Begini Gejala Umum Terjadinya Perforasi Membran Timpani

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Begini Gejala Umum Terjadinya Perforasi Membran Timpani

Halodoc, Jakarta - Pada telinga manusia, terdapat gendang telinga yang berfungsi untuk mengubah getaran menjadi suara. Gendang telinga atau membran timpani adalah selaput tipis yang berada di antara liang telinga dengan telinga bagian tengah. Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada gendang telinga adalah perforasi membran timpani.

Gangguan perforasi membran timpani dapat menyebabkan pendengaran kamu terganggu dan menyebabkan cairan keluar dari telinga. Selain itu, hal ini juga dapat menyebabkan infeksi pada telinga. Untuk mencegah gangguan ini secara dini, kamu dapat melihat gejala yang terjadi. Berikut pembahasan tentang gejala dari perforasi membran timpani.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Bisakah Sembuh Sendiri?

Gejala dari Perforasi Membran Timpani

Gendang telinga yang pecah atau perforasi membran timpani dapat terjadi secara tiba-tiba. Gangguan ini dapat menimbulkan suara seperti sambaran petir. Kamu mungkin merasakan sakit yang parah pada telinga. Selain itu, sakit telinga yang timbul juga dapat hilang secara tiba-tiba. Juga, kamu mungkin tidak mengalami gejala apa pun.

Gangguan perforasi membran timpani dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti infeksi telinga tengah dan gangguan pendengaran. Komplikasi ini akan membutuhkan operasi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada gendang telinga. Agar pencegahan dini dapat dilakukan, kamu harus tahu gejala dari gangguan ini.

Beberapa orang yang mengidap gangguan ini mungkin tidak menimbulkan gejala. Beberapa lainnya akan menemui dokter setelah beberapa hari merasakan tidak nyaman pada telinga. Selain itu, kamu mungkin terkejut karena mendengar udara keluar dari telinga ketika meniup udara dari hidung.

Jika kamu meniup hidung dengan paksa akan menyebabkan udara mengisi ruang di telinga tengah kamu. Hal ini mungkin dapat menyebabkan gendang telinga kamu membengkak ke luar. Udara juga dapat keluar melalui gendang telinga dan suaranya dapat didengar oleh orang lain.

Berikut adalah gejala umum yang timbul ketika seseorang mengalami perforasi membran timpani:

  • Nyeri telinga yang tiba-tiba tajam;

  • Nyeri yang tiba-tiba hilang pada telinga;

  • Drainase dari telinga yang mungkin berdarah, jernih, atau menyerupai nanah;

  • Suara bising atau dengung;

  • Gangguan pendengaran yang mungkin pada salah satu atau kedua telinga yang terkena;

  • Infeksi telinga episodik;

  • Kelemahan atau pusing pada wajah.

Jika kamu masih mempunyai pertanyaan perihal gejala perforasi membran timpani, dokter dari Halodoc dapat membantu kamu. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc yang ada di smartphone kamu. Mudah bukan?

Baca juga: Ketahui 3 Komplikasi Akibat Gendang Telinga Pecah

Pengobatan dari Perforasi Membran Timpani

Perawatan dari gangguan perforasi membran timpani umumnya dilakukan dengan menghilangkan rasa sakit atau mencegah infeksi terjadi. Berikut adalah beberapa pengobatan pada gangguan pada gendang telinga ini:

  • Melakukan Tambalan

Jika telinga tidak sembuh dengan sendirinya, dokter mungkin akan menambal gendang telinga yang terkena. Penambalan tersebut melibatkan penempatan tambalan kertas obat di atas sobekan pada membran. Tambalan tersebut dapat mendorong membran untuk tumbuh kembali bersama.

  • Antibiotik

Antibiotik dapat membersihkan infeksi yang mungkin menyebabkan pecahnya gendang telinga. Obat tersebut juga melindungi dari infeksi baru disebabkan perforasi. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik oral atau obat tetes telinga dan mungkin juga keduanya.

Baca juga: Bersihin Telinga Pakai Cotton Bud, Benarkah Gendang Telinga Bisa Pecah?

  • Operasi

Dalam kasus yang jarang, operasi mungkin diperlukan untuk menambal lubang pada gendang telinga. Hal tersebut disebut dengan tympanoplasty. Selama tympanoplasty, dokter bedah akan mengambil jaringan dari area lain dari tubuh dan mencangkoknya ke lubang di gendang telinga.

Referensi:
Web MD (Diakses pada 2019): Ruptured Eardrum: Symptoms and Treatments
Healthline (Diakses pada 2019): Eardrum Rupture