• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jalani Kemoterapi, Begini Cara Atur Pola Makan yang Tepat

Jalani Kemoterapi, Begini Cara Atur Pola Makan yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Dari dulu hingga kini, kanker masih menjadi salah satu penyakit yang ditakuti masyarakat dunia. Data WHO pada 2015 menyebutkan, setidaknya ada 9 juta orang meninggal akibat kanker, sedangkan di kawasan ASEAN, angka kematian akibat kanker dilaporkan sebesar 50.000. Untuk meningkatkan harapan hidup pengidap kanker, kemoterapi merupakan salah satu terapi yang paling diandalkan.

Terapi medis ini dilakukan menggunakan obat-obatan anti-kanker untuk membunuh sel-sel kanker secara sistematik. Tujuannya jelas, yaitu agar sel kanker ini tak membelah diri dan menyebar ke organ-organ atau bagian tubuh lain. Meski tujuannya baik, kemoterapi bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh. Seperti misalnya rambut rontok, mual dan muntah, lelah, hingga menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Inilah 6 Efek Kemoterapi yang Belum Banyak orang Tahu

Nah, untuk mengatasi efek samping tersebut, pengidap kanker yang sedang menjalani kemoterapi sangat disarankan untuk mengadopsi pola makan yang sehat. Lalu, seperti apa sih pola makan yang tepat untuk orang yang menjalani terapi kemoterapi? Berikut beberapa pedomannya:

1. Sedikit, Tapi Sering

Pola makan yang sehat amat membantu dan berpengaruh untuk meningkatkan kekebalan tubuh pengidap kanker. Dengan menerapkan pola makan sehat, pengidap kanker bisa mencapai target terapi yang diinginkan. Sebaliknya, asupan nutrisi yang buruk bisa menyebabkan malnutrisi sehingga meningkatkan toksisitas terapi.

Menurut ESPEN Guidelines on Nutrition in Cancer Patients, pengidap kanker yang menjalani kemoterapi membutuhkan kalori sebanyak 25-30 kkal/kgBB/hari dan protein sebesar 1.2-1,5 g/kgBB/hari. Jumlah protein yang dibutuhkan pengidap kanker memang lebih banyak dibandingkan dengan orang sehat. Alasannya, protein dibutuhkan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak akibat terapi kemoterapi ataupun kanker.

Sayangnya, orang yang menjalani terapi ini akan kehilangan nafsu makan. Meski begitu, mereka disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan yang bergizi. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah makan sedikit-sedikit, tetapi sering. Soal bagaimana menunya, kamu bisa tanyakan pada dokter gizi di aplikasi Halodoc, yang siap bantu kamu kapan dan di mana pun.

Baca juga: Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

2. Perbanyak Protein, Serat, dan Lemak Esensial

Hal ini penting, terutama bagi pengidap kanker yang berusia anak-anak. Makanan tinggi kalori dan protein dengan pola gizi seimbang, menurut buku Immunity Foods for Healthy Kid seperti dikutip dari Kid’s Health, sangat dibutuhkan sebagai bagian dari terapi suportif. Namun kendalanya, anak-anak yang menjalani kemoterapi biasanya akan kesulitan makan, sehingga rentan mengalami penurunan berat badan dan terhambat pertumbuhannya.

Padahal, pemberian makan bergizi seimbang sangat diperlukan untuk membantu mencapai pertumbuhan yang normal dan mencegah terjadinya berbagai masalah kesehatan. Anak yang menjalani kemoterapi juga amat disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein nabati, serat larut air, dan asam lemak esensial, guna membantu keseimbangan zat gizi dalam tubuh.

Baca juga: Sehatnya 6 Makanan Ini Ampuh Turunkan Risiko Kanker Payudara

3. Ada Pantangannya

Meski pengidap kanker dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, tinggi kalori, dan protein, tapi ada juga beberapa makanan yang pantang dikonsumsipi. Berikut di antaranya:

  • Jeruk dan makanan asam. Makanan tersebut bisa menimbulkan efek yang meningkatkan risiko sembelit dan menimbulkan rasa nyeri di perut.
  • Makanan pedas. Makanan jenis ini bisa menimbulkan gangguan pencernaan yang membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Selain itu, makanan pedas juga bisa membuat mual dan menimbulkan rasa sakit di mulut dan tenggorokan.
  • Sayuran mentah. Memiliki banyak bakteri dan kuman yang bisa meningkatkan risiko keracunan makanan atau penyakit infeksi. Pengidap kanker juga mesti menghindari makanan yang tidak matang dengan sempurna.

 

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Cancer.
Kid’s Health. Diakses pada 2020. Nutritional Needs for Kids With Cancer.
Elsevier Journal. Diakses pada 2020. ESPEN guidelines on nutrition in cancer patients.