Ad Placeholder Image

Ini Bahaya Pakaian Olahraga yang Terkontaminasi PFAS

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   15 April 2026

Perhatikan pakaian sehari hari yang kamu gunakan terbebas dari PFAS agar tidak terkena kontaminasi

Ini Bahaya Pakaian Olahraga yang Terkontaminasi PFASIni Bahaya Pakaian Olahraga yang Terkontaminasi PFAS

DAFTAR ISI


Pakaian olahraga yang nyaman, ringan, dan tahan air sering jadi pilihan banyak orang saat beraktivitas. Namun, belakangan ini produk sportswear justru menjadi sorotan global karena diduga mengandung zat kimia berbahaya yang tidak terlihat oleh mata.

Laporan investigasi dari Sydney Morning Herald mengungkap bahwa sejumlah pakaian olahraga dari brand ternama diduga mengandung PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances), yaitu zat kimia yang dikenal sulit terurai di lingkungan maupun di dalam tubuh manusia.

Temuan ini memicu kekhawatiran, terutama karena banyak produk tersebut dipasarkan dengan klaim aman atau ramah lingkungan. Padahal, tidak semua label menjamin produk benar-benar bebas dari zat kimia berisiko. 

Lalu, apa sebenarnya PFAS itu dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan?

Apa Itu PFAS dan Kenapa Ada di Pakaian Olahraga?

PFAS atau per- and polyfluoroalkyl substances adalah kelompok zat kimia buatan manusia yang sering disebut sebagai forever chemicals

Sebutan ini muncul karena PFAS memiliki ikatan kimia yang sangat kuat, sehingga sulit terurai di lingkungan maupun di dalam tubuh manusia.

Zat ini banyak digunakan dalam berbagai produk sehari-hari, termasuk pakaian olahraga. PFAS berperan dalam teknologi durable water repellent (DWR), yang membuat kain menjadi tahan air, tidak mudah menyerap noda, dan tahan minyak.

Bagaimana PFAS Bisa Masuk ke Tubuh?

Paparan PFAS dari pakaian olahraga dapat terjadi melalui kulit (dermal exposure), terutama saat berolahraga.

Ketika tubuh berkeringat, suhu meningkat dan pori-pori kulit lebih terbuka. Gesekan antara pakaian yang ketat dan kulit yang lembap dapat mempermudah penyerapan zat kimia ke dalam tubuh, meskipun dalam jumlah kecil.

Jika terjadi terus-menerus, PFAS tidak mudah dikeluarkan oleh tubuh dan dapat menumpuk dalam darah maupun organ dalam jangka panjang.

Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Paparan dari PFAS dalam jumlah tertentu, terutama dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan, seperti:

  • Gangguan kesuburan dan peningkatan tekanan darah pada ibu hamil
  • Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau gangguan perkembangan
  • Peningkatan risiko kanker, terutama pada ginjal dan testis
  • Penurunan sistem imun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi
  • Gangguan hormon, termasuk fungsi tiroid dan metabolisme kolesterol

Selain PFAS, kamu perlu kenali juga 5 Bahan Kimia Sehari-hari yang Berisiko Membahayakan Tubuh

Siapa yang Paling Berisiko Terpapar PFAS?

Beberapa kelompok berikut cenderung memiliki risiko lebih tinggi, terutama jika paparan terjadi secara rutin:

  • Orang yang sering berolahraga intens: Keringat dan suhu tubuh yang meningkat dapat mempermudah penyerapan zat melalui kulit.
  • Atlet atau pengguna sportswear harian: Paparan yang terjadi berulang setiap hari meningkatkan potensi akumulasi dalam tubuh.
  • Ibu hamil :Paparan PFAS dikaitkan dengan tekanan darah tinggi saat hamil dan potensi gangguan perkembangan janin.
  • Bayi dan anak-anak: Lebih sensitif terhadap zat kimia karena sistem tubuh masih berkembang.
  • Orang dengan sistem imun lemah: Lebih rentan terhadap dampak PFAS, terutama yang berkaitan dengan daya tahan tubuh.

Apakah Semua PFAS Berbahaya?

PFAS terdiri dari ribuan jenis zat kimia, dan tidak semuanya memiliki tingkat risiko yang sama.

Sejumlah analisis ilmiah menunjukkan bahwa tantangan saat ini terletak pada perbedaan karakteristik tiap jenis PFAS, sehingga tidak semua memiliki tingkat toksisitas yang setara.

Di sisi lain, industri tekstil juga sedang berupaya mencari bahan alternatif yang lebih aman tanpa mengorbankan fungsi produk.

Cara Mengurangi Risiko dari Pakaian Olahraga

Untuk meminimalkan paparan PFAS, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Pilih produk dengan sertifikasi seperti OEKO-TEX® atau Bluesign®
  • Cari label “PFC-free” atau “PFAS-free”
  • Hindari produk lama dengan teknologi pelapis berbasis PFAS
  • Cuci pakaian baru sebelum digunakan untuk mengurangi residu di kain
  • Gunakan pakaian yang tidak terlalu ketat saat berolahraga

Ketahui pentingnya menggunakan Baju Olahraga: Manfaat, Jenis, dan Cara Memilih yang tepat

Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter?

Dampak PFAS tidak muncul seketika, melainkan bersifat jangka panjang. Kamu disarankan untuk melakukan medical check-up rutin atau berkonsultasi dengan dokter jika mengalami:

  • Gangguan hormon, seperti mudah lelah, berat badan naik/turun tanpa sebab jelas, atau gangguan tiroid
  • Masalah kesehatan reproduksi atau gangguan kehamilan.
  • Tekanan darah tinggi, terutama pada ibu hamil
  • Daya tahan tubuh menurun, seperti mudah sakit atau infeksi berulang
  • Riwayat paparan tinggi, misalnya sering menggunakan pakaian olahraga tertentu setiap hari dalam jangka panjang

Selain itu, jika kamu termasuk kelompok berisiko seperti ibu hamil atau memiliki kondisi medis tertentu, konsultasi dengan dokter bisa membantu memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau.

Menjaga kesehatan tidak hanya soal rutin berolahraga, tetapi juga tentang memilih produk yang aman digunakan sehari-hari.

Dengan memahami potensi risiko PFAS, kamu bisa tetap aktif bergerak sekaligus lebih bijak dalam memilih pakaian olahraga yang digunakan.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu atau ingin memastikan keamanan gaya hidupmu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan informasi yang lebih tepat.

Segera pakai Halodoc untuk pengalaman berkonsultasi dengan praktis!

CD
Referensi:
The Sydney Morning Herald. Diakses pada 2026. Lululemon’s athletic wear faces probe into ‘forever chemicals’.
U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses pada 2026. Our Current Understanding of the Human Health and Environmental Risks of PFAS.
National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS). Diakses pada 2026. Perfluoroalkyl and Polyfluoroalkyl Substances (PFAS).
Truth in Science. Diakses pada 2026. What’s New with PFAS: More Rules than Science?