• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Cuma Penebalan Kulit, Ini 4 Gejala Mata Ikan

Bukan Cuma Penebalan Kulit, Ini 4 Gejala Mata Ikan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan kesehatan bernama clavus? Kalau belum, bagaimana dengan mata ikan? Nah, dalam dunia medis mata ikan juga disebut dengan clavus. Hal yang perlu digarisbawahi, mata ikan tidaklah serupa dengan kapalan atau pula kutilan. Ketiga hal tersebut merupakan kondisi yang berbeda.

Clavus merupakan kondisi penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang terjadi berulang kali. Dibandingkan dengan kapalan, mata ikan biasanya berbentuk bulat dan berukuran lebih kecil. Mata ikan juga memiliki bagian tengah yang lebih keras yang dikelilingi kulit yang meradang. 

Hati-hati, penebalan kulit yang berubah menjadi mata ikan bisa menimbulkan rasa nyeri. Dalam kebanyakan kasus, keluhan yang satu ini umumnya ditemukan di bagian kaki. Menyoal jenis kelamin, rasanya kaum hawa mesti harap-harap cemas. Sebab, mata ikan lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Alasannya, wanita lebih sering menggunakan sepatu yang tertutup dengan ukuran yang tidak nyaman. 

Pertanyaannya, seperti apa sih gejala mata ikan yang sering dialami pengidapnya? Lalu, bagaimana cara mengatasi masalah kulit ini? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Mata Ikan, Enggak Terlihat tapi Ganggu Kaki Melangkah 

Bukan Cuma Penebalan Kulit

Selain penebalan dan pengerasan pada bagian kulit pada kaki, ada tanda lainnya yang menjadi gejala dari kondisi mata ikan. Nah, berikut beberapa gejala yang umumnya dialami oleh mereka yang mengidap mata ikan.

1. Biasanya kondisi mata ikan muncul seperti benjolan kecil dan kasar. Kondisi mata ikan ini muncul pada bagian tumit, pangkal jari kaki, atau kaki bagian depan.

2. Kulit yang keras dan menebal biasanya terjadi ketika benjolan sudah masuk ke dalam karena mata ikan tumbuh ke dalam. Tekanan dan gesekan menyebabkan mata ikan tumbuh ke dalam.

3. Terkadang muncul bintik-bintik hitam di sekitar penebalan kulit yang terjadi. Kondisi ini terjadi akibat adanya gumpalan darah yang membeku.

4. Terkadang pengidap mata ikan akan mengalami kondisi nyeri pada bagian benjolan atau kulit yang menebal ketika berjalan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Andaikan mengalami gejala-gejala di atas, tanyakanlah pada dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan medis yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan kamu pada dokter melalui Halodoc, dengan memilih Tanya Dokter. Kamu juga bisa melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatanmu.

Gejalanya sudah, bagaimana dengan cara mengatasinya?

Baca juga: Hati-Hati Pilih Alas Kaki agar tak Kena Mata Ikan

Tips Mengatasi Heloma

Setidaknya ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan di rumah untuk mengatasi mata ikan. Misalnya:

  • Rendam tangan dan kaki untuk melembutkan mata ikan.

  • Gunakan sepatu dan kaus kaki yang pas.

  • Kenakan bantalan sepatu yang disesuaikan dengan bentuk kaki pengidap.

  • Gunakan batu mandi untuk menggosok mata ikan dengan halus, tetapi hati-hati sebab menggosok dengan keras dapat mengakibatkan infeksi.

  • Lembapkan kulit.

  • Lindungi area rawan mata ikan dengan alas khusus.

  • Konsumsi obat-obatan penghilang mata ikan atau kapalan (atas rekomendasi dokter.

Andaikan cara-cara di atas tak berhasil, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Tak menutup kemungkinan dokter akan mengambil tindakan operasi untuk mengatasi mata ikan. Tindakan operasi ini biasanya akan direkomendasikan dokter untuk memotong atau menghancurkan benjolan dengan menggunakan jarum atau alat lainnya.

Baca juga: Mata Ikan Menyerang, Perlukah Operasi?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Corns and Calluses.
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Corns?
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Corns and calluses resulting from mechanical hyperkeratosis. Am Fam Physycian.