk membatasi durasi penggunaan headset dan berikan telinga kamu istirahat secara teratur.

Jika memungkinkan, gunakan speaker atau microphone eksternal saat melakukan panggilan atau rapat online.

4. Membersihkan headset secara rutin

Headset yang kotor dapat menjadi sarang bakteri dan jamur, yang dapat menyebabkan infeksi telinga.

Bersihkan headset kamu secara rutin dengan kain lembut dan cairan pembersih yang aman untuk elektronik.

5. Istirahat untuk telinga

Setelah menggunakan headset dalam waktu yang lama, berikan telinga kamu istirahat selama beberapa menit. Hindari paparan suara keras lainnya selama periode istirahat ini.

6. Pemeriksaan pendengaran rutin

Lakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin, terutama jika kamu sering menggunakan headset atau bekerja di lingkungan yang bising.

Pemeriksaan pendengaran dapat membantu mendeteksi masalah pendengaran sejak dini, sehingga kamu dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Ibu atau anggota keluarga alami sakit telinga? Simak selengkapnya, Ini Pilihan Obat Sakit Telinga yang Efektif Redakan Gejala

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan) jika kamu mengalami gejala gangguan pendengaran seperti:

  • Penurunan kemampuan mendengar.
  • Tinnitus (dering atau dengung di telinga).
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di telinga.
  • Kesulitan memahami percakapan.

Kesimpulan

Penggunaan headset yang aman adalah kunci untuk menjaga kesehatan pendengaran kamu. Dengan mengikuti tips yang telah dijelaskan di atas, kamu dapat menikmati musik, podcast, dan audio lainnya tanpa mengorbankan pendengaran.

Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kesehatan pendengaran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter THT di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli dan tepercaya.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Hearing loss.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Diakses pada 2026. Noise-induced hearing loss.

FAQ

1. Earphone yang bagus apa?

Pilihlah earphone yang dilengkapi fitur Active Noise Cancellation (ANC) agar kamu tidak perlu menyetel volume terlalu kencang saat berada di lingkungan bising.

Demi kesehatan pendengaran, pastikan juga untuk selalu menerapkan prinsip 60/60, yaitu mendengarkan musik dengan volume maksimal 60% selama tidak lebih dari 60 menit sehari.

Selain itu, pastikan bantalan earphone sesuai dengan ukuran lubang telinga guna mencegah tekanan berlebih dan iritasi pada liang telinga.

2. Apakah semua jenis headset aman untuk digunakan?

Tidak semua jenis headset aman. Headset over-ear umumnya lebih aman karena mengurangi kebisingan eksternal.

3. Berapa lama waktu ideal menggunakan headset dalam sehari?

Idealnya, batasi penggunaan headset tidak lebih dari 60 menit per sesi dengan volume tidak lebih dari 60% dari volume maksimal.

4. Bagaimana cara mengetahui jika pendengaran saya terganggu akibat penggunaan headset?

Gejala gangguan pendengaran meliputi kesulitan mendengar suara bernada tinggi, merasa suara teredam, atau mengalami tinnitus.

5. Apakah headset bisa menyebabkan tuli permanen?

Ya, penggunaan headset dengan volume di atas 85 dB dalam waktu lama dapat merusak saraf pendengaran secara permanen (NIHL).

6. Berapa volume aman saat pakai headset?

Volume aman adalah di bawah 60% dari kapasitas maksimal perangkat.

7. Mengapa telinga terasa gatal setelah pakai earphone?

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh iritasi kulit atau kelembapan yang terjebak di liang telinga, yang bisa memicu infeksi jamur atau bakteri (otitis eksterna).