Ad Placeholder Image

Ini Alasan Wajib Vaksin Polio Sebelum Haji dan Umrah

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   29 Oktober 2025

Vaksin polio bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga langkah penting untuk menjaga kesehatan selama beribadah.

Ini Alasan Wajib Vaksin Polio Sebelum Haji dan UmrahIni Alasan Wajib Vaksin Polio Sebelum Haji dan Umrah

DAFTAR ISI

  1. Mengapa Diwajibkan Vaksin Polio Sebelum Haji dan Umrah? Ini Alasannya
  2. Tempat Mendapatkan Vaksin Polio
  3. Vaksin Polio (IPV) Kini Bisa Lewat Halodoc
  4. Persiapan Vaksin Polio Sebelum Haji dan Umrah
  5. Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Menjalankan ibadah haji dan umrah adalah momen yang sangat dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. 

Namun, sebelum berangkat ke Tanah Suci, ada beberapa syarat kesehatan yang wajib dipenuhi agar perjalanan ibadah berjalan aman dan lancar. Salah satu syarat penting tersebut adalah vaksin polio.

Lantas, mengapa vaksin polio penting sebelum berangkat haji dan umrah? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa Diwajibkan Vaksin Polio Sebelum Haji dan Umrah? Ini Alasannya

Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio, yang dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan permanen. 

Meskipun Indonesia telah dinyatakan bebas polio sejak 2014, kasus polio masih ditemukan di beberapa negara lain. 

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi mewajibkan vaksinasi polio bagi jemaah asal negara-negara dengan potensi penyebaran virus tersebut.

Beberapa alasan utama vaksin polio diwajibkan sebelum haji dan umrah, antara lain:

1. Mencegah penularan di kawasan padat jemaah.

Saat ibadah haji dan umrah, jutaan orang dari berbagai negara berkumpul dalam satu wilayah. 

Kondisi ini berisiko tinggi untuk penularan penyakit, termasuk polio.

2. Menjaga kekebalan tubuh terhadap virus polio.

Meskipun seseorang sudah pernah mendapat vaksin polio saat kecil, dosis tambahan atau booster dibutuhkan untuk memastikan kekebalan tubuh tetap optimal.

3. Persyaratan administratif perjalanan.

Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap jemaah membawa sertifikat vaksinasi internasional (ICV) atau buku kuning sebagai bukti telah divaksin. 

Tanpa dokumen ini, keberangkatan bisa tertunda atau bahkan tidak diizinkan.

Jadi, vaksin polio bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga langkah penting untuk menjaga kesehatan diri dan sesama jemaah selama beribadah.

Baca selengkapnya: Apa itu Polio dan Cara Efektif Mencegah Penularannya.

Tempat Mendapatkan Vaksin Polio

Untuk mendapatkan vaksin polio sebelum haji atau umrah, jemaah bisa mendatangi beberapa tempat resmi yang telah ditunjuk oleh pemerintah dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Berikut beberapa tempat penyedia vaksin polio yang bisa kamu pilih:

1. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

KKP merupakan tempat utama untuk mendapatkan vaksin polio bagi pelaku perjalanan internasional. 

Setelah vaksinasi, kamu akan mendapatkan International Certificate of Vaccination (ICV) atau kartu kuning yang diakui secara internasional.

2. Rumah sakit atau klinik yang bekerja sama dengan Kemenkes

Beberapa rumah sakit dan klinik besar juga menyediakan layanan vaksin polio untuk jemaah haji dan umrah. 

Pastikan fasilitas tersebut telah memiliki izin penyelenggaraan vaksinasi internasional.

3. Layanan vaksinasi di Halodoc Homecare 

Sekarang, vaksin polio bisa dilakukan dengan cara yang lebih praktis melalui layanan vaksinasi di Halodoc Homecare. Kamu bisa memilih jadwal yang sesuai, tanpa harus mengantre. 

Semua prosedur dilakukan oleh tenaga medis profesional yang memastikan vaksin diberikan dengan aman dan sesuai standar.

Vaksin Polio (IPV) Kini Bisa Lewat Halodoc

Mulai Juni 2025, vaksin Polio Inactivated Poliomyelitis Vaccine (IPV) menjadi syarat wajib sebelum keberangkatan umrah dan perjalanan ke negara endemis polio.

Melalui layanan Halodoc Homecare, kamu bisa melakukan Vaksinasi Polio (IPV) serta mendapatkan Buku Kuning atau eICV di Klinik Halomedika tanpa harus antre.

Vaksinasi wajib dilakukan di Klinik Halomedika, yang tersedia setiap hari Senin–Minggu, pukul 08.00–15.00 WIB.

Berikut keunggulan melakukan vaksinasi Polio (IPV) lewat layanan Homecare Halodoc:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi.  Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Setelah vaksin diberikan, tenaga medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Buku Kuning (International Certificate of Vaccination) langsung diberikan setelah vaksinasi.
  • Harga vaksin mulai dari Rp390.000,- per dosis.
  • Hemat waktu dan biaya.
  • Tanpa biaya tambahan.

Jadi, bagi kamu yang belum mendapatkan vaksin Polio (IPV) atau butuh Buku Kuning untuk perjalanan ibadah atau luar negeri, segera pesan vaksinasi Polio sekarang juga lewat Halodoc.

Begini cara pemesanannya:

Kamu bisa order layanan Halodoc Homecare melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp Official Halodoc Homecare di 0888-0999-9226.

Untuk pemesanan di aplikasi Halodoc, berikut ini langkahnya:

  • Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
  • Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Lab, Vaccine & Homecare’.
  • Pilih kategori layanan Homecare yang kamu butuhkan.
  • Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan yang kamu inginkan.
  • Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Halodoc Homecare akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.

Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!

Booking Vaksin Polio IPV denga Buku Kuning Lebih Mudah di Rumah pakai Halodoc

Persiapan Vaksin Polio Sebelum Haji dan Umrah

Sebelum menjalani vaksinasi, ada beberapa hal penting yang perlu kamu siapkan agar prosesnya berjalan lancar:

  • Pastikan kondisi tubuh sehat. Jika sedang mengalami demam, flu, atau infeksi, sebaiknya tunda vaksinasi sampai kondisi membaik agar efektivitas vaksin optimal.
  • Bawa dokumen identitas dan paspor. Data ini digunakan untuk pencatatan pada sertifikat vaksin internasional. 
  • Konsultasikan dengan dokter bila memiliki kondisi khusus. Jika kamu memiliki riwayat alergi berat, gangguan sistem imun, atau sedang menjalani pengobatan tertentu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum vaksinasi.
  • Perhatikan waktu pemberian vaksin. Vaksin polio harus diberikan minimal 4 minggu sebelum keberangkatan, agar sertifikat vaksin sah dan diterima oleh otoritas keberangkatan.

Dengan persiapan matang, kamu dapat memastikan vaksinasi berjalan lancar dan memenuhi semua syarat keberangkatan.

Penting untuk dipahami, ini Penyebab dan Cara Mengobati Gejala Polio.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Secara umum, vaksin polio aman dan jarang menimbulkan efek samping serius. 

Namun, beberapa orang mungkin mengalami reaksi ringan yang bersifat sementara, seperti:

  • Nyeri, bengkak, atau kemerahan di area suntikan.
  • Demam ringan.
  • Merasa lemas setelah vaksinasi.
  • Mual.
  • Sakit kepala atau tidak enak badan selama 1–2 hari.

Efek samping ini biasanya hilang dengan sendirinya tanpa perlu perawatan medis khusus. 

Apabila gejala tidak membaik atau muncul reaksi berat seperti sesak napas, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Perlu diketahui bahwa vaksin polio yang diberikan untuk perjalanan ke luar negeri dapat berupa:

  • Vaksin Polio Oral (OPV) – diberikan melalui mulut.
  • Vaksin Polio Inaktif (IPV) – diberikan melalui suntikan.

Jenis vaksin yang digunakan tergantung pada kebijakan fasilitas kesehatan dan rekomendasi dokter.

Jika kamu masih ragu atau ingin memastikan jadwal vaksinasi yang sesuai, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. 

Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa chat dengan dokter untuk menanyakan jenis vaksin, waktu pemberian, serta efek samping yang mungkin terjadi.

Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Kemkes.go.id. Diakses pada 2025. Pemerintah Wajibkan Vaksinasi Polio Selain Meningitis untuk Jemaah dan Petugas Haji Tahun 2025M/1446H.
The Embassy of The Kingdom of Saudi Arabia. Diakses pada 2025. Hajj and Umrah Health Requirements.
CDC. Diakses pada 2025. Saudi Arabia: Hajj and Umrah Pilgrimages; Polio Vaccination.