• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Tahapan Terjadinya Demensia

Inilah Tahapan Terjadinya Demensia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Seiring dengan semakin bertambahnya usia, wajar jika tubuh mengalami penurunan fungsional, sehingga penyakit pun kerap berdatangan. Salah satu yang terdampak adalah otak, yang mengakibatkan terjadinya demensia. Demensia merupakan kondisi yang menyebabkan hilangnya memori dan kerusakan fungsi mental lain pada tubuh. 

Demensia terjadi karena perubahan fisik pada otak dan termasuk dalam kategori penyakit progresif, artinya semakin memburuk seiring waktu. Bagi sebagian orang, demensia berkembang pesat, tetapi ada pula pengidap yang menjalani prosesnya hingga bertahun-tahun. 

Tahapan Terjadinya Demensia

Sebenarnya, perkembangan demensia sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Inilah yang membuat demensia terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu Alzheimer, demensia vaskular, penyakit Parkinson, frontotemporal demensia, hingga demensia lewy body.

Dilansir dari Healthline, berikut ini tahapan terjadinya demensia, yaitu:

  • Gangguan Kognitif Ringan

Tahapan awal demensia ini bisa terjadi pada setiap orang lanjut usia. Beberapa dari mereka akan mengembangkan gejala atau indikasi penyakit Alzheimer. Gangguan kognitif ringan ditandai dengan seringnya seseorang kehilangan banyak hal, pelupa, dan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan kata-kata. 

Baca juga: Tidak Hanya Menyerang Lansia, Kenali Gejala Demensia Dini

  • Demensia Ringan

Beberapa pengidap masih bisa melakukan aktivitas dalam tahapan ini. Namun, mereka akan mengalami penyimpangan ingatan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, seperti lupa kata-kata tertentu kala berbicara atau lokasi meletakkan barang-barang. 

Gejala umum dari demensia ringan seperti kehilangan ingatan terbaru, perubahan kepribadian, tersesat atau salah meletakkan benda, mengalami kesulitan dengan pemecahan masalah yang sifatnya kompleks, hingga kesulitan mengekspresikan pikiran. 

  • Demensia Sedang

Pengidap pada tahapan ini akan membutuhkan lebih banyak bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Gejala umum dari tahapan demensia sedang seperti kebingungan yang meningkat, kehilangan memori yang lebih besar, membutuhkan bantuan untuk melaksanakan aktivitas ringan (memakai pakaian, mandi, atau makan), perubahan perilaku yang signifikan, dan perubahan pola tidur. 

Baca juga: Cegah Demensia Sejak Usia Muda dengan 5 Cara Ini

  • Demensia Berat

Tahapan ini ditunjukkan dengan penurunan mental yang lebih lanjut serta kemampuan fisik yang lebih buruk. Demensia berat dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan berkomunikasi, sangat membutuhkan bantuan kala beraktivitas, hilangnya kemampuan fisik, dan rentan mengalami infeksi, seperti pneumonia. 

Selain karena usia, laman Mayo Clinic menyatakan demensia lebih berisiko terjadi pada orang dengan riwayat keluarga yang sama dan pengidap down syndrome. Namun, pola hidup dan pola makan, konsumsi alkohol, merokok, depresi, sleep apnea hingga penyakit diabetes juga berisiko mengalami kondisi yang sama. 

Inilah alasan demensia harus segera mendapatkan penanganan. Kamu harus segera membawa lansia ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan segera setelah menemui gejalanya. Jangan tunda, karena sekarang berobat ke rumah sakit lebih mudah dan cepat serta praktis dengan menggunakan aplikasi Halodoc

Baca juga: Benarkah Demensia Lebih Rentan Terjadi pada Wanita?

Pasalnya, demensia yang tidak segera mendapatkan penanganan bisa mengacu pada sederetan komplikasi yang membahayakan, termasuk gizi buruk, pneumonia, kehilangan kemampuan untuk beraktivitas secara mandiri, hingga kematian. 

Dikutip dari Medical News Today, kamu bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan agar terhindar dari risiko demensia nantinya. Tindakan ini berupa memperbaiki pola hidup, rajin berolahraga, menghindari merokok dan konsumsi alkohol, juga memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Gangguan kognitif yang sifatnya ringan dapat mengacu pada demensia, meski tidak selalu demikian. Jadi, selalu jaga kesehatan, ya!



Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. The Stages of Dementia.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Dementia: Symptoms, Stages, and Types.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dementia.