• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Jenis Ikan yang Rentan Sebabkan Keracunan Merkuri

3 Jenis Ikan yang Rentan Sebabkan Keracunan Merkuri

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ikan merupakan salah satu makanan sehat yang sering dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Manfaat mengonsumsi ikan pun ada banyak sekali. Olahan ikan pun diduga menjadi rahasia kesehatan, kecerdasan, hingga rahasia panjang umur orang Jepang. Namun, bukan berarti bisa seenaknya makan ikan tanpa memperhatikan kebersihannya. 

Apalagi, ikan yang ditangkap dari laut yang sudah tercemar, bisa memiliki bahaya merkuri hasil kegiatan tambang yang dilakukan industri. Jika tidak memperhatikan kebersihan dan keamanan ikan yang dikonsumsi, bukannya manfaat yang akan didapatkan, justru malah bisa menyebabkan keracunan merkuri.

Baca juga: Ini 4 Manfaat Ikan yang Didapat Jika Mengonsumsinya

Jenis Ikan yang Rentan Sebabkan Keracunan Merkuri

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa merkuri adalah salah satu zat kimia paling berbahaya untuk kesehatan. Zat ini bisa ditemukan di tanah, air, dan udara. Ikan yang hidup di laut bisa terkontaminasi oleh merkuri jika perairan yang menjadi tempat tinggalnya tercemar oleh merkuri yang terbawa melalui udara. 

Zat yang umumnya terdapat pada jenis ikan yang tercemar merkuri adalah metilmerkuri (methylmercury). Zat kimia ini bisa membuat ikan menjadi beracun. Jika dikonsumsi, kamu bisa terkena keracunan merkuri. Lalu, jenis ikan apa saja yang rentan sebabkan keracunan merkuri, karena mengandung methylmercury tinggi?

Berikut beberapa jenis ikan yang perlu kamu waspadai: 

  1. Ikan yang usianya sudah cukup tua atau hidup sangat lama.
  2. Ikan jenis predator yang berada di puncak rantai makanan.
  3. Ikan yang sering mengonsumsi hewan laut lainnya, terlebih yang sudah tercemar merkuri.

Contoh jenis ikan laut yang rentan tercemar merkuri dengan kadar yang tinggi adalah ikan hiu, makarel, tilefish, dan swordfish. Ikan-ikan jenis predator tersebut biasanya memiliki usia yang sudah cukup lama. Tak hanya itu, beberapa jenis ikan lain yang juga perlu diwaspadai adalah ikan tenggiri, tuna, todak, dan marlin.

Baca juga: Ibu Hamil Ngidam Sushi, Bolehkah?

Berbahayakah Keracunan Merkuri?

Keracunan merkuri bisa dihindari dengan mengurangi konsumsi jenis ikan yang rentan tercemar merkuri, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Paparan merkuri dengan kadar tinggi bisa membahayakan sistem kekebalan tubuh, otak, paru-paru, jantung, dan ginjal. 

Sementara itu, pada janin, bayi, dan anak-anak, paparan logam merkuri dapat merusak sistem saraf dan mengganggu fungsi otak, sehingga bisa menurunkan kemampuan mereka dalam belajar dan berpikir. Tak hanya itu, cacat lahir dan kematian adalah risiko lain akibat paparan merkuri, yang rentan dialami janin.

Jika terkontaminasi merkuri dari ikan, gejala yang akan dialami adalah:

  • Otot terasa lemas.
  • Koordinasi anggota tubuh menurun.
  • Sistem indera perasa terganggu.
  • Gangguan pada penglihatan perifer.
  • Kesulitan berjalan, mendengar, dan berbicara.

Namun, tingkat keparahan gejala tergantung dari banyak faktor, seperti dosis merkuri, bentuk merkuri yang dikonsumsi, usia, dan kondisi kesehatan seseorang. Penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika kamu mengalami gejala tersebut. Agar lebih mudah, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat atau buat janji dengan dokter di rumah sakit tanpa perlu antri.

Baca juga: 5 Manfaat Makan Ikan

Cara Mencegah Konsumsi Ikan yang Terkontaminasi Merkuri

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah bahaya merkuri pada ikan, yaitu: 

  • Hindari atau batasi konsumsi ikan yang berpotensi mengandung merkuri dalam kadar tinggi. Wanita yang sedang merencanakan kehamilan, ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan anak-anak, disarankan untuk sama sekali tidak mengonsumsinya. 
  • Pilih ikan atau makanan laut lain dengan kandungan merkuri yang lebih rendah, seperti ikan lele, udang, salmon, teri, dan kakap. 
  • Jangan konsumsi ikan mentah, terutama untuk ibu hamil.
  • Pastikan mengolah ikan dengan benar, sehingga dapat meminimalisir risiko terpapar merkuri. 

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Mercury and Health.
WebMD. Diakses pada 2020. What You Need to Know about Mercury in Fish and Shellfish.