• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Sepelekan Komplikasi Akibat Perforasi Membran Timpani

Jangan Sepelekan Komplikasi Akibat Perforasi Membran Timpani

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kesehatan pendengaran sangat penting untuk dijaga mengingat fungsinya yang vital. Hal tersebut karena bagian dalam telinga termasuk sensitif terhadap gangguan yang terjadi di sekitar telinga. Beberapa kejadian dapat membuat gending telingamu bermasalah hingga pecah yang dapat menimbulkan banyak gangguan.

Pecahnya gendang telinga disebut juga dengan perforasi membran timpani. Kejadian tersebut dapat menyebabkan terganggunya pendengaran hingga menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan pengidapnya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat perforasi membran timpani!

Baca juga: Begini Gejala Umum Terjadinya Perforasi Membran Timpani

Komplikasi Disebabkan Perforasi Membran Timpani

Gendang telinga adalah selaput tipis yang memisahkan saluran telinga, yaitu bagian yang terbuka ke luar dengan telinga tengah. Bagian tersebut disebut juga dengan membran timpani, yang terlibat langsung dalam pendengaran. Gelombang suara yang masuk membuat gendang telinga bergetar. Getaran tersebut akan menjadi impuls ke otak yang diartikan sebagai suara.

Jika terjadi robekan pada gendang telinga, umumnya tidak menimbulkan gangguan yang serius dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa terjadi komplikasi. Namun, tidak menutup kemungkinan komplikasi dapat terjadi jika gangguan tersebut tidak sembuh dengan sendirinya atau terjadi infeksi yang parah. Berikut adalah beberapa komplikasi dari perforasi membran timpani yang dapat terjadi:

  1. Kehilangan Pendengaran

Salah satu komplikasi yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami perforasi membran timpani adalah hilangnya kemampuan untuk mendengar. Umumnya, gangguan ini terjadi hanya sementara hingga robekan atau lubang tersebut sembuh. Namun, ukuran dan lokasi dari perforasi membran timpani yang terjadi dapat memengaruhi tingkat gangguan pendengaran pada pengidapnya.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Bahaya atau Tidak?

  1. Infeksi Telinga Tengah

Infeksi telinga bagian tengah atau otitis media juga dapat terjadi sebagai komplikasi dari perforasi membran timpani. Saat gendang telinga pecah, bakteri mampu masuk ke bagian dalam telinga. Jika gangguan tersebut tidak kunjung sembuh, beberapa orang mungkin akan mengalami infeksi yang berulang atau kronis. Hal ini dapat menyebabkan drainase yang kronis dan gangguan pada pendengaran.

  1. Kista Telinga Tengah

Komplikasi lainnya dari perforasi membran timpani adalah kista telinga tengah atau kolesteatoma. Gangguan ini terbilang jarang terjadi. Kista yang terbentuk dari sel-sel kulit dan sisa-sisa lainnya dapat berkembang di telinga bagian tengah sebagai akibat dalam jangka panjang dari pecahnya gendang telinga pada seseorang.

Sisa-sisa kulit yang terdapat dalam saluran telinga dapat berpindah ke telinga bagian luar dengan bantuan dari kotoran telinga yang berfungsi untuk melindungi telinga. Namun, jika gendang telinga pecah, sisa-sisa tersebut dapat masuk ke telinga bagian tengah sehingga terbentuk kista. Hal tersebut dapat menumbuhkan bakteri dan dapat merusak tulang telinga bagian tengah.

Kamu mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan perforasi membran timpani. Namun biasanya, gangguan ini akan sembuh dengan sendirinya tanpa dilakukan perawatan dalam beberapa bulan. Sebelum sembuh, cobalah untuk selalu melindungi telinga dari kotoran-kotoran yang dapat masuk ke telinga.

Baca juga: Bersihin Telinga Pakai Cotton Bud, Benarkah Gendang Telinga Bisa Pecah?

Kamu juga dapat meminta saran dari profesional terkait komplikasi yang dapat disebabkan oleh perforasi membran timpani. Dokter dari Halodoc dapat menjawab semua pertanyaanmu tentang hal ini. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ruptured eardrum (perforated eardrum).
Patient. Diakses pada 2020. Perforated Eardrum.