Ad Placeholder Image

5 Bahan Kimia Sehari-hari yang Berisiko Membahayakan Tubuh

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Oktober 2026

Bahan kimia yang berpotensi berbahaya bisa ditemukan di setiap ruangan rumah.

5 Bahan Kimia Sehari-hari yang Berisiko Membahayakan Tubuh5 Bahan Kimia Sehari-hari yang Berisiko Membahayakan Tubuh

DAFTAR ISI


Bahan kimia ada di sekitar kita, mulai dari produk pembersih, kosmetik, pengharum ruangan, hingga pestisida rumah tangga. Sebagian besar aman bila digunakan sesuai petunjuk, tetapi paparan berlebihan atau penggunaan yang tidak tepat dapat mengganggu kesehatan.

Risiko paparan bergantung pada jenis bahan, jumlah, lama kontak, serta jalur masuknya ke tubuh. Karena itu, penting mengenali produk yang berpotensi berbahaya dan menerapkan cara penyimpanan serta penggunaan yang aman.

Mengenal Bahan Kimia Berisiko

Beberapa bahan kimia sehari-hari yang perlu digunakan dengan hati-hati adalah pemutih berbahan klorin, amonia, formaldehida, pestisida, dan pelarut seperti aseton. Bahan-bahan tersebut dapat ditemukan dalam cairan pembersih, produk perawatan rumah, bahan bangunan, atau kosmetik tertentu.

Pemutih dan amonia dapat mengiritasi mata, kulit, serta saluran pernapasan. Keduanya tidak boleh dicampur karena dapat menghasilkan gas yang berbahaya bila terhirup. Formaldehida dan pelarut juga dapat mengiritasi, terutama bila digunakan di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk.

Pestisida dapat menyebabkan masalah kesehatan jika tertelan, terhirup, atau mengenai kulit dalam jumlah tertentu. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan perlu mendapat perhatian khusus karena dapat lebih rentan terhadap paparan.

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Bila terjadi paparan bahan kimia atau muncul keluhan setelah menggunakannya, konsultasi ke dokter Halodoc dapat membantu menentukan langkah yang sesuai.

Cara Mengurangi Risiko Paparan

  • Baca label, aturan pakai, dan peringatan sebelum menggunakan produk.
  • Jangan mencampur pemutih dengan amonia, cuka, atau bahan pembersih lain.
  • Gunakan sarung tangan dan masker bila dianjurkan pada label produk.
  • Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik saat menggunakan bahan kimia.
  • Simpan produk dalam wadah aslinya, tertutup rapat, dan jauh dari jangkauan anak.
  • Jangan memindahkan bahan kimia ke botol minuman atau wadah makanan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika setelah terpapar bahan kimia muncul sesak napas, batuk berat, nyeri dada, muntah terus-menerus, kejang, penurunan kesadaran, atau gangguan penglihatan. Jika bahan kimia mengenai mata atau kulit, bilas dengan air mengalir dan jangan mengoleskan bahan lain tanpa arahan tenaga kesehatan.

Jangan memaksa korban muntah setelah menelan bahan kimia. Bawa kemasan atau label produk saat berkonsultasi agar tenaga medis dapat menilai jenis paparan dengan lebih tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan setelah paparan bahan kimia dapat berbeda-beda dan tidak selalu dapat dinilai hanya dari gejala awal. Kamu dapat konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk memperoleh arahan kesehatan yang sesuai.

Studi Terkait

Paparan bahan kimia rumah tangga perlu dicegah melalui penggunaan sesuai label, ventilasi yang baik, dan penyimpanan yang aman. Tingkat risiko tetap bergantung pada jenis bahan, konsentrasi, serta durasi paparan.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Chemical Safety.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Produk.
PubMed. Diakses pada 2026. Household Chemical Exposure and Health Effects.
WebMD. Diakses pada 2026. Household Chemicals and Poisoning Prevention.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pencegahan Keracunan Bahan Kimia.

FAQ

Apakah semua bahan kimia rumah tangga berbahaya?

Tidak. Banyak produk aman jika digunakan sesuai label, tidak dicampur sembarangan, dan disimpan dengan benar. Risiko meningkat bila terjadi paparan berlebihan atau penggunaan di ruangan tanpa ventilasi.

Apa yang harus dilakukan jika menghirup bahan kimia?

Segera pindah ke tempat dengan udara segar dan hindari paparan lanjutan. Jika muncul sesak napas, batuk berat, pusing, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.

Apakah korban keracunan bahan kimia boleh dibuat muntah?

Jangan memaksa korban muntah karena dapat memperburuk iritasi atau menyebabkan bahan masuk ke saluran napas. Segera hubungi layanan kesehatan dan siapkan kemasan produk untuk membantu penilaian medis.