Ad Placeholder Image

Ini Perbedaan Exfoliating dan Peeling untuk Kulit Sehat

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   29 Desember 2025

Exfoliating dan peeling berbeda dari segi tujuan dan cara melakukan.

Ini Perbedaan Exfoliating dan Peeling untuk Kulit SehatIni Perbedaan Exfoliating dan Peeling untuk Kulit Sehat

DAFTAR ISI


Eksfoliasi dan peeling adalah dua metode populer untuk merawat kulit, tetapi apa sebenarnya perbedaan di antara keduanya?

Eksfoliasi adalah proses pengangkatan sel kulit mati dari permukaan kulit, sementara peeling melibatkan pengelupasan lapisan kulit yang lebih dalam menggunakan bahan kimia.

Memahami perbedaan keduanya penting untuk memilih perawatan yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit.

Apa Itu Exfoliating?

Exfoliating atau eksfoliasi adalah proses mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan kulit.

Proses ini membantu membersihkan pori-pori, meratakan warna kulit, dan meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit.

Eksfoliasi dapat dilakukan secara fisik (menggunakan scrub) atau kimiawi (menggunakan bahan aktif seperti AHA/BHA).

Manfaat exfoliating untuk kulit:

  • Mencerahkan kulit kusam
  • Menyamarkan pori-pori
  • Meratakan warna kulit
  • Meningkatkan penyerapan produk skincare
  • Mencegah timbulnya jerawat

Jenis-jenis exfoliating:

  • Eksfoliasi fisik: Menggunakan alat atau bahan bertekstur seperti scrub, sikat, atau spons untuk mengangkat sel kulit mati secara manual.
  • Eksfoliasi kimiawi: Menggunakan produk yang mengandung bahan aktif seperti AHA (Alpha Hydroxy Acids) atau BHA (Beta Hydroxy Acids) untuk melarutkan sel kulit mati.

Apa Itu Peeling?

Peeling adalah prosedur perawatan kulit yang menggunakan larutan kimia untuk mengangkat lapisan kulit yang rusak. Tujuannya adalah untuk memperbaiki tekstur kulit, mengurangi tampilan noda, dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Peeling dilakukan oleh dokter kulit atau ahli kecantikan terlatih.

Manfaat peeling untuk kulit:

  • Mengurangi tampilan bekas jerawat.
  • Menyamarkan kerutan halus.
  • Mengatasi pigmentasi dan flek hitam.
  • Merangsang produksi kolagen.
  • Memperbaiki tekstur kulit yang kasar.

Jenis-jenis peeling:

  • Peeling ringan (superficial peel): Mengangkat lapisan kulit terluar (epidermis). Cocok untuk mengatasi kulit kusam dan warna kulit tidak merata.
  • Peeling sedang (medium peel): Menembus lapisan epidermis dan bagian atas dermis. Efektif untuk mengatasi bekas jerawat ringan, kerutan halus, dan pigmentasi sedang.
  • Peeling dalam (deep peel): Menembus lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Digunakan untuk mengatasi masalah kulit yang lebih serius seperti bekas luka dalam, kerutan parah, dan kerusakan akibat sinar matahari.

Perbedaan Utama Exfoliating dan Peeling

Berikut ini perbedaan utama exfoliating dan peeling:

Cara melakukan

  • Eksfoliasi cenderung lebih ringan dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
  • Peeling lebih intensif dan umumnya dilakukan oleh profesional di klinik atau salon kecantikan.

Tujuan

  • Eksfoliasi bertujuan mengangkat sel kulit mati pada lapisan terluar.
  • Peeling bekerja lebih dalam untuk mengatasi masalah kulit seperti pigmentasi, bekas jerawat, dan kerutan halus.

Yuk, Mengenal Eksfoliasi Wajah, Manfaat dan Cara Tepat Melakukannya.

Pilihan Produk Exfoliasi yang Tersedia

Berbagai produk eksfoliasi tersedia di pasaran, termasuk:

  • Scrub wajah: Mengandung butiran halus untuk mengangkat sel kulit mati secara fisik.
  • Toner eksfoliasi: Mengandung AHA atau BHA untuk eksfoliasi kimiawi ringan.
  • Masker eksfoliasi: Mengandung enzim atau asam untuk mengangkat sel kulit mati.

Pastikan untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan masalah kulit yang ingin diatasi.

Efek Samping dan Risiko

Eksfoliasi dan peeling dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Kemerahan.
  • Iritasi.
  • Kulit kering dan mengelupas.
  • Sensitivitas terhadap matahari.
  • Perubahan pigmentasi, namun jarang terjadi.

Penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan produk dan melakukan perawatan setelah prosedur untuk meminimalkan risiko efek samping. Jika mengalami efek samping yang parah, segera konsultasikan dengan dokter kulit.

Kamu perlu tahu juga, Ini 5 Penyebab Iritasi Kulit dan Cara Mengatasinya.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit sebelum melakukan peeling, terutama jika:

  • Memiliki kulit sensitif.
  • Memiliki riwayat penyakit kulit.
  • Sedang menggunakan obat-obatan tertentu.
  • Mengalami reaksi alergi terhadap produk perawatan kulit.

Tips Perawatan Kulit Setelah Eksfoliasi dan Peeling

Berikut ini tips perawatan kulit setelah eksfoliasi dan peeling:

  • Gunakan tabir surya setiap hari dengan SPF minimal 30.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung.
  • Gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Hindari penggunaan produk yang mengandung bahan aktif yang keras.
  • Jangan menggosok atau menarik kulit yang mengelupas.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara exfoliating dan peeling sangat penting untuk memilih perawatan kulit yang tepat.

Jika kamu masih ragu dalam menentukan perawatan kulit yang tepat, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Peeling Skin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Peeling Skin.
Healthline. Diakses pada 2025. How to Exfoliate Safely by Skin Type.

FAQ

1. Apa itu deskuamasi abnormal pada kulit?

Kondisi gagalnya pelepasan sel kulit mati secara alami; exfoliating secara medis bertujuan memutus jembatan protein (desmosom) yang mengikat sel mati agar tidak menyumbat pori.

2. Kapan exfoliating memicu inflamasi sistemik?

Jika dilakukan pada kulit dengan skin barrier rusak, exfoliating memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi yang justru mempercepat penuaan dini (inflammaging).