Ini Tips Membuat Popcorn yang Lebih Sehat untuk Teman Menonton
Popcorn instan umumnya kurang sehat karena cenderung tinggi gula atau tinggi garam.

DAFTAR ISI
- Apakah Popcorn Termasuk Makanan Sehat?
- Tips Membuat Popcorn yang Lebih Sehat
- Cara Simpel Membuat Popcorn di Rumah
- Waspadai Dampak Mengonsumsi Popcorn Instan
- Kapan Harus Waspada?
Popcorn adalah salah satu snack favorit saat menonton film. Snack ini sering dijual di bioskop dan minimarket yang siap untuk dimasak di rumah. Sayangnya, popcorn kemasan dan siap saji seringkali tinggi gula atau garam yang tidak baik untuk kesehatan.
Bagi seseorang yang punya masalah kesehatan, tentu tidak disarankan untuk mengonsumsi jenis camilan tersebut. Sebagai alternatif, kamu bisa membuatnya di rumah dengan tambahan bahan yang lebih sehat.
Apakah Popcorn Termasuk Makanan Sehat?
Popcorn seringkali dianggap sebagai camilan yang kurang sehat, terutama karena asosiasinya dengan bioskop dan tambahan mentega serta garam yang berlebihan.
Namun, tahukah Anda bahwa popcorn sebenarnya bisa menjadi pilihan camilan yang relatif sehat? Jawabannya terletak pada bagaimana popcorn tersebut disiapkan dan dikonsumsi.
Popcorn dapat menjadi pilihan yang baik karena merupakan biji-bijian utuh (whole grain). Biji-bijian utuh mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan alami yang bermanfaat bagi tubuh.
Selain itu, popcorn yang diolah tanpa tambahan minyak atau mentega berlebihan (air-popped) cenderung rendah kalori dan lemak, sehingga cocok sebagai camilan ringan yang mengenyangkan tanpa menyebabkan kenaikan berat badan berlebih.
Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat kesehatan popcorn sangat bergantung pada cara pengolahannya.
Popcorn komersial yang banyak dijual di bioskop atau dalam kemasan microwave seringkali mengandung tambahan mentega, minyak, garam, gula, atau perisa lainnya. Penambahan ini dapat meningkatkan kandungan kalori, lemak, dan natrium secara signifikan, sehingga mengurangi potensi manfaat kesehatannya.
Oleh karena itu, memilih popcorn yang tepat dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar adalah kunci untuk mendapatkan manfaat kesehatannya.
Tips Membuat Popcorn yang Lebih Sehat
Berikut ini tips membuat popcorn yang lebih sehat:
1. Gunakan minyak yang lebih sehat
Minyak kelapa sawit dan minyak kelapa yang sering dipakai untuk memasak cenderung tinggi kandungan lemak jenuhnya. Nah, kamu bisa menggantikannya dengan minyak kenari, minyak zaitun atau minyak kanola saat membuat popcorn di atas kompor.
2. Atur porsinya
Makan popcorn seringkali bikin ketagihan sampai membuat kamu lupa sudah berapa banyak porsi yang telah di makan. Satu cangkir popcorn polos saja sudah mengandung sekitar 30 kalori.
Jika dimakan berlebihan, kenaikan berat badan tidak bisa terhindari. Oleh sebab itu, jangan lupa atur porsi popcorn yang kamu buat, ya.
3. Tambahkan toping yang lebih sehat
Bumbui popcorn dengan cara yang sehat. Kamu bisa menambahkan saus pedas atau melelehkan beberapa lembar keju. Jika ingin sensasi rasa yang baru, kamu bisa menambahkan taburan cuka balsamic, menyandingkannya dengan acar atau menambahkan cabai jalapeo.
Supaya rasanya lebih kuat, tambahkan bumbu rempah, seperti bumbu kari atau bubuk cinnamon.
4. Tambahkan protein
Salah satu cara untuk mengatur porsi popcorn yang kamu makan adalah menambahkan protein. Cara ini bisa membuat kamu kenyang lebih lama dan lebih padat nutrisi.
Kamu bisa menambahkan satu sendok makan selai kacang, parutan keju atau suwiran dada ayam yang sudah dibumbui saus barbeque.
Cari tahu juga 9 Makanan yang Mengandung Protein dan Rekomendasi Asupannya.
Cara Simpel Membuat Popcorn di Rumah
Jika kamu tertarik membuat camilan ini di rumah, ikuti langkah-langkah di bawah ini:
- Panaskan minyak di atas panci.
- Masukkan biji jagung kering ke dalam panci.
- Masak dengan api sedang lalu tutup panci dan tunggu sampai jagung meletup-letup.
- Setelah letupan berhenti, tuangkan ke wadah.
Taburi dengan keju parut, selai kacang atau toping lainnya yang kamu sukai.
Waspadai Dampak Mengonsumsi Popcorn Instan
Popcorn dapat menimbulkan gangguan kesehatan jika tidak diolah dengan benar. Contohnya adalah popcorn yang harus dipanaskan bersama kemasannya di dalam microwave.
Hal ini bisa membahayakan karena kemasan yang digunakan biasanya dilapisi zat kimia yang disebut perfluorooctanoic acid (PFOA). Penelitian menyebutkan bahwa PFOA bisa memicu risiko attention deficit hyperactivity disorder, berat badan lahir rendah, dan masalah tiroid.
Popcorn yang ditambahkan berbagai bubuk perasa dan diolah dengan mentega juga bisa menaikan bobot tubuh. Sebab, popcorn sendiri saja sudah mengandung kalori yang lumayan tinggi. Bahkan beberapa yang dijual di pasaran mengandung minyak trans yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
Kapan Harus Waspada?
Beberapa orang mungkin perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi popcorn. Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:
- Alergi jagung: Orang yang alergi terhadap jagung sebaiknya menghindari popcorn.
- Masalah gigi: Kulit popcorn yang keras dapat terselip di antara gigi dan menyebabkan masalah jika tidak dibersihkan dengan baik.
- Gangguan pencernaan tertentu: Orang dengan sindrom iritasi usus (IBS) atau masalah pencernaan lainnya mungkin perlu membatasi konsumsi popcorn.
Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi popcorn secara rutin.
Punya keluhan kesehatan? Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.
Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


